BUKU TAMU

welcome drink

Di beranda ini saya menemui anda, menerima dengan lapang dada serta hati terbuka untuk berkenalan, berkomunikasi, bertegur sapa.

Siapa tahu kita menjadi teman bicara, sahabat berkarya , rekan suka dan duka dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan sukacita saya mengundang anda untuk mengisi lembaran ini yang telah terbuka. Terima kasih atas kunjungannya dan perhatiannya.

Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

8 Comments

  1. Anggoro says:

    Ijin bang produk hukum dari Sesneg alamat web sitenya : http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_perundangan&Itemid=42

    Like

  2. Anggoro says:

    Ijin saran bang untuk melengkapi agar ditambahkan alamat pencari undang undang, PP dll di Webside nya Sesneg bang. Terimakasih.

    Like

    1. Mardoto says:

      Oke pak Anggoro, akan kita persiapkan. Semoga bermanfaat. Salam, http://www.mardoto.com

      Like

  3. lilik untoro says:

    selamat pagi Dan… saya sangat setuju dengan tulisan komandan terkait perang asimetris…. dengan kondisi yang ada saat ini, perlu kiranya kita mengembangkan strategi khusus perang asimetris yang ampuh sekaligus mengupayakan sistem counter untuk mengantisipasi serangan asimetris dari orang2 yang tidak bertanggung jawab. kalau kita amati situasi dan perkembangan saat ini, musuh tidak saja datang dari luar, tetapi musuh dalam slimutlah yang sangat perlu diwaspadai yakni orang-orang dan oknum-oknum yang mengalami degradasi moral, mental, nasionalisme dan patriotisme…… pembinaan jati diri bangsa perlu lebih ditingkatkan karena setiap saat situsi akan cenderung berubah dan berubah. Hal ini perlu diantisipasi dengan pembinaan jati diri dan karakter bangsa yang lebih simultan dan berkelanjutan yang itu semua merupakan bagian dari nation building……..

    Like

    1. Mardoto says:

      Bersyukurlah kita punya pemahaman sama. Semoga kita bisa berkontribusi secara maksimum untuk bangsa dan negara tercinta, Republik Indonesia. Salam.

      Like

  4. burdian says:

    god

    Like

  5. Richy Fathin says:

    Nama :Ricky Abdul Fathin
    NIM :12/328077/DPA/00253
    Prodi :D3 Rekam Medis
    Kelas :B

    Apakah masih perlu materi kuliah Kewarganegaraan bagi mahasiswa?
    Referensi dari : yantifitriyani.blogspot.com/
    Pendidikan kewarganegaraan sebagai dasar pembentukan kualitas diri dalam menumbuhkan kembangkan kesadaran sikap dan perilaku mahasiswa dalam kehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan. Karena itu pendidikan kewarganegaraan sangat sentral dalam mewujudkan mahasiswa mahasiswi Indonesia yang dapat hidup berbangsa dan bernegara yang baik sebagaimana yang diharapkan oleh bangsa dan Negara. Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi mahasiswa dan mahasiswi dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.
    Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan mahasiswa mahasiswi sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam berkehidupan berkebangsaan dan bernegara.
    PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
    Membuahkan sikap mental bersifat intelegen penuh tanggung jawab dari mahasiswa dengan perilaku yang beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, berfikir filosofis, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas dan ikut serta dalam kehidupan berkebangsaan dan bernegaraan yang aktif. Pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa juga sangat diperlukan untuk mewujudkan mahasiswa dan mahasiswi yang sadar bela negara yang berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa dan bernegara Pendidikan Kewarganegaraan bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa melalui pendidikan kewarganegaraan sangat diharapkan mampu mengantisipasi hari esok yang tidak pasti dan selalu terkait dam konteks dinamika budaya bangsa dan Negara serta dalam hubungan internasional dan pandangan yang luas serta kesadaran dalam bernegara untuk membela Negara dan memiliki pola sikap dan perilaku yang mencintai tanah air berdasarkan pancasila karena semua ini sangat dibutuhkan dalam menjaga keutuhan dan tegaknya Negara Republik Indonesia. Setiap warga mempunyai hak dan kewajiban, terutama kesadaran akan bela negara yang pasti akan tercermin dalam perbuatan maupun perkataanya apabila seorang warga Negara dapat merasakan bahwa konsep demokrasi dan hak asasi manusia merupakan nal hal yang paling sesuai dalam kehidupan sehari hari.
    Sikap tersebut dapat di praktekkan dalam kehidupan sehari hati dengan menerapkan pola seperti berikut :
    1. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
    2. Berbudi pekerti luhur
    3. Disiplin dalam bermasyarakat, bergangsa dan barnegara
    4. Dinamis, rasional, selalu sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara
    5. Bersikap profesional dalam menjiwai peranan untuk selalu membela Negara
    6. Selalu mengamati dan mengamalkan nilai nilai yang terkandung dalam falsafah bangsa
    7. Mengoptimalkan ilmu pengetahuan dan teknologi
    Dengan adanya mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang didapat oleh mahasiswa diharapkan mampu menganalisa dan memahami masalah masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya dengan konsisten sesuai dengan cita-cita yang terkandung dalam pembukaan UUD 45.
    Karena mahasiswa adalah generasi penerus bangsa generasi yang diharapkan dapat melaksanakan cita cita dan tujuan dari masyarakat Indonesia.
    Dengan mempelajari mata kuliah pendidikan kewarganegaraan mahasiswa sangat diharapkan mampu memahami, menangani serta menjawab masalah masalah yang ada sesuai dengan cita cita yang terdapat dalam pembukaan UUD 45.
    BANGSA DAN NEGARA
    Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan,adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri. Atau bisa diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bangsa dan wilayah tertentu dimuka bumi. Sedangkan Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusiaa yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.
    Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok mausia yang sama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.Kewarganegaraan mempunyai dua artian yaitu sebagai berikut :
    a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
    – Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukuman antara orang-orang dengan negara.
    – Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosionak, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
    b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil
    – Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.
    – Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukan pada akibat hukum dan status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara.
    Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.
    Pentingnya pendidikan kewarganegaraan masih dianggap tidak penting karena dalam penilaian tiap warga negara pendidikan kewarganegaraan hanya sebagai pendidikan wajib di sekolah dan perguruan tinggi tanpa disadari manfaat yang nyata dari pendidikan kewarganegaraan. Sehingga sering mengabaikan apa sebenarnya manfaat dan tujuan pentingnya pendidikan kewarganegaraan.
    Pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa dibutuhkan saat ini. Dengan keadaan bangsa yang dalam gejolak krisis saat ini, mahasiswa patut untuk ditumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah airnya.bagaimanapun mahasiswa adalah generasi pengganti bangsa ini di masa mendatang. Dengan pemahaman yang baik dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai aturan, maka diharapkan akan terbentuk suatu jajaran generasi pengganti yang diharapkan dapat mengganti kebiasaan buruk para pejabat bangsa ini. Selain itu generasi yang mengerti dan faham akan berwarga negara Indonesia, harapan untuk kemajuan bangsa ini akan terlaksana. Membangun warga negara yang dimiliki sadar hukum yang tinggi tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan waktu yang tidak sedikit dalam membangun rakyat dan pejabat bangsa ini memiliki kesadaran hukum yang baik dan merasa berkewajiban untuk membangun negaranya. Hal inilah yang perlu terus-menerus dibenahi dalam membangun masyarakat Indonesia yang maju dan makmur.
    Maka dengan demikian para mahasiswa dapat memahami segala bentuk hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan dapat membentuk mahasiswanya untuk menjadi warga negara indonesia yang aktif tidak ada alasan bagi mahasiswa Indonesia untuk menolak ataupun meremehkan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

    Menurut saya Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting.
    Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan, kerena ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata. Mahasiswa juga bukanlah hanya sekedar orang yang belajar di perguruan tinggi. Tapi pengertia mahasiswa lebih dari itu. Mahasiswa adalah seorang “agent of change”.
    1. Mahasiswa senantiasa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen baik hardskill ataupun softskill.
    2. Mengikuti segala peraturan yang telah kampus berikan guna mendidik mahasiswa menjadi manusia yang disiplin.
    3. Mahasiswa yang senantiasa mengikuti perkembangan politik di negaranya.
    4. Mencerminkan etika dan perilaku sebagai pelajar yang terdidik guna menjadi contoh bagi para pelajar lainya.
    5. Mampu berfikir positif dalam masalah-masalah yang dihadapi.

    Like

  6. Pertanyan : Apakah masih perlu mata kuliah kewarganegaraan bagi mahasiswa ?

    Mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selal terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara dan hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, sikap dan perilaku cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara kesatuan Republik Indonesia.

    Tujuan utama pendidikan kewaganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan
    kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri warga negara Republik Indonesia. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.

    Pengembangan nilai, sikap dan kepribadian diperlukan pembekalan kepada peserta didik di Indonesia yang diantaranya dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilm Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar.

    Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya ia dapat merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari-hari.

    Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :

    1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
    2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    3. Rasional, dinamis dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
    4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
    5. Aktif memanfaatkan ilm pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.

    Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945”.

    Dalam prjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai-nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    Setiap kali kita mendengar kata kewarganegaraan, secara tidak langsung otak merespon dan mengaitkan kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada saat sekolah. Bisa jadi kata kewarganegaraan di dalam memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraanyang harus dipelajari, dah ternyata saat kuliah juga ada. Dah di dalam bangku perkuliahan kita akan mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran setelah terpecah dari PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pada awalnya digabung menjadi satu, karena isi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri bersumber dari Pancasila itu sendiri. Selanjutnya dipecah menjadi mata pelajaran sendiri karena Pendidikan Kewarganegaraan dianggap penting untuk diajarkan kepada siswa dan dalam Pendidikan kewarganegaraan diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih luas dan tidak hanya bersumber langsung dari Pancasila.
    Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan bagi sebagian mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila pada tahap dua, atau bahkan tidak jauh beda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan Sejarah Bangsa. Beberapa materinya memang berkaitan ataupun sama. Itulah mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu “dianak tirikan” dalam percaturan dunia pendidikan. Menurut orang kebanyakan, lebih penting belajar matematika daripada PKn.

    Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang, diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu Negara.

    Negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung yang besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut memiliki. Masyarakat harus disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada negaranya, bersatu padu dalam rasa yang sama untuk menghadapi krisis budaya, kepercayaan, moral dan lain-lain. Negara harus menggambarkan image pada masyarakat agar timbul rasa bangga dah keinginan untuk melindungi serta mempertahankan negara kita. Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah sarana tepat untuk memberikan gambaran secara langsung tentang hal-hal yang bersangkutan tentang kewarganegaraan pada mahasiswa.

    Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting. Dalam konteks Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif dan kreatifitas. Pendidikan itu mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.

    Seperti yang pernah diungkapkan salah satu rektor sebuah universitas, “tanpa Pendidikan Kewarganegaraan yang tepat akan lahir masyarakat egois. Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akan menjadi penjara dan neraka dalam artian menjadi sumber konflik. Pendidikan, lewat kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait dengan strategi kebudayaan.”

    Pada hakikatnya Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu upaya yang sadar dan juga terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara. Demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara. Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi ilmu tentang tata Negara, menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa serta moral bangsa, maka takkan sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan kehidupan dan kejayaan Indonesia.

    Kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan antara lain agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM, agar mahasiswa mampu beradaptasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai, agar mahasiswa memiliki kepedulian dan mamp beradaptasi dalam upaya menyelesaikan konflik di dalam masyarakat dengan dilandasi nilaii-nilai moral, agama dan nilai-nilau universal, agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik, agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak.

    Pendidikan Kewarganegaraan lah yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab. Karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan begitu saja melainkan harus dipelajari dan dialami oleh masing-masing orang. Apalagi negara kita sedang menuju menjadi negara yang demokratis, maka secara tidak langsung warga negaranya harus lebih aktif dan partisipatif. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa harus mempelajarinya, yang akan terus dan terus melindungi Negara walaupun akan banyak aral merintang di depan.

    Kita semua tau bahwa Pendidikan Kewarganegaraan mengajarkan bagaimana warga negara itu tidak hanya tunduk dan patuh terhadap negara, tetapi juga mengajarkan bahwa sesungguhnya warga negara itu harus toleran dan mandiri. Pendidikan ini membuat setiap generasi baru memiliki ilmu pengetahuan, pengembangan keahlian dan juga pengembangan karakter publik. Pengembangan komunikasi dengan lingkungan yang lebih luas juga tercakup dalam Pendidikan Kewarganegaraan, akan lebih baik lagi jika Pendidikan ini dimanfaatkan untuk pengembangan diri seluas-luasnya.

    Perguruan Tinggi perlu mendapatkan Pendidikan Kewarganegaraan karena Perguruan Tinggi sebagai institusi ilmiah bertugas secara terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan Perguruan Tinggi sebagai instrumen nasional bertugas sebagai pencetak kader-kader pemimpin bangsa.

    Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi diberikan pemahaman filosofi secara ilmiah meliputi pokok-pokok bahasan, yaitu : Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik dan Strategi Nasional.

    Kesimpulan

    Demi terwujudnya generasi penerus yang mempunyai jiwa kebangsaan yang kuat ataupun jiwa nasionalisme saya menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sebagai mata kuliah dasar umum.

    Referensi :
    http://tristanlucu.blogspot.com/2009/05/pentingnya-pendidikan-kewarganegaraan.html
    http://setyoelins.wordpress.com
    http://ichnurezha.wordpress.com

    Nama : Ridwan Budiman
    NIM : 12/337266/DPA/02102
    Prodi : Rekam Medis
    Kelas : B

    Like

Comments are closed.