WOUW MAHASISWA ITDA BIKIN BIO AVTUR DARI ALGAE HIJAU. MANTAP ….

ITDA

Menayangkan/Membahas :  MAHASISWA ITDA BIKIN BIO AVTUR

Judul :  WOUW MAHASISWA ITDA BIKIN BIO AVTUR DARI ALGAE HIJAU. MANTAP ….

Channel Youtube : MARDOTO MT.

Link : https://youtu.be/oGWSc6RTT0U

Selamat menyaksikan. Jangan lupa, SUBSCRIBE, LIKE, dan COMMENT. SHARE juga. Terima kasih.

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

KEBANGKITAN NASIONAL

Bangkit itu:
Jangan sekadar retorika.
Jangan sekadar lipstick.
Jangan sekadar gula-gula.

Bangkit itu:
Tumbuh dan kuatkan nasionalisme.
Tumbuh dan kuatkan kemandirian.
Tumbuh dan kuatkan persatuan.

Bangkit itu:
Bukanlah mengemis pada bangsa lain.
Bukanlah menginduk kepada pemerintah asing.
Bukanlah mau didikte kekuatan luar.

Bangkit itu:
Dimulai dari leader.
Diikuti seluruh follower.
Dibuktikan oleh diri kita masing-masing.

Yogyakarta, 20 Mei 2018
Mardoto, Drs., M.T.

EMPATI ANDA MEMPERTEGAR KELUARGA AKSEYNA AHAD DORI

TERIMA KASIH
EMPATI ANDA MEMPERTEGAR KELUARGA AKSEYNA AHAD DORI

ace sepuluh

AKSEYNA AHAD DORI (ACE)
BIN MARDOTO
2 Juni 1996 – 26 Maret 2015

Sejak kami menerima ujian kehidupan yang tiada tara beratnya, berupa kematian anak kami Akseyna Ahad Dori (Mahasiswa Angkatan 2013 Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia), korban pembunuhan yang hingga kini belum terungkap siapa pelakunya,  dan jasadnya diketemukan di Danau Kenanga Universitas Indonesia, Jakarta, alhamdulillah kami merasa tak mengalami kesedihan sendirian, beratus rasa duka, empati dan bahkan isak air mata dari saudara, kolega, sahabat, pemerhati, dan para simpatisan setia mengiringi dan menemani kami sebagai penghiburan dan penguatan ketegaran hati keluarga kami.

Aliran empati itu tersalurkan melalui pertemuan secara langsung dengan keluarga kami, maupun melewati ragam media, Blog pribadi, SMS, DM, WA, FB, Twitter, telepon langsung, serta media sosial lainnya, dan via surat tulisan tangan yang dikirim langsung ke alamat rumah kami. Sungguh rangkaian empati yang anda-anda kirimkan ini benar-benar merupakan obat penawar kedukaan keluarga kami. Kami merasa tak mengalami kedukaan sendiri, bahkan hingga kini saat kami berjuang mengejar kebenaran dan keadilan atas kematian anak kami.

Keindahan empati: surat seorang ibu dari Kota Bogor

Sebagai keluarga korban kami telah merasakan betapa beratnya mengalami masa bela sungkawa ini. Kami kehilangan harapan kehidupan yang indah terhadap anak yang kami cintai, dan bagi anak kami Akseyna Ahad Dori sudah pasti kehilangan kesempatan untuk bisa membaktikan jiwa raga dan kemampuannya kepada negara dan bangsa. Musibah ini kami fahami sebagai cara Allah SWT menguji keluarga kami. Insya Allah kami jalani dengan ikhlas.

Di tengah keluarga kami menyusuri suasana duka dan pengharapan munculnya kebenaran dan keadilan (semoga terungkap dan tertangkap pelakunya), kami senantiasa memiliki keyakinan bahwa Allah SWT selalu bersama kami, dan perwujudan keyakinan ini semakin kami rasakan, kala dalam kenyataannya selalu saja ada hamba-hamba Allah yang mendampingi perjalanan kami tanpa pamrih, mengulurkan kata-kata penguat jiwa, ikut mengawal kasus kematian anak kami, dan memberikan doa-doa secara tulus ikhlas. Saya memiliki keyakinan bahwa masih lebih banyak lagi rakyat Indonesia yang memiliki jiwa kepatuhan pada aturan hukum yang berlaku, beretika sosial dan kandungan empati yang tiada tara, dibandingkan dengan segelintir orang yang meski berpendidikan tinggi namun seringkali jiwa kemanusiaannya penuh keretakan.

puisi simpatisan
Energi kehidupan: Puisi karya simpatisan Akseyna

Terima kasih saudara-saudara kami, Keluarga Akseyna Ahad Dori hanya bisa berdoa semoga atensi dan empati penuh ketulusan serta keikhlasan anda semua dalam mendampingi kedukaan kami dan men-support keluarga kami untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan mendapat balasan yang lebih dari Allah SWt. Salam.

 Jika anda memiliki informasi maupun analisis tentang segala hal yang terkait dengan kejadian pembunuhan Akseyna Ahad Dori, sudilah dikirimkan kepada Penyidik Polda Metro di
peduli.akseyna @gmail.com

BUKA BERSAMA DAN BAYANG AKSEYNA AHAD DORI LIMA TAHUN LALU

Hari Sabtu, 20 Juni 2015 …….
Saya mengantar anak kembar (adik-adiknya Akseyna Ahad Dori) untuk menghadiri acara Buka Bersama mereka dengan teman-temannya dari SMP Negeri 5 Yogyakarta dari kelas Akselerasi (program pendidikan SMP yang ditempuh hanya dalam waktu 2 tahun) lintas angkatan.

Saya mengantar anak saya yang kembar yang baru lulus tahun ini dari SMP Negeri 5 Yogyakarta. Kebetulan (dan alhamdulillah) keempat anak saya kesemuanya alumni SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan kebetulan juga (dan alhamdulillah juga) keempatnya mengenyam pendidikan smp melalui kelas Akselerasi (sekarang sering disebut kelas Cerdas Istimewa).

Saat mengantar itulah, saya melihat wajah-wajah anak-anak potensial, punya talenta jempolan, setidaknya secara akademis. Meski saya juga tahu, sebenarnya mereka juga punya banyak talenta lainnya selain sisi akademis. Toh keseharian mereka saya kenali dan saya ketahui juga beraktivitas di bidang ekstra kurikuler seperti anak kelas reguler pada umumnya.

Pembinaan kebersamaan lintas angkatan antar mereka yang sesama dari kelas Akselerasi, salah satunya melalui acara Buka Bersama, saya pandang juga punya banyak sisi positif. Karena disitulah setidaknya ada ruang berbagi informasi dan sharing pengalaman antara senior dan yunior, termasuk dalam hal pandangan kehidupan masa depan.

Nha, saat memperhatikan mereka berkumpul dan bercengkerama, terbayanglah kisah lima tahun yang lalu. Yaa, Akseyna Ahad Dori, pernah juga mengikuti acara yang sejenis bersama teman-temannya sesama kelas Akselerasi. Seakan-akan wajahnya ada menghiasi acara tersebut. Memang ini hanya sebuah kenangan. Tapi terasa sekali kesan ini melintas.

11641941_889012407850601_926238056_o
Anak-anak potensial : jangan sampai pupus di tengah jalan

Saya melihat jernih wajah-wajah anak-anak potensial, anak-anak cerdas istimewa, begitu cerianya menatap masa depan. Saya berfikir betapa sayangnya apabila sumber daya mahal ini yang begitu hebat luruh di tengah jalan, pupus ditelan kebiadaban, dan mati muda karena hal-hal yang tak diharapkan. Astaghfirullah. Betapa ruginya bangsa dan negara ini. Betapa nestapanya masa depan Indonesia apabila tidak sempat menuai karya dari sumber daya anak-anak manusia penuh talenta, yang sangat mungkin bisa memberi sumbangsih kemajuan pembangunan dalam beragam bidang. Kisah pupusnya harapan dan bakti Akseyna Ahad Dori bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja, terutama stakeholder dunia pendidikan kita. Pembinaan yang tepat dan proses pendidikan yang sehat harus dikembangkan, termasuk dalam mengembangkan bakat-bakat potensial ini.

Waktu acara Buka Bersama usai dan mereka hendak meninggalkan tempat pertemuan, saya masih sempat memperhatikan mereka. Saya menerawang ke masa yang akan datang. Betapa berharganya SDM seperti mereka bagi perkembangan nasib bangsa dan negara ini pada masa depan. Betapa tidak, dalam usia yang relatif muda-muda, mereka tetap menikmati keceriaan kehidupan, seraya menjaga performa dengan telah memiliki rasa tanggungjawab berprestasi secara personal. Sayang sekali, kalau mereka pupus di tengah jalan, sebelum bakti prestasi mereka yang terpatri untuk nusa dan bangsa terwujudkan. Apalagi jika mengingat diantara anggota komunitas mereka yang saya kenal, tak begitu lama lagi akan ada yang meraih gelar doktor dalam usia sangat muda. Apalagi jika mengingat persaingan antar bangsa dan negara pada masa depan pasti bertumpu pada kekuatan kualitas SDM yang dimiliki tiap-tiap negara.