Tags

BERKOMUNIKASI TERUS TANPA MEMASUKKAN KEPENTINGAN PRIBADI, NYAMAN LHO.

Dua hari ini saya merasakan pengalaman yang banyak, indah dan nyaman. Yang saya bicarakan tentu terkait dengan kerja dan pekerjaan. Saya merasa menerima banyak keuntungan dengan penerapan berkomunikasi yang terukur dan terbuka, ke jajaran atas, ke samping, dan ke bawah. Juga ke dalam institusi saya, maupun dengan institusi di luar kantor saya.

Saya mengambil makna sederhana dari silaturrahim yang saya terapkan pada pola komunikasi saya selama ini.
Saya berfikir, dan pernah menerima pemahaman, banyak silaturrahim melalui dunia nyata (tatap muka) maupun dunia maya (FB, email, HP, dan sejenisnya) akan membuat diri ini panjang umur dan tidak merasa sendirian. Sekaligus memudahkan terlaksananya kegiatan kita keseharian. Nha, pola komunikasi saya juga berbasis silaturrahim itu. Memahami semua orang adalah penting dan bermanfaat, perlu disapa dan diajak bicara. Proporsional tentu tak bisa dihindari, tepat bahan bicara, waktu dan kepentingan.

Cuma, selalu saja saya membatasi sendiri, kalau dalam kaitan tugas/dinas saya tak pernah/ingin mencampuradukkan dengan kepentingan pribadi. Saya berusaha keras menghindarkan kepentingan pribadi jangan sampai masuk ranah profesional/pekerjaan biar terasa dan ternyata saya betul-betul bekerja sesuai aturan yang berlaku. Dengan cara ini komunikasi pun menjadi enak, tanpa beban, tanpa takut bias kepentingan.

Yang penting tetap menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Kadang menyapa pun saya lakukan, meski belum ada hal khusus yang perlu dikomunikasikan. Say hello, ternyata bagian yang pantas kita lakukan keseharian. Karena, salam, sapa dan ingat, itu bagian yang membuat orang bisa cepat memahami satu sama lain, pada saat ada yang betul-betul secara kedinasan harus berkomunikasi intens.

Jangka panjang apa yang bisa saya peroleh? Saya yakin, dengan berkomunikasi terus, proporsional tanpa kepentingan pribadi dalam eksekusi pekerjaan, saya merasa sedang berinvestasi, Insya Allah suatu saat kelak tinggal memanen hasilnya.

Yogyakarta, 29 Juni 2012
Salam,
Mardoto, Drs., M.T.

Advertisements