ISTILAH CINTA DAN STIGMA KEHIDUPAN KITA

Banyak istilah populer terkait cinta yang beredar dalam kehidupan kita.

LDR: Long Distance Relationship

CLBK: Cinta Lama Bersemi Kembali

H2C : Harap Harap Cemas

TTM : Teman Tapi Mesra

S3 : Suka Sama Suka

KKO : Kanan Kiri Oke

FLND : First Love Never Dies

GR : Gedhe Rumongso

PHP : Pemberi Harapan Palsu

CINLOK : Cinta Lokasi

CINMON : Cinta Monyet

dan masih banyak lagi.

Kebanyakan istilah-istilah itu terasa bergenre negatif. Kita perlu memahami hal ini secara lebih cermat, mengapa istilah-istilah demikian beredar di lingkungan kita. Apakah ini cermin stigma dunia cinta masyarakat kita yang lebih condong ke arah negatif? Anda tentu tahu jawabnya.

Oh ya, apakah anda juga tahu/punya istilah2 cinta selain yang tertulis di atas? Sharing dong.

CATATAN HARIAN #000.030 : WNI NOMOR 1

MAKNA HIDUP

Hidup akan kehilangan makna jika kita hanya sekedar hidup begitu saja. Sebenarnya kualitas pribadi seperti apa yang ingin kita cari dalam hidup ini? Mungkin kita perlu merenung dan menyelami keberadaan kita di dunia selama ini.

Rendah Hati
Kerendahan hati sebenarnya mengungkapkan kekuatan kita. Umumnya hanya mereka yang kuat jiwanya yang mampu bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa digambarkan seperti padi, semakin berisi semakin menunduk, bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari sisi positif, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun. Mereka lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka berbicara tentang harapan daripada penyesalan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, dan lebih suka memuji daripada iri hati.

Selalu Ceria
Memang tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria. Keceriaan juga tidak harus dilihat dari ekspresi wajah dan tubuh, namun dari sikap hatinya. Orang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Mereka juga mempunyai potensi untuk menghibur atau memberi semangat pada orang lain.

Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, mereka berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, mereka juga tidak mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau merasa kecewa dan sakit hati, mereka cenderung tidak menyalahkan siapapun. Mereka menyadari bahwa mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami atau dirasakannya.

Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang dapat menerima dan menghargai dirinya sendiri serta menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi baru ataupun yang berubah-ubah. Mereka tahu apa yang harus dilakukannya dan akan melakukannya dengan terbaik.

Easy Going
Orang yang “easy going” cenderung menganggap hidup ini ringan dan indah. Mereka tidak suka membesar-besarkan masalah yang kecil, bahkan memahami secara proporsional masalah-masalah yang besar. Mereka tidak suka mengungkit masa lalu, tidak khawatir dengan masa depan, dan tidak stres dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja menjadi pendengar yang baik, namun juga bisa menempatkan diri pada posisi kondisi orang lain. Mereka selalu mencari jalan keluar terbaik ketika terjadi konflik serta tidak suka memaksakan pendapat atau kehendaknya sendiri. Mereka selalu berusaha untuk memahami dan mengerti orang lain.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 5 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

CATATAN HARIAN #000.029 : WNI NOMOR 1

SUARA MASA

Mendengarkan lagu tempo dulu itu juga perlu setidaknya untuk menguji memori kita, bukan untuk tenggelam dalam suasana masa lalu apalagi ingin mengulang kisah jaman lampau.

Tahta itu amanah. Harta itu amanah. Wanita (bagi laki-laki) itu amanah.
Amanah itu harus dijaga.
Namanya dijaga itu artinya supaya aman.
Supaya aman itu harus dilakukan secara baik dan benar.
Baik dan benar itu maksudnya jangan sampai melanggar aturan hukum dan menabrak etika sosial.
Jadi kalau anda melakukan pelanggaran aturan hukum dan etika sosial maka tahta, harta dan wanita yang anda miliki tidak amanah.
Kalaupun anda hebat berbahasa dengan kalimat yang tertata dalam komunikasi politik/sosial anda seraya berargumen jempolan tapi rakyat sudah tahu anda tidak amanah, maka upaya anda itu sia-sia belaka.

Suara adalah cerminan hati dan pikiran.

Menonton lawakan itu perlu untuk menyegarkan pikiran, namun menonton lawakan yang santun dan logis itu lebih penting untuk meluruskan pikiran yang masih primitif.

Belajar yang terbaik bukanlah sekadar mencari ilmu pengetahuan, tapi juga belajar bagaimana cara belajar yang efektif.

Pasangan sejati ialah orang yang tak mengajak/menyarankan korupsi pada pasangannya, dan juga tak mau menerima materi apapun hasil korupsi dari pasangannya.

Janganlah anda berjanji mampu mengubah nasib seseorang, karena yang sanggup mengubah nasib orang adalah Tuhan dan orang yang bersangkutan sendiri.

Wakil rakyat bukanlah pemimpin rakyat, mereka hanyalah suruhan rakyat, maka sudah seharusnya wakil rakyat bekerja sesuai mandat/kebutuhan/keinginan rakyat, bukan malah menipu/memanfaatkan/mengeruk uang rakyat.

Pemimpin yang sukses selalu melahirkan pemimpin yang lebih baik darinya.

Dalam kondisi panas/hujan orang normal pasti cari perlindungan, apalagi dalam kondisi punya kasus/kepentingan orang pasti cari perlindungan!

Banyak orang merancukan antara keBENARan dan keBAIKan, juga antara keSALAHan dan keBURUKan.
Mestinya kita sudah tahu bahwa BENAR/SALAH itu terkait aturan/hukum sedangkan BAIK/BURUK terkait etika sosial.

Haruskah saat manusia dalam kondisi terdesak, tersungkur, tersudut, dan tergusur baru ingat Tuhan?

Orang kalau sudah tertekan sering memposisikan diri sebagai orang teraniaya, sehingga dapat berharap dapat aura positif dari kedahsyatan doa orang teraniaya. Orang demikian tersebut sungguh naif, posisi teraniaya kok pakai persepsi sendiri semaunya. Dia lupa penyebab mengapa dan kenapa dia tertekan. Pantaslah orang semacam ini kita kirimi cermin diri.

Tak ada tempat untuk manusia soliter di dunia ini. Banyak tempat untuk manusia solider saat ini.

Sengsara membawa nikmat atau nikmat membawa sengsara? Pilihan sulit. Mengapakah kita tak memilih nikmat tanpa sengsara?

Persoalan pertama tatkala bertemu teman lama ialah apakah kita ingat nama lengkap teman tersebut.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 4 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini

CATATAN HARIAN #000.027 : WNI NOMOR 1

TAKUT GAGAL?

Orang yang takut mengalami kegagalan, dan hanya memeluk rasa takutnya saja tanpa ada usaha nyata, dapat diduga 99% orang tersebut akan benar-benar mengalami kegagalan.

Kompleksitas suatu masalah seringkali tidak muncul dari substansi masalah itu sendiri, lebih sering dikarenakan sikap perilaku orang yang mendapatkan masalah tersebut.

Pertemuan bukanlah obat perpisahan.

Kalau ingin merebut KEMENANGAN setiap hari mulailah dengan budaya BANGUN PAGI.

JANGAN BERHENTI BERHARAP, kalau memang harapanmu belum kesampaian. Pantang menyerah!

Meratapi suatu masalah bukan merupakan jalan keluar.

Homines sumus, non dei. Kita ini manusia tidak sempurna, bukan malaikat atau Tuhan.

Kalau segala sesuatunya bisa direncanakan, hal itu akan lebih baik.

Merajut kain sutra tak ‘kan sama dengan merajut kawat berduri.

Tahukah anda cara jitu jadi orang populer dalam waktu singkat? 1) Lawan semua norma orang normal. Kalau aturannya pakai sepatu maka pakailah sandal jepit dan make news untuk masalah ini dengan gerakan bombastis mendatangi dan minta dukungan lembaga-lembaga yang juga mendukung ketidaknormalan. 2) Jadilah tokoh suatu organisasi yang terkenal hebat pencitraannya. Lalu korupsilah sebanyak mungkin setelah jadi tokoh senior di organisasi tersebut.

Pagi itu ……. banyak rejeki.

Jangan memuja-muji sesuatu yang suatu saat bisa MATI. Jangan pula memuja-muji sesuatu yang saat ini sudah MATI. Terlebih-lebih, janganlah memuja-muji sesuatu yang tergolong benda MATI.

Sesungguhnya tak ada pagi yang tak menjanjikan. Semua terserah pada diri kita sendiri. Mau meraup sinar cerah matahari, atau terpuruk di lorong gelap.

Gothak gathuk mathuk. Ilmu coba-coba. Trial and error, dan sering errornya. Apa mesti begitu ngurus orang banyak. Mestinya, segala sesuatu itu serahkan pada ahlinya.

Ulo marani gephuk. Wis tuwo ojo kemaruk.

Jalan berliku ……. Jangan mem-BENAR-kan yang biasa, tapi BIASA-kan yang benar.

Alhamdulillah “merebut” fajar menyingsing. Semangat berdoa, berusaha, dengan segera bertebaran di muka bumi.

Standar, Realita dan Persepsi berbeda nyata. Semakin berbeda kala menggunakan referensi yang tak sama.

Kata-kata bijakmu …. membacanya dan mendengarnya saja sudah membikin hatiku tenang, tenteram dan maknyess, apalagi kalau direalisasikan, pasti serasa dunia ini isinya surga semua.

Setiap pekerja profesional apapun selalu diikat dan didasari dengan kode etik profesinya dalam melakukan pekerjaannya. Jadi, kalau anda bekeja dan melakukannya secara tidak etis, maka anda tidak tergolong kaum profesional.

Patut diduga devisa kita cepet berkurang (banyak) karena konspirasi impor yang tak terkontrol.

Yang dibutuhkan itu orang yang punya KOMITMEN, eh yang muncul kok orang yang kerjanya cuma KOMAT-KAMIT dan minta “bayaran” mahal pula. Ampyun deh.

The best way to become acquainted with a subject is to write a book about it.

Masih adakah sebutir kebaikan anda yang bisa diberikan ke orang lain hari ini?

Yogyakarta, 2 Maret 2013
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

***** Semua tulisan ini telah dipajang di akun facebook saya. Penasaran, dan ingin tahu lebih banyak tulisan saya? Yuuk connect. Klik saja disini