Tags

PEDULIKAH ANDA DENGAN NILAI STRATEGIS INFORMASI?

Berikut ini ada beberapa hal terkait dengan nilai strategis informasi:

1. Tak ada orang yang tak ingin informasi yang sempurna. Tetapi, tetap saja tak akan ada orang yang mampu mendapatkan informasi yang sempurna.

2. Satu orang musuh lebih dari cukup untuk merusak/menyadap informasi. Satu juta teman tetaplah belum cukup untuk merusak/menyadap.

3. Proses adalah bagian yang penting dari suatu hasil untuk memperoleh. Namun tak banyak orang yg bersedia mengikuti jalur proses yg wajar, normal dan terukur untuk mendapatkan informasi. Semua maunya jalan pintas, cari gampangnya. Bila perlu dengan menabrak aturan.

4. Words, once they are printed, have a life of their own.

5. Salah satu yang membuat informasi bernilai mahal, karena ada proses up-to-date.

6. Informasi terbaik adalah yang datang tepat waktu, tepat tempat dan dikirim/diterima orang yang tepat.

7. Informasi itu secara waktu, makin lama makin turun harganya karena bisa kadaluwarsa, namun kalau semakin berkualitas, biar lama pun nggak akan turun harganya.

8. Sebuah informasi ketika harus dijadikan sebuah perintah harus memperhatikan unity of command dan control of quality informasi tersebut, karena dikhawatirkan ada penyesatan & penggangguan informasi di jalanan.

9. Dokumentasi informasi tidak harus dalam printed, bisa juga dalam bentuk file dengan ekstension macam-macam yang merujuk ke objek image, voice atau video, atau lainnya. Apapun bentuk dokumentasi informasi itu, pertanyaannya sekarang sudah legalkah semuanya untuk dijadikan alat bukti hukum di Indonesia?

10. Unlimited information, yang penting jangan sampai flooding.

11. Mengubah orientasi seseorang tidak terlalu sulit, yang penting tahu caranya, ada operasi informasi, cipta kondisi, dan lain-lain.

12. Banyak birokrat yang belum sadar data/informasi, sehingga banyak yang tidak mampu memanfaatkan data/informasi secara optimum, termasuk mengamankan data/informasi tersebut.

13. Strategi senantiasa melihat semua kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk. Bahkan strategi juga harus bisa menciptakan terbukanya suatu kemungkinan.

14. Dalam situasi tertentu pembawa data/informasi sangat mungkin bisa diabaikan keberadaannya. Hal ini bisa terjadi, salah satunya karena data/informasi telah sampai pada pihak yang dituju & kerahasiaan sumber dipertahankan. Artinya pembawa sudah tak bermakna lagi.

15. Strategi organisasi apapun selalu diawali dengan pencarian data/informasi awal oleh personel intelijen.

16. Mengapa harus takut disadap pakai perangkat Teknologi Komunikasi Informasi? Toh praktek penyadapan sesungguhnya sudah ada jaman dulu, hanya perangkatnya yang makin berkembang. Jadi yang harus dilakukan bukan aturan penyadapan yang diutak-atik terus, tapi pengguna perangkat yang bisa disadap juga yang harus faham alatnya & tahu diri batas pemanfaatan perangkat secara aman.

17. MENGETAHUI lebih awal tentang sesuatu hal belum tentu menjadikan bermanfaat bagi yang mengetahui, kalau yang bersangkutan tidak mengetahui MANFAAT dari apa-apa yang diketahuinya.

18. Adalah hak asasi manusia untuk keinginan/menjadi orang kaya, sepanjang kekayaannya diperoleh dengan cara yang tidak melanggar HAM, serta kekayaannya tidak digunakan untuk melanggar HAM orang lain.

19. Intelijen saat ini bukan domain aparat militer/keamanan semata. Perusahaan berkembang/modern yang maju sekarang banyak memelihara personel yg berfungsi/punya kemampuan intelijen untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin berat & kompleks. Maka UU Intelijen semakin penting muncul demi pengaturan multi bidang yang lebih baik.

20. Informasi tidak pernah menemui masa ajal.

Yogyakarta, 18 September 2012

Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

Advertisements