The 10 worst cities for pickpockets

TripAdvisor travellers and editors have compiled a list of ten cities where pickpockets are most likely to strike. Visitors would do well to watch their bags in major European cities, where many popular outdoor attractions are tourist havens – and prime targets for purse-snatchers.

Pickpocketing is a true art and whilst thieves can strike anywhere, home or abroad, tourist hot-spots often yield far richer-pickings. The combination of an awe-struck traveller and a bag bulging with local currency, not to mention passports, cameras and credit cards, is an appealing prospect for any light-fingered thief,” said Amelie Hurst, TripAdvisor spokeswoman.

1. Barcelona, Spain. One TripAdvisor reviewer compares Barcelona pickpocketing to a generally practiced and accepted sport, like football. For those who’d rather stay off the field, take caution: Las Ramblas, the famous wide, pedestrian walkway full of life, music, and people at all hours of the day and night, is the perfect place to get your purse poached.

2. Rome, Italy.  With its ancient buildings and astounding historical and cultural attractions, Rome is full of both tourists and incredible things to sightsee. With thousands of people admiring the Trevi Fountain or the Pantheon, it’s easy for a pickpocket to lift a camera or purse with a quick snip of scissors or some clever handiwork with a zipper.

3. Prague, Czech Republic. The famously beautiful Charles Bridge is lined with 30 baroque-style statues, as well as thousands of tourists who crowd its ancient stones each year, making a perfect recipe for pickpocketing. Before taking in the view of the Vltava River and the Prague Castle beyond, be sure valuables are strapped down.

4. Madrid, Spain. El Rastro flea-market and the crowded metro are often cited as spots where unfriendly pickpocket schemes can put a damper on a visit to this beautiful city. However, travellers should also beware that in museums ( Madrid has many) pickpockets can be crafty as well, preying on distracted tourists.

5. Paris, France. The City of Light draws enormous crowds from the base of the Eiffel Tower to the steps of Sacré-Coeur and everywhere in between. But enormous crowds can also be found below ground, in the city’s metro system, where travellers should be especially cautious.

6. Florence, Italy. It is certainly easy to see why tourists would be distracted by the majestic beauty of Michelangelo’s David and the other incredible and awe-inspiring works of art and pieces of history all around Florence . When admiring Michelangelo’s creation, or at its replica in busy Piazza della Signoria , be alert that others may have their attention on your wallet.

7. Buenos Aires, Argentina. Buenos Aires is a vibrant and culturally rich city with much to offer, from the famed Teatro Colon to the city’s many distinct neighborhoods. However, if while sightseeing you find you are suddenly covered in “bird droppings” (likely mustard) and a “friendly” local (likely a thief) happens to be standing by with napkins to help you clean up, beware.

8. Amsterdam , Netherlands. It’s easy to get carried away in Amsterdam with so many fun things to see and do, but don’t be too taken in by the canals and the friendly, laid-back atmosphere – pickpocketers have been known to take advantage of countless tourists in this enchanting city.

9. Athens , Greece. This legendary city features countless ancient monuments, many of which are outdoors. Whether visiting the Parthenon on the Acropolis, or anything else in this magnificent historic city, keep the bags close to your chest while your eyes admire the rest.

10. Hanoi , Vietnam. The capital of Vietnam has its charming Old Quarter, littered with monuments and colonial architecture, and the city also features 600 temples and pagodas, making it a beautiful and unique place to visit, but also a place to stay alert for mischief.

Indonesia? No no no ….. Viva Indonesia, free of pickpocketers ….

TripAdvisor’s Top 5 Tips to Avoid Being Pickpocketed

1. Never keep your wallet or valuables in your back pocket, even if it buttons up—it’s by far the easiest target.

2. Beware of the distraction tactic, such as dropping something near you, squirting something on you, or simply jostling you. Be on guard when in crowds, and secure your belongings.

3. Pickpockets often work in pairs or groups and it’s not just the usual suspects. Be cautious with any strangers—sometimes people who don’t look like they’d be a threat, such as children or the elderly, can be part of larger operations.

4. Stay alert in confined spaces and near passageways. Try to avoid standing near the doorways of trains as groups of pickpockets can rush at you when the doors open.

5. Before you set off on a trip, pare down the contents of your handbag or wallet – the smaller the bulge, the less likely pickpockets are to covet it.

Yeah, Blackwater ….. ?

Blackwater USA is a private military company and security firm founded in 1997 by Erik Prince and Al Clark. It is based in the U.S. state of North Carolina, where it operates a tactical training facility that it claims is the world’s largest. The company trains more than 40,000 people a year, from all the military services and a variety of other agencies. The company markets itself as being “The most comprehensive professional military, law enforcement, security, peacekeeping, and stability operations company in the world“.

At least 90% of its revenue comes from government contracts, two-thirds of which are no-bid contract.

The company made headlines in early 2004 when four of its troops were ambushed and burned in the Sunni hotbed of Fallouja — two charred, lifeless bodies left to dangle for hours from a bridge. That incident marked a turning point in the war, sparked multiple U.S. sieges of Fallouja and helped fuel the Iraqi resistance that haunts the occupation to this day.

Already, private contractors constitute the second-largest “force” in Iraq. At last count, there were about 100,000 contractors in Iraq, of which 48,000 work as private soldiers, according to a Government Accountability Office report. These soldiers have operated with almost no oversight or effective legal constraints and are an undeclared expansion of the scope of the occupation. Many of these contractors make up to $1,000 a day, far more than active-duty soldiers. What’s more, these forces are politically expedient, as contractor deaths go uncounted in the official toll. (mardoto, yogyakarta, 8 september 2009)

Narsis!

Pernah lihat orang yang sangat percaya diri dan bangga dengan dirinya sendiri? Atau mungkin Anda sendirilah yang seperti itu. Hati-hati, bisa jadi itu pertanda Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau penyakit narsis, bukan percaya diri. Dalam sebuah buku yang berjudul Malignant Self Love-Narcissism Revisited , kata Narsis berasal dari sebuah mitologi Yunani, tentang seorang pemuda tampan bernama Narsisus. Ia lebih tampan dari pria manapun di dunia ini sehingga banyak gadis memujanya, bahkan dia sendiri mencintai bayangan wajahnya. Tak urung dewi-dewi pun menyukainya termasuk salah seorang peri yang jatuh cinta padanya bernama Echos.

Ia mengabaikan cinta Echos, karena ia lebih mengagumi ketampanannya dengan berkaca pada sebuah sungai. Narsisus jatuh cinta pada bayangannya sendiri hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan mitos tersebut, kata narsis digunakan untuk menggambarkan orang yang mencintai dirinya sendiri. Akan tetapi menurut Sam Vaknin, penulis buku itu, konsep narsisisme kerap disalahartikan. Narsisus sebenarnya bukan mencintai dirinya sendiri, tetapi bayangannya.

Ada perbedaan besar antara diri yang sebenarnya dengan diri yang terlihat dari sebuah pantulan. Mencintai diri sendiri adalah hal yang normal dan sehat. Tapi yang terjadi pada seorang yang narsis adalah ia mencintai citra diri yang ditangkap oleh orang lain. Orang yang jatuh cinta pada bayangan tidak mampu mencintai sesamanya, juga dirinya sendiri. Untuk terus eksis, seorang narsis tergantung pada yang disebut sebagai Narcissistic Supply, yaitu pandangan orang-orang di sekitarnya yang menampilkan ilusi bahwa ia seorang yang penting, unik, dan istimewa.

Setiap orang pasti memiliki rasa kebanggaan terhadap diri sendiri, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi jika sudah berlebihan, terutama kebanggaan terhadap fisik (body narsis), maka sudah menjadi penyakit. Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental dimana seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Perasaan seperti itu harus dibedakan dengan rasa percaya diri. Orang yang memiliki percaya diri, mengetahui kualitas diri sendiri, tapi tidak tergantung pada pujian orang lain untuk merasa nyaman, serta lebih terbuka terhadap kritik dan saran. Narsis sebaliknya, mereka butuh dukungan dan perhatian serta pengakuan dari orang lain untuk menjaga kepercayaan dirinya. Namun jauh dalam hati mereka tersimpan jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain.

Dikutip dari US News, 20 Agustus 2009, dalam bukunya ‘The Narcissism Epidemic’, psikolog Jean Twenge and W. Keith Campbell dan rekannya di San Diego State University sangat banyak terjadi di kalangan mahasiswa dan anak muda, terutama para wanita. Mereka sangat yakin bahwa dirinya lebih unggul dan lebih baik dibanding yang lainnya dan biasanya memiliki rasa penghargaan yang rendah terhadap orang lain. Namun di balik semua itu tersimpan pribadi yang lemah dan mudah hancur ketika dikritik.

Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu. Penderita yang benar-benar dikategorikan narsis sebenarnya hanya sedikit, yaitu sekitar 1 persen saja. Sisanya munngkin sudah menunjukkan gejala yang sama tapi belum bisa dikategorikan sebagai penyakit narsis. Untuk menyembuhkannya, seseorang harus datang ke psikiater. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis , diantaranya :

  • Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
  • Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
  • Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
  • Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
  • Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
  • Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
  • Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
  • Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
  • Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
  • Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah
  • Jadi, termasuk narsis atau percaya dirikah Anda?

    Aduh, di Kantor Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) ada virus KKN juga!

    Anda tidak percaya? Coba ikuti berita berikut ini.

    Seorang mantan pegawai yang didakwa menggigit seorang petugas keamanan menolak minta maaf, Senin, 10 Agustus 2009. Ia malah mengatakan ingin kasus itu dibawa ke pengadilan sehingga ia bisa membeberkan masalah kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) di PBB. Nicola Baroncini (35) dituduh melakukan penyerangan tingkat tiga dalam kejadian pada 22 Juni. Pengacaranya mengatakan kepada seorang hakim New York ia takkan menyatakan bersalah atas dakwaan melakukan gangguan. “Saya ingin kasus ini dibawa ke pengadilan sehingga saya dapat mengatakan dan memperlihatkan betapa banyak orang disewa di PBB,” kata Baroncini dilansir Reuters. Ditambahkannya, itu adalah “perkoncoan mencolok“.

    Baroncini dituduh menggigit petugas keamanan PBB yang berusaha mengawal dia ke luar kantor. Saat itu Boroncini baru saja menyampaikan keluhan karena dilangkahi dalam penentuan jabatan dalam tindakan yang menguntungkan putri seorang pejabat tinggi PBB. Warga negara Italia tersebut mengatakan ia sedang membela diri dari tiga penjaga PBB yang menggunakan semprotan merica dan memukul dia. Baroncini mengatakan ia telah menyampaikan keluhan mengenai tindakan perkoncoan yang melibatkan Alan Doss, Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan utusan khusus untuk RepubliK Demokraik Kongo. Ia menyatakan bermaksud memperlihatkan kepada seorang pejabat lain PBB satu surat elektronik dari Doss yang digunakannya untuk memanfaatkan pengaruhnya guna melincinkan jalan bagi pengangkatan putrinya.

    Juru bicara Program Pembangunan PBB, Stephane Dujarric, mengatakan dipekerjakannya putri Doss sedang diselidiki. Doss adalah pegawai lama UNDP tapi telah dipinjamkan ke departemen pemeliharaan perdamaian, bagian terpisah PBB, sejak 2001. Ia dipindahkan dari UNDP ke departemen pemeliharaan perdamaian pada 1 Juli, hari putrinya, Rebecca, memangku jabatan barunya sebagai pembantu khusus di UNDP. Baroncini, yang bekerja di UNDP dan memiliki akses ke surat elektronik bosnya, melihat satu surat elektronik dari Doss yang merujuk kepada lamaran di Rebecca untuk bekerja di badan itu, yang tidak secara resmi mempekerjakan anggota dari keluarga yang sama. “Saya telah meminta keluwesan, yang akan memungkinkan seorang anggota staf yang telah lama bertugas dan dipercaya di UNDP memperoleh peluang sebelum ia menunaikan tugas,” tulis Doss di dalam surat elektronik –yang salinannya dilihat oleh Reuters. Doss mengatakan ia tak bersedia berkomentar selama menunggu penyelidikan UNDP. Ref.

    PESANNYA: KKN dimana-mana ……………… ampun deh. Sudah banyak manusia yang KKN, masa kita mau nambahi lagi? Jangan deh.