70 TAHUN KEMERDEKAAN : DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

GERAKAN AYO KERJA

Logo-dp-bbm-hari-kemerdekaan-RI-ke-70-2015

Merdeka! Merayakan Hari Kemerdekaan sungguh suatu kebahagiaan yang tiada tara bagi seluruh warganegara dimanapun berada. Kemerdekaan dari segala hal yang beraroma negatif dan tidak memartabatkan diri warganegara adalah impian setiap warganegara. Dan untuk itu negara dan pemerintahan wajib menghadirkan kemerdekaan sejati yang sangat diharapkan setiap warganegara tanpa membedakan latar belakang maupun komunitas. Rujukan terindah perwujudan kemerdekaan adalah ke konstitusi kita, terutama bagian Pembukaan. Sekarang apakah segalanya sudah sesuai dan mendekat ke substansi UUD 1945? Mari kita introspeksi diri kita masing-masing.

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

FINAL COUNTDOWN

Anekdot QUICK COUNT

Siapa sih yang paling tidak menyukai quick count? Berdasarkan hasil survai, jawabnya adalah : wanita. Alasannya, karena hal demikian mengganggu suasana exit pool, serta tidak sesuai real count yang juga didambakan pria. #inidianggaphumorbolehbeneranhumorjugaboleh

Saya masih penasaran dengan quick count, maka kemarin saya cek data KPU yang terkait basis data yang digunakan oleh lembaga-lembaga survai dalam olah quick count dari sampling hasil perhitungan suara di TPS-TPS (basisnya sama saja dengan real count). Yang mengejutkan, ternyata jumlah TPS seluruh Indonesia untuk Pilpres 2014 adalah 478.685 sedangkan lembaga survai umumnya memproses quick count dengan hanya mengolah hasil penghitungan suara dari sample antara 1.000 sampai 3.000 TPS dengan metode pengumpulan dan pengolahan data statistik secara tertentu.

Jadi, anda lebih percaya manakah antara real count (hasil kerja KPU yang mengolah hasil perhitungan suara dari semua TPS) dengan quick count hasil kerja lembaga survai (yang umumnya berafiliasi dengan kandidat tertentu)? #SayaJugaPernahBelajarStatistikLho

Untuk itu, agar tidak menimbulkan kegaduhan politik, saya setuju, lembaga survai diaudit semuanya. Jangan sampai kaidah ilmiah survai direkayasa untuk kepentingan politik, juga jangan sampai politik mencari pembenaran dari cara-cara ilmiah yang dibelokkan demi kepentingan sesaat.

PEMILIHAN PRESIDEN DAN PERANG INFORMASI

Pemilihan Presiden di dunia manapun dianggap sebagai perang. Tak perlu dipungkiri dengan kalimat penghalusan dan mlipir-mlipir. Kalau ada tokoh yang menyatakan bukan perang itu pasti orang yang suka melakukan pembohongan publik. Karena pemilihan presiden sejatinya kondisi nyata adu idea, bahkan ideologi, dan adu nasib dalam periode sekian tahun yang akan datang. Rakyat harus punya faham yang sama tentang ini, dan memahami betapa pentingnya, sekaligus kritisnya, nasib kita kala digantungkan pada tokoh dan kelompoknya yang tengah beradu ikhtiar untuk menjabat sebagai pemimpin negara. Salah pilih nasib kita bisa lewat tanpa makna, bahkan bisa tertelungkup tanpa bisa bangkit lagi.

Dengan anggapan bahwa Pilpres adalah perang maka siapapun yang bertarung mesti siap menghadapinya. Dengan cara menggunakan beragam cara dan media. Jaman sekarang, skala perang semakin meluas dan mencabang melalui bermacam jenis perang. Yang dahsyat adalah perang informasi yang tergolong sangat menentukan dalam perang ini dan mempengaruhi hasil perang nantinya.

Terkait perang informasi banyak media yang dapat digunakan, ada radio, televisi, internet, atau yang manual dan tradisional secara gethok tular dari mouth to mouth. Kemasannya bisa beraneka, bisa lewat seminar, ceramah, kampanye, diskusi atau lewat mulut “orang yang diuntungkan” ataupun “yang tersakiti”. Bisa juga lewat perangkat survai atau poling. Pokoknya bagaimana merebut pengaruh dengan opini yang bagus dirinya dan buruk untuk pesaingnya sehingga dapat mempengaruhi para pendengar, pembaca atau penonton, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi keputusan calon pemilih di bilik suara TPS.

Sekarang pun sudah bisa kita lihat secara nyata bagaimana Tim Sukses Parbowo+Hatta Rajasa dan Jokowi+Jusuf Kalla beradu strategi perang informasi lewat darat dan udara. Kadang tampak perang informasi yang super cerdas, tapi sering juga perang informasi yang kebablasan.  Perang ini juga diikuti pendukungnya masing-masing, ada yang dibayar ada yang relawan. Sayangnya pada konteks lapangan perang informasi sering dijejali dengan black campaign, selain negative campaign. Hal inilah yang menjadi catatan yang patut disayangkan, padahal jika perang informasi dilakukan secara proporsional, santun dan cerdas, kita akan bisa melihat keindahan perang informasi, dengan pantun berjawab yang menarik, dengan debat/diskusi yang penuh nalar tapi mudah disimak untuk meyakinkan publik tentang sang tokoh, pemikirannya dan kelompok pendukungnya.

Jadi, peranglah dalam Pilpres ini dengan segala cara, media dan daya melalu perang informasi yang jempolan. Sehingga Pilpres ini nanti bisa semakin berkualitas, sehingga bisa menghadirkan pemimpin pilihan rakyat dengan standar original mampu membawa negara bangsa ini menuju tujuan nasionalnya. Jangan takut berperang informasi, yang penting dengan cara positif, santun dan cerdas. Tidak asal gubyak-gubyuk dan teriak-teriak ala orang primitif!

CATATAN HARIAN #000.026 : WNI NOMOR 1

MENCARI KESEMPURNAAN

Bagi manusia hidup sempurna adalah hal yang mustahil. Menyempurnakan kehidupan adalah keniscayaan.

Kepemimpinan yang terbaik adalah yang bermanfaat dan mencerahkan bagi lingkungan kepemimpinannya.

Dipuji oleh seseorang ucapkan alhamdulillah. Mengharapkan pujian dari seseorang …. jangan ach. Biarkan pujian itu datang sendirinya secara natural dengan keikhlasan.

Orang pintar milih ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah.

Amaliah secara alamiah, itu yang terbaik.

Menunggu bukan masalah waktu, namun tentang siapakah/apakah yang sesungguhnya ditunggu!

Alangkah baiknya kita dapat mengenali suatu hal itu dari semua sudut pandang yang memungkinkan, agar kita tidak terjebak dalam sudut pandang yang sempit.

Menikah adalah sesuatu yang sakral. Mendapatkan anak adalah suatu anugerah.

Jangan menyimpulkan kualitas buku dari covernya! Jangan menilai orang dari tampilannya belaka!

Bagaimana mungkin kita bisa berharap pada seseorang yang suka berfikir negatif, berprasangka buruk, dan mendahulukan ego pribadi/kelompok untuk menjadi figur pemersatu komunitas? Impossible.

Hidup adalah Pilihan.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 1 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

SIAPAKAH PASANGAN CALON GUBERNUR DKI JAKARTA PILIHAN ANDA?

Jakarta adalah barometer Indonesia.
Jakarta adalah etalase Indonesia.
Sehingga performance pasangan Pemimpin DKI Jakarta sangat menentukan tingkat pencapaian kondisi Jakarta sebagai etalase dan barometer.
Maka, jangan salah pilih Pemimpin yang menakhodai Jakarta.
Saatnya sekarang anda yang menilai dan menentukan Tokoh yang pantas memimpin Jakarta.

Berikan suara anda melalui survai berikut ini untuk acuan para pemilih nantinya.

Selamat menentukan pilihan, demi Jakarta dan Indonesia lebih baik!

PERKEMBANGAN INFORMASI PEMILUKADA DKI 2012

3. Data per 10 Mei 2012 : JW-BTP MENGUNGGULI HNW-DJR DALAM POLLING CAGUB/CAWAGUB DKI 2012

2. Data per 1 April 2012 :HNW-DJR DAN JW-BTP BERSAING DALAM POLLING CAGUB/CAWAGUB DKI 2012

1. JADWAL DAN TAHAPAN PEMILUKADA DKI 2012