Tags

,

Ketika hiruk pikuk pemilihan presiden menggejala dimana-mana, dan menelurkan rasa cinta dan benci diantara pengidolanya, ada jalan terindah bagi kita disini. Lupakan rasa benci, kita bicara cinta saja.

Biarkan cinta mewarnai hidup kita lebih luas dan leluasa. Singkirkan rasa benci semaksimum mungkin. Indahnya hidup mengapa harus dikotori dengan kebencian antar manusia yang cenderung mengutamakan kultus mengkultuskan individu. Gelorakan cinta dan kita bahagia bersamanya.

1) Tak ada cinta yang tak berakhir

2) Realitas cinta pribadi belia bertabur dengan ungkapan kata, realitas cinta pribadi dewasa bertabur tindakan nyata.

3) Mencintai dan membanggakan capres yang diidolakan boleh dan normal saja, tapi janganlah perasaan itu membutakan mata anda, membodohi otak anda, atau bahkan menumpulkan kalbu anda. Para capres itu juga manusia, jangan taqlid buta, apalagi terhadap capres yang rajin kamuflase dan cuma hobby pencitraan.

images

4) Jangan terlalu membenci seseorang, ketika suatu waktu karena suatu kepentingan anda terpaksa harus mendekatinya, berkolaborasi dengannya, atau malah anda jatuh cinta padanya, anda pasti akan sulit menjelaskannya.

5) Gunakan hati saat bicara cinta, lengkapi dengan otak saat hendak membuat keputusan cinta.

6) Permulaan cinta seringkali berawal dari getaran fisik, namun janganlah pengakhiran cinta (kalau pun terpaksa harus diakhiri) diwarnai dengan pertengkaran fisik.

7) Cinta (mencintai dan dicintai) bukanlah tujuan hidup, bahagia di dunia dan akherat itulah tujuan hidup sesungguhnya. Jadi, kalau suatu cinta tidak menghantarkan anda ke tujuan hidup sesungguhnya mengapa anda merepotkan cinta itu?

Nha, bicara cinta akan lebih nyaman khan? Sejuk, nikmat dan menggairahkan. Apalagi yang engkau dustakan? Mengapa kita mesti bicara benci kalau bicara cinta lebih menarik dan menghangatkan jiwa.

Advertisements