Akhirnya ketahuan juga, Microsoft takut pada Linux!

Akhirnya ketahuan juga, Microsoft takut pada Linux! Bacalah PCWorld, 5 Agustus 2009.

Hingga saat ini Microsoft masih berjaya dengan sistem operasi andalannya, Windows. Namun, kehadiran sistem operasi open source Linux tak urung membuat Microsoft ketar-ketir juga. Ketakutan Microsoft akan Linux terungkap dalam laporan tahunannya kepada Security and Exchange Commission. Untuk pertama kalinya Microsoft memasukkan Canonical pembesut Ubuntu dan Red Hat yang merupakan distributor Linux sebagai kompetitor untuk divisi Client, pembuat Windows. Sebelumnya memang Microsoft juga pernah menunjuk Red Hat sebagai kompetitor tapi untuk divisi Business and Server & Tools.

Selain menyebut Linux sebagai ancaman bagi Windows, Microsoft juga menunjuk Apple sebagai salah satu ancaman baginya. Berikut pernyataan Microsoft tentang pesaing-pesaing yang dianggap sebagai ancaman: Client menghadapi persaingan sengit dari perusahaan yang memiliki pendekatan yang berbeda di pasar PC. Software pesaing tersebut misalnya varian Unix yang diusung kompetitor seperti Apple, Canonical, dan Red Hat. Apple melakukan gebrakan di dunia PC dan meraih pasar, khususnya di AS dan segmen consumer. Sementara Linux yang merupakan turunan dari Unix juga berhasil menyedot perhatian, sehingga memaksa OEM untuk menurunkan harga. Rekanan seperti HP dan Intel juga mengembangkan kerjasama dengan OS berbasis Linux. Selain itu Microsoft juga menunjuk rival beratnya dalam persaingan browser. Nama-nama yang ditunjuk Microsoft sebagai pesaing, yakni Google, Apple, Opera, dan tentu saja Mozilla.

Ayo terus, kita lanjutkan pakai Open Source. Indonesia Bisa.

Akhirnya tercapai juga 100.000 pengunjung, thanks ya ….

Terima kasih perlu saya ucapkan kepada para pengunjung blog saya, yang dengan setia “menyempatkan diri” untuk membaca tulisan-tulisan dan informasi ringan yang dipajang di blog ini. Sehingga hari ini, berdasarkan counter WordPress tercatat sudah 100.000 pengunjung (kalau counter dari pihak ketiga belum mencapai 100 ribu pengunjung, karena daftarnya belakangan) yang telah mengakses blog ini. Alhamdulillah, blog yang mulai diluncurkan 11 Maret 2008 dapat berjalan dengan lancar, meski terkadang tertatih-tatih juga saat harus mengisi materinya yang diharapkan sesuai dengan misi KEWARGANEGARAAN blog ini.

Semoga blog ini dapat terus eksis, sebagai wahana penyampaian pendapat dan penyebaran ide pribadi mengenai hal-hal kewarganegaraan, sehingga diharapkan dapat turut menyemaikan kemunculan puluhan bahkan ribuan WNI NOMOR 1 di kalangan bangsa dan negara Republik Indonesia yang tercinta. Jangka panjang diharapkan negeri ini akan semakin baik secara sosial, politik dan ekonomi, mendekati tujuan nasional yang telah telah ditetapkan konstitusi. Artinya, harapan terjauh adalah para penghuni rumah besar negeri Indonesia adalah pribadi-pribadi yang memiliki kecintaan tertinggi terhadap negara dan bangsanya. Semoga.

Thanks ya semuanya ….. jangan lupa kunjung-kunjung terus ……………

Postel mencabut 11 ‘nyawa’ Internet Service Provider

Ditjen Pos dan Telekomunikasi melakukan langkah tegas kepada belasan penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP) yang dianggap tak serius menjalankan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung, regulator langsung mencabut ‘nyawa’ mereka. ‘Nyawa’ yang dimaksud adalah izin untuk menjalankan layanan yang selama ini mereka pegang. Ada 11 ISP yang menjadi korban pencabutan izin dengan berbagai latar belakang yang merundungnya. Dikutip detikINET dari keterangan resmi Ditjen Postel, Kamis (23/7/2009):

1. Dua penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak memenuhi kewajiban penyesuaian izin : PT Arus Nawala dan PT Quantum Aksesindo Nusantara.

2. Tiga penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena kelalaian memenuhi kewajiban menyampaikan laporan kinerja operasi tahun 2007 : PT Enciety Binakarya Cemerlang, PT Sae Plus, dan PT Gapura Global Komunikasi.

3. Lima penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena permohonan sendiri : PT Telesindo Media Utama, PT Subur Sakti Putra, PT Metrodata Global Akses, PT Dayamitra Telekomunikasi, serta PT Uninet Bhaktinusa.

4. Satu penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak beroperasi : PT. Corbec Communication.

Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo mengatakan, data perizinan jasa multimedia yang terdapat di Ditjen Postel menunjukkan bahwa sampai dengan saat ini jumlah izin penyelenggaraan yang masih berlaku untuk ISP dimiliki oleh 172 perusahaan. “Sedangkan untuk jasa interkoneksi internet (NAP/Network Access Point) izinnya dimiliki oleh 40 perusahaan, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik (ITKP) oleh 25 perusahaan, dan untuk sistem komunikasi data (Siskomdat) oleh 7 perusahaan,” pungkasnya.