VIDEO KEPEMIMPINAN DAN KEWARGANEGARAAN

YOUTUBE MARDOTO MT

Hello rekan² yang saya banggakan,
apa kabar?
Ada info lho, ini tayangan video Youtube-ku yang terbaru:
https://youtu.be/gz2rq6QNQJA

Ehh, makasih atas respon rekan² yang telah melihat video²ku di Youtube:

Lihat dan lihat terus yaaaa …
Jangan lupa:
LIKE,
COMMENT, dan
SUBSCRIBE ….

1 … 2 … 3 … 4 …

  1. https://youtu.be/gz2rq6QNQJA
    (HUT TNI, KEPEMIMPINAN DAN PROFESIONALISME)
  2. https://t.co/mm7aH8y6Iz
  3. (MOTIVASI KEWARGANEGARAAN VOL. 1)
  4. https://youtu.be/ohbQNxMlZTc
    (MOTIVASI KEPEMIMPINAN VOL. 1)
  5. https://youtu.be/RACK7u8Xfbg
    (ALASAN BIKIN CHANNEL KEPEMIMPINAN DAN KEWARGANEGARAAN)
  6. https://youtu.be/mZn3dv7I4WE
    (VIDEO PROMO CHANNEL MARDOTO MT) YouTube Mardoto MT Channel 🇮🇩 https://www.youtube.com/channel/UCQOcN-_D6LB4lpdaiVQAYdg

Thanks,
Ikuti terus info video²ku lebih lanjut disini.
Semoga bermanfaat.

NASIHAT DAN KETELADANAN

Banyak orang cakap memberikan nasehat. Isi nasehatnya banyak yang super. Luar biasa. Kalau dijalankan pasti hasilnya mengagumkan.

Sayangnya, antara nasehat yang diberikan dengan perilaku pribadi sang pemberi nasehat ternyata banyak ketidaksinkronan dalam aplikasinya. Nasehat yaa hanya cukup nasehat untuk orang lain. Sepertinya si pemberi nasehat tidak dituntut harus/pernah menjalankan nasehat tersebut.

Jika demikian, bagaimana bisa kita menjalankan dengan mantap nasehat² yang begitu banyak, sementara pemberi nasehat tidak patut/tidak bisa kita teladani dalam implementasi dan aktualisasi isi nasehat tersebut.

Nasehat dan keteladanan sesungguhnya mesti menyatu, tak terpisahkan. Dan kita tak perlu melihat siapa orangnya yang memberi nasihat. Yang penting dia juga menjalankan, sebagai teladan. Itu baru efektif, dan insya Allah bermanfaat.

Satu keteladanan lebih bermakna daripada seribu nasehat.

DEFINISI KEPEMIMPINAN

Definisi Kepemimpinan sangat banyak kita temui dalam berbagai referensi yang membahas Kepemimpinan. Banyak sekali pakar yang ingin berkontribusi dalam memahamkan konsep Definisi Kepemimpinan sebagai pintu masuk memahami Kepemimpinan secara utuh (Bass, 1981). Berikut 20 Definisi Kepemimpinan yang dapat kita gunakan sebagai awalan dalam memahami Kepemimpinan.

1. Kepemimpinan dapat dianggap sebagai proses (tindakan) mempengaruhi kegiatan kelompok yang terorganisir dalam upaya menuju penetapan tujuan dan pencapaian tujuan. (Stogdill, 1950: 3)

2. Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu ketika ia mengarahkan kegiatan kelompok menuju tujuan bersama. (Hemphill & Coons, 1957: 7)

3. Kepemimpinan adalah pencapaian tujuan melalui suatu arah yang dibantu manusia. Seorang pemimpin adalah orang yang berhasil mengajak kolaborasi manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. (Prentice, 1961: 143)

4. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dilakukan dalam suatu situasi, dan diarahkan melalui proses komunikasi, menuju pencapaian tujuan atau target yang ditetapkan. (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961: 24)

5. Kepemimpinan adalah inisiasi dan pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi. (Stogdill, 1974: 411)

6. Kepemimpinan adalah proses pengaruh antara pemimpin dan orang-orang yang jadi pengikut. (Hollander, 1978: 1)

7. Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh atas dan di atas kepatuhan mekanis dengan arahan-arahan rutin keorganisasian. (Katz & Kahn, 1978: 528)

8. Kepemimpinan adalah proses pengaruh yang memungkinkan manajer untuk membuat orang mereka untuk melakukan secara rela apa yang harus dilakukan, melakukannya dengan baik apa yang harus dilakukan. (Cribbin, 1981)

9. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan. (Rauch & Behling, 1984: 46)

10. Kepemimpinan adalah upaya untuk mempengaruhi kegiatan pengikut melalui proses komunikasi dan menuju pencapaian beberapa tujuan atau tujuan-tujuan. (Donelly, Ivancevich & Gibson, 1985: 362)

11. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam upaya menuju pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. (Hersey & Blanchard, 1988: 86)

12. Pemimpin adalah mereka yang secara konsisten memberikan kontribusi yang efektif untuk tatanan sosial, dan yang diharapkan serta dipersepsikan melakukannya. (Hosking, 1988: 153)

13. Kepemimpinan adalah pengembangan sistem yang jelas dan lengkap terhadap harapan-harapan untuk mengidentifikasi membangkitkan dan menggunakan kekuatan dari semua sumber daya dalam organisasi dimana yang paling penting adalah orang-orangnya. (Batten, 1989: 35)

14. Kepemimpinan merupakan interaksi antara dua atau lebih anggota kelompok yang sering melibatkan penataan atau restrukturisasi situasi dan persepsi dan harapan dari anggota. Kepemimpinan terjadi ketika salah satu anggota kelompok memodifikasi motivasi atau kompetensi dari orang-orang lain dalam kelompok. Setiap anggota kelompok dapat menunjukkan beberapa jumlah kepemimpinan. (Bass, 1990: 19-20)

15. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain untuk kinerja maksimum mereka untuk menyelesaikan setiap tugas, tujuan atau proyek. (Cohen, 1990: 9)

16. Kepemimpinan adalah proses pemberian tujuan (arah yang bermakna) untuk upaya kolektif, dan menyebabkan keinginan berupaya bersedia mengembangkan untuk mencapai tujuan. (Jacobs & Jaques, 1990: 281)

17. Pemimpin adalah individu yang menetapkan arah untuk kelompok kerja individu-individu yang mendapatkan komitmen dari kelompok anggota untuk arah ini dan yang kemudian memotivasi anggota tersebut untuk mencapai sesuai hasil yang diarahkan. (Conger, 1992: 18)

18. Kepemimpinan membutuhkan penggunaan kekuatan untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan orang lain. (Zalenik, 1992)

19. Kepemimpinan adalah proses di mana satu orang menetapkan tujuan atau arah untuk satu atau lebih orang lain dan membuat mereka untuk bergerak bersama-sama dengan dia dan dengan satu sama lain dalam arah dengan kompetensi dan komitmen penuh. (Jaques & Clement, 1994: 4)

20. Kepemimpinan adalah seni memobilisasi orang lain untuk memperjuangkan aspirasi bersama. (Kouzes & Posner, 1995: 30)

Referensi:

Bass, B. M. (1981). Stodgill’s handbook of leadership: A survey of theory and research. New York: Free Press.

Bass, B. M. (1990). Bass and Stogdill’s handbook of leadership: Theory, research and managerial applications. New York: Free Press.

Batten, J. D. (1989). Tough-minded leadership. New York: AMACOM.

Cohen, W. A. (1990). The art of a leader. Englewood Cliffs, New Jersey: Jossey-Bass.

Conger, J. A. (1992). Learning to lead. San Francisco: Jossey-Bass.

Cribbin, J.J. (1981). Leadership: strategies for organizational effectiveness. New York: AMACOM.

Donelly, J. H., Ivancevich, J. M. & Gibson, J. L. (1985). Organizations: behavior, structure, processes 5th ed. Plano, Texas: Business Publications Inc.

Hemphill, J. K., & Coons, A. E. (1957). Development of the leader behavior description questionnaire. In R. M. Stodgill and A. E. Coons (Eds.), Leader behavior: Its description and measurement. Columbus, Ohio: Bureau of Business Research, Ohio State University, pp. 6-38.

Hersey, P., & Blanchard, K. (1988). Management of organizational behavior. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.

Hollander, E. P. (1978). Leadership dynamics: A practical guide to effective relationships. New York: Free Press.

Hosking, D. M. (1988). Organizing, leadership, and skilful process. Journal of Management Studies, 25, pp. 147-166.

Jacobs, T. O., & Jaques, E. (1990). Military executive leadership. In K. E. Clark and M. B. Clark (Eds.), Measures of leadership. West Orange, New Jersey: Leadership Library of America, pp 281-295.

Jaques, E., & Clement, S. D. (1994). Executive leadership: a practical guide to managing complexity. Cambridge, MA: Carson-Hall.

Katz, D., & Kahn, R. L. (1978). Social psychology of organizations, 2nd ed. New York: John Wiley.

Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (1995). The leadership challenge. San Francisco: Jossey-Bass.

Prentice, W. C. H. (19610. Understanding leadership. Harvard Business Review. September/October, Vol. 39 No. 5s p 143.

Rauch, C. F., & Behling, O. (1984). Functionalism: Basis for an alternate approach to the study of leadership. In J. G. Hunt, D. M. Hosking, C. A. Schriesheim, and R. Stewart (Eds.),  Leaders and managers: International perspectives on managerial behavior and leadership. New York: Pergamon Press, pp. 45-62.

Stogdill, R. M. (1950). Leadership, membership and organization. Psychological bulletin. 47, pp 1-14.

Stogdill, R. M. (1974). Handbook of leadership: A survey of the literature. New York: Free Press.

Tannenbaum, R., Weschler, I. R., & Massarik, F. (1961). Leadership and organization. New York: McGraw-Hill.

Zalenik, A. (1992). Managers and leaders: are they different? Harvard Business Review. March/April, p 126.

AKU TIDAK TERKENAL TIDAK APA-APA

Membaca berita ini tentang Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, saya sangat salut. Popularitas kepemimpinannya tidak dibangun dengan pola pencitraan, penyebaran secara masif spanduk/baliho yang memuat foto pribadi atau iklan cetak/elektronik di media massa, tapi diwujudkan dengan cara jitu, kerja kerja kerja. Ini sungguh membahagiakan warga Surabaya. Toh kalau hasil kerja nyatanya baik pasti pencitraan diri otomatis ikut baik di mata masyarakat.

Bandingkan dengan tokoh-tokoh Indonesia pada umumnya, kerja nyata belum terbukti tapi jargon, janji dan foto-fotonya sudah bertebaran dimana-mana. Celakanya banyak tokoh yang membiayai proses pencitraan itu bukan dari uang pribadi, banyak yang dari anggaran institusi/negara, dengan tampilan iklan dikemas sebagai iklan layanan masyarakat.

Ironis. Tokoh-tokoh macam begini kalau jadi pemimpin pasti tidak bisa “menjadi” contoh bagi masyarakatnya. Wong “memberi” contoh saja tidak sanggup. Yang memprihatinkan tokoh-tokoh semacam ini sangat banyak di Indonesia.

Yaa, semoga Ibu Risma bisa terus menjadi teladan bagi masyarakat Surabaya khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya, yang mulai muak dengan tokoh-tokoh siluman, penuh rekayasa dan kepalsuan, serta lekat dengan perilaku korup.