KUMPULAN LINK BERITA (26 – 29 MARET 2015) AKSEYNA AHAD DORI

KUMPULAN LINK BERITA (26 – 29 MARET 2015) AKSEYNA AHAD DORI 

ace sepuluh

AKSEYNA AHAD DORI (ACE)
BIN MARDOTO
2 Juni 1996 – 26 Maret 2015
====================
Kamis, 26 Maret 2015
====================
2603.01 Mayat di Danau UI Diduga Korban Pembunuhan. Sumber: Okezone
2603.02 Ada Batu-batu Besar Terikat pada Mayat di Danau UI, Diduga mayat itu sengaja ditenggelamkan. Sumber: Viva
2603.03 Mayat Pria Ditemukan di Danau Balairung UI, Diduga Korban Pembunuhan. Sumber: Detik
2603.04 Polisi Duga Mayat di UI adalah Korban Pembunuhan. Sumber: Kompas
2603.05 Mayat di Danau Kenanga UI Diduga…  Sumber: Tempo
2603.06 Mayat di Danau UI Diduga Dibunuh. Sumber: Republika
====================
Jum’at, 27 Maret 2015
====================
2703.01 Polisi Masih Selidiki Identitas Korban, Mayat di Danau UI. Sumber: Indosiar
2703.02 FOTO PEMBUNUHAN DEPOK, Ini Jasad Mengambang di Danau UI. Sumber: Solopos
2703.03 Mayat di Kampus UI Diduga Mahasiswa. Sumber: Metrotvnews
2703.04 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia Depok. Sumber: Polri
===================
Sabtu, 28 Maret 2015
===================
2803.01 Gara-Gara Mayat di Danau, UI Ingin Jadi Kampus Tertutup. Sumber: Okezone
2803.02 Ada Mayat di Danau UI, Ini Kata Sang Rektor. Sumber: Sindonews
2803.03 Koordinasi Dengan Kampus, Buka File Mahasiswa Yang Hilang, Polisi Masih Cari Identitas Mayat Mengambang di Danau UI. Sumber: Indopos
====================
Minggu, 29 Maret 2015
====================
2903.01 4 Luka Lebam di Jasad Pemuda yang Tewas di Danau UI. Sumber: Viva
2903.02 Polisi Masih Kesulitan Ungkap Identitas Mayat di Danau UI. Sumber: Republika

CATATAN HARIAN #000.029 : WNI NOMOR 1

SUARA MASA

Mendengarkan lagu tempo dulu itu juga perlu setidaknya untuk menguji memori kita, bukan untuk tenggelam dalam suasana masa lalu apalagi ingin mengulang kisah jaman lampau.

Tahta itu amanah. Harta itu amanah. Wanita (bagi laki-laki) itu amanah.
Amanah itu harus dijaga.
Namanya dijaga itu artinya supaya aman.
Supaya aman itu harus dilakukan secara baik dan benar.
Baik dan benar itu maksudnya jangan sampai melanggar aturan hukum dan menabrak etika sosial.
Jadi kalau anda melakukan pelanggaran aturan hukum dan etika sosial maka tahta, harta dan wanita yang anda miliki tidak amanah.
Kalaupun anda hebat berbahasa dengan kalimat yang tertata dalam komunikasi politik/sosial anda seraya berargumen jempolan tapi rakyat sudah tahu anda tidak amanah, maka upaya anda itu sia-sia belaka.

Suara adalah cerminan hati dan pikiran.

Menonton lawakan itu perlu untuk menyegarkan pikiran, namun menonton lawakan yang santun dan logis itu lebih penting untuk meluruskan pikiran yang masih primitif.

Belajar yang terbaik bukanlah sekadar mencari ilmu pengetahuan, tapi juga belajar bagaimana cara belajar yang efektif.

Pasangan sejati ialah orang yang tak mengajak/menyarankan korupsi pada pasangannya, dan juga tak mau menerima materi apapun hasil korupsi dari pasangannya.

Janganlah anda berjanji mampu mengubah nasib seseorang, karena yang sanggup mengubah nasib orang adalah Tuhan dan orang yang bersangkutan sendiri.

Wakil rakyat bukanlah pemimpin rakyat, mereka hanyalah suruhan rakyat, maka sudah seharusnya wakil rakyat bekerja sesuai mandat/kebutuhan/keinginan rakyat, bukan malah menipu/memanfaatkan/mengeruk uang rakyat.

Pemimpin yang sukses selalu melahirkan pemimpin yang lebih baik darinya.

Dalam kondisi panas/hujan orang normal pasti cari perlindungan, apalagi dalam kondisi punya kasus/kepentingan orang pasti cari perlindungan!

Banyak orang merancukan antara keBENARan dan keBAIKan, juga antara keSALAHan dan keBURUKan.
Mestinya kita sudah tahu bahwa BENAR/SALAH itu terkait aturan/hukum sedangkan BAIK/BURUK terkait etika sosial.

Haruskah saat manusia dalam kondisi terdesak, tersungkur, tersudut, dan tergusur baru ingat Tuhan?

Orang kalau sudah tertekan sering memposisikan diri sebagai orang teraniaya, sehingga dapat berharap dapat aura positif dari kedahsyatan doa orang teraniaya. Orang demikian tersebut sungguh naif, posisi teraniaya kok pakai persepsi sendiri semaunya. Dia lupa penyebab mengapa dan kenapa dia tertekan. Pantaslah orang semacam ini kita kirimi cermin diri.

Tak ada tempat untuk manusia soliter di dunia ini. Banyak tempat untuk manusia solider saat ini.

Sengsara membawa nikmat atau nikmat membawa sengsara? Pilihan sulit. Mengapakah kita tak memilih nikmat tanpa sengsara?

Persoalan pertama tatkala bertemu teman lama ialah apakah kita ingat nama lengkap teman tersebut.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 4 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini