Tags

, , , ,

Apapun dan bagaimanapun prediksi anda tentang hasil Pemilukada Jawa Barat 2013 yang dihelat pada hari Minggu, 24 Februari 2013, saya pun juga memiliki prediksi. Namanya prediksi, bisa tepat bisa meleset. Itu normal-normal saja. Namun, berdasarkan data-data yang lebih dari cukup, pantauan hasil survai dan proyeksi terkini dari kondisi pelaksanaan kampanye yang baru saja lewat, tentu harapannya prediksi ini tak akan jauh dari realita hasil Pemilukada yang terjadi.

Telah kita ketahui urutan nomor peserta Pemilukada Jawa Barat 2013 adalah sebagai berikut:

(1) Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib,

(2) Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul

(3) Dede Yusuf-Lex Laksamana

(4) Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar

(5) Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki

Inilah prediksi saya tentang Hasil Pemilukada Jawa barat 2013:

a. Tiga besar pemerolehan suara adalah : (3) Dede Yusuf-Lex Laksamana, (4) Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan (5) Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.

b. Selisih jumlah perolehan suara antara yang TERBANYAK KESATU dan KEDUA tak melebihi 10%.

c. Akan terjadi Pemilukada Putaran ke-2.

Variabel-variabel ataupun hal-hal yang berpengaruh terhadap hasil Pemilukada Jawa Barat 2013:

a. Kasus korupsi (Simulator SIM, Impor sapi dan Hambalang) mempengaruhi para pemilih dalam menentukan pilihan suara yang hendah diarahkan ke arah para kandidiat yang suka ataupun tidak suka, langsung ataupun tak langsung, dianggap punya keterkaitan sebagai sesama anggota parpol/institusi (pendukung) yang tercitrakan kurang positif.

b. Kepemimpinan wanita belum bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Jawa Barat.

c. Kandidat jalur independen tidak menjadi pilihan karena dianggap kalau terjadi masalah politis/hukum, berdasarkan realita pengalaman kasus bupati Garut, akan terjadi situasi kondisi krusial karena tidak ada parpol penyokongnya.

d. Parpol besar akan berjuang mati-matian untuk mensukseskan kandidatnya di Jawa Barat, karena jumlah suara pemilih Jabar yang besar sebagai prediksi/cerminan/barometer lumbung suara Pemilu 2014.

e. Pola copy paste keberhasilan strategi kandidat pemilukada di daerah lain (Fenomena Jokowi-Ahok di Pemilukada DKI dengan idiom kotak-kotak) tidak serta merta bisa mendongkrak pemerolehan suara, karena kualitas dan citra personal kandidat juga menjadi ukuran bagi para pemilih rasional.

Oke, mari kita tunggu ketepatan prediksi ini. Salam Indonesia.

Advertisements