Tags

, ,

Ketika orang-orang sedang asyik memprediksi hasil Pilpres 2014 (bagi saya sih sudah jelas, cuma satu putaran), saya lebih suka memprediksi situasi kondisi setelah gelaran Pilpres.

Di dunia maya:

a. Pasti banyak akun Facebook, Twitter dan sejenisnya yang menjadi pasif, karena banyak akun sengaja dibuat hanya untuk perang opini pilpres di sosmed, jadi seperti akun jadi-jadian, semacam akunnya arwah gentayangan.

b. Pertemanan yang sempat panas di sosmed selama pilpres akan menjadi sejuk lagi, upaya nge-add friend lagi, diskusi antar komunitas di grup akan gayeng lagi, apalagi ketemu hari Idul Fitri sebentar lagi tradisi maaf-maafan pun beredar di dunia maya.

c. Tingkat kepercayaan pada kebenaran materi postingan teman dan berita media online mulai meningkat lagi, karena bulan kampanye yang lalu terlalu banyak peredaran materi black dan negative campaign, serta sebaran fitnah yang tak berujung sehingga menurunkan trust pada akun teman dan media online.

Di dunia nyata:

a. Kelompok yang menang bersukacita, berpesta, gembar-gembor kemenangan dengan keragaman olah kesenangan. Semoga mereka melakukan tidak dengan cara yang berlebihan, apalagi dengan mengolok-olok pihak yang kalah. Toh orang-orang yang menikmati kekuasaan atas kemenangan tidak begitu banyak, sebagian besar dari kita toh kembali menjadi rakyat lagi.

b. Kelompok yang kalah pasti memendam rasa kecewa. Lumrah. Semoga memahami kekalahannya dan menerima dengan ikhlas, dan pantasnya mengucapkan selamat kepada yang menang secara ksatria. Kekecewaan tidak harus diluapkan dalam wujud destruktif, semoga pimpinannya bisa mengendalikan.

c. Para cukong dan investor yang kemarin ikut mendukung kelompok yang jadi pemenang mulai mencari-cari peluang, imbalan dan pengembalian. Itulah saatnya rakyat pasang mata dan aktif mengawasi.

#ILoveIndobesiaAndYou

Yogyakarta, 7 Juli 2014
Salam,
Drs. Mardoto, M.T.

Advertisements