Tags

, ,

Pada awalnya saya biasa dan membiasakan menulis status-status di https://www.facebook.com/mardoto.2012 dan https://twitter.com/mardoto serta pada beberapa grup diskusi sosmed yang saya ikuti secara lepas, tentang apa saja yang melintas dalam pikiran saya keseharian. Pokoknya tulis, tulis dan tulis. Salah satunya tentang sisi lain dari pemilihan presiden yang lagi ramai, saya memotretnya dari keriuhan survai dan polling yang mengiringi dan kini banyak bertebaran dimana-mana.

Saya tertarik fokus ke polling saja. Setelah sekian lama eksis dengan postingan-postingan ramai tersebut, saya merasa sayang kalau ungkapan pikiran itu tercecer tanpa kesan lebih kuat. Oleh sebab itu, saya berfikir perlu dikumpulkan hal-hal yang saya anggap positif itu agar menyatu dalam satu naskah dan terbaca meluas, dan kemanfaatannya lebih terasa. Dan, inilah hasil olahan status-status saya di facebook dan twitter yang akhirnya berwujud tulisan gado-gado. Tulisan ini cenderung tidak terstruktur secara sistematis, ibarat makanan bolehlah disebut nasi rames, meski benang merahnya tetap satu, tentang polling. Selamat menikmati.

Berkompetisilah secara fair. Survai, polling dan sejenisnya hanyalah sebuah indikator dan potret kondisi dalam kesementaraan. Dalam dunia politik survai, polling dan sejenisnya sudah menjadi senjata untuk mempengaruhi opini calon pemilih. Rakyat yang percaya kepada idolanya entah capres/cawapres nomor 1 atau 2 bisa jadi bagian dari perkembangan dunia survai, polling dan sejenisnya (sebagai subjek ataupun objek) apabila turut aktif berkontribusi suara sesuai haluan politik yang dianutnya. Sedangkan rakyat yang tidak mempercayai hasil survai-survai dan sejenisnya, cukup melihat saja, dan lama-lama di bawah alam sadarnya akan tergiring serta terpengaruh hasil survai, polling dan sejenisnya yang semakin banyak menjamur di sekitar kita.

Keputusan mengikuti survai, polling dan sejenisnya mutlak ada di tangan rakyat. Yang penting difahami, jaman sekarang sulit menemukan pihak pelaku survai, polling dan sejenisnya yang bertindak pure, fair dan tidak memihak. Selalu ada error saat proses itu berlangsung yang merupakan cacat bawaan secara alamiah, yang ditingkahi kepentingan pemesan survai/polling.

Sesungguhnya independensi dalam survai/polling adalah taruhan citra diri/institusi yang menggelar survai atau polling, karena terkait dengan trust. Saya secara pribadi ikut menggelar polling pilpres 2014, saya ingin tetap menjaga trust para pembaca website saya agar reputasi yang ada sekarang tidak runtuh. Polling yang saya lakukan ada di https://mardoto.com/2014/06/15/6003/ saya desain sangat independen. Hingga hari ini sudah diikuti oleh lebih dari 1000 orang. Hasil sementara per 4 Juli 2014 silakan cek langsung :

polling4juli2014

Para pendukung Prabowo-Hatta Rajasa tidak ada halangan untuk ikut polling ini, para pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tidak ada larangan ikut polling ini. Silakan beramai-ramai ajak semua teman ikut berpartisipasi di polling yang fair dan independen ini. Pada akhirnya, rakyatlah yang membuktikan kesesuaian hasil polling ini dengan kenyataan Hasil Pilpres 2014 tanggal 9 Juli 2014 yang akan datang.

Polling yang baik dan benar adalah hasil dari inputan partisipan polling dimana setiap orang hanya bisa menyumbang satu vote/suara. Namun jika polling dilakukan dengan media online sangatlah sukar hal itu dijaga. Bukan saja karena saat ini banyak orang yang bisa memiliki lebih dari satu perangkat IT, semacam HP, Ipad, laptop, atau desktop, namun juga secara teknis pengaturan berdasarkan IP Addres tidaklah terlalu signifikan untuk dilakukan. Selain itu partisipan polling online tidak bisa kita yakini sebagai representasi dari calon pemilih sebenarnya, karena kita tidak bisa menelusur usia partisipan apakah sudah memenuhi syarat sebagai seseorang yang telah memiliki hak pilih.

Polling sebenarnya bisa sebagai sarana perang opini (misalkan antara Prabowo lovers versus Jokowi lovers) secara santun dan elegan dengan hanya melalui klik vote di polling saja, dan bisa mengajak semua komunitasnya rame-rame untuk ngeklik polling biar terbaca dan terinformasikan seberapa besar kekuatan dukungan antar/tiap kelompok. Jadi dalam kompetisi ini tak perlu ada strategi black campaign atau hujat-hujatan, klik saja sebuah polling (misalnya https://mardoto.com/2014/06/15/6003/) dan buktikan dukungan kepada idolanya lewat sosmed.

Banyak pelaksana survai ataupun polling yang juga ikut bermain mempengaruhi hasil, ini yang tidak patut dilakukan, mestinya pembuat polling hanya sekadar memfasilitasi ajang perang politik lewat polling. Apapun hasilnya partisipan/konstituen yang menentukan. Oleh sebab itu, jika anda menemukan ada penyelenggara polling pilpres yang patut anda apresiasi terkait hasilnya, silakan share disini link atau uraiannya di bagian comment, untuk perbandingan serta adu hasil dengan polling yang saya buat, dengan
rujukan hasil nyata Pilpres 2014 yang segera memasuki waktu pencoblosan, 9 Juli 2014.

Yogyakarta, 4 Juli 2014
Salam,
Drs. Mardoto, M.T.

Advertisements