Tags

,

Seorang pemancing sedang beraksi di tepi telaga. Tiba-tiba pancingnya terasa ditarik ikan, sangat kencang. Saking kerasnya dia tak sanggup mempertahankan pancing miliknya, akhirnya pancingan itu jatuh ke telaga.

Pemancing itu sangat sedih kehilangan alat pancingnya. Maka dia berdoa secara serius dan khusuk kepada Tuhan, agar bisa mendapat kembali alat pancing kesayangannya.

Seketika di depannya dari dalam telaga muncul alat pancing super bagus, terbuat dari emas, mengarah padanya. Sejurus dengan itu, muncul suara, “Inikah alat pancingmu?”

Sang pemancing yang selama ini terkenal kejujurannya itu, menyahut, “Bukan”.

Lalu lenyaplah alat pancing emas, berganti muncul alat pancing terbuat dari perak.

“Ini alat pancingmu?”, ada suara lagi menanyainya.

“Bukan” jawab si pemancing.

Kemudian lenyap juga alat pancing perak tersebut, berganti muncul alat pancing berantakan, senarnya dan perlengkapan lainnya sudah nggak karuan wujudnya, “Yang ini punyamu?”.

“Oh, iya, betul. Terima kasih.”

Diterimakanlah alat pancing rusak itu ke sang pemancing. Sang pemancing pun bersuka cita alat pancingnya sudah terpegang lagi, meski dalam kondisi amburadul.

Dan dalam sekejap waktu berikutnya suara muncul lagi, “Karena kamu orang jujur maka terimalah juga alat pancing emas dan perak ini, sebagai tanda penghargaan untukmu”.

Bergegas pulanglah dia dengan hati senang seraya menenteng tiga alat pancing, termasuk yang emas.

Sampai di rumah dikisahkan kejadian ini kepada istrinya. Mendengar cerita ini, sang istri sangat penasaran, ingin mencoba memancing juga, karena dia juga merasa sebagai orang jujur. Maka pergilah perempuan istri pemancing itu ke tepian telaga, diikuti suaminya dari belakang. Lalu dia lemparkan alat pancingnya kuat-kuat ke tengah telaga.

Karena saking semangatnya, lemparan itu mengakibatkan tubuh perempuan itu ikut terhempas jatuh ke telaga. Demi melihat kejadian yang tak disangka-sangka itu, sang suami kaget dan terhenyak bukan main. Sialnya lelaki pemancing itu rupanya nggak bisa berenang.

Maka yang dilakukan segera olehnya adalah berdoa sekuat jiwa agar sang istri diselamatkan oleh Tuhan dan dikembalikan padanya.

Tiba-tiba tak berselang lama, dari dalam telaga muncul di depannya sesosok perempuan cantik berwajah mirip bintang film, yang kecantikannya tergolong super elok jika dibandingkan dengan rupa istrinya. Bersamaan dengan kejadian ini muncul suara bertanya, “Inikah istrimu?”

Pemancing itu spontan menjawab, “Iya, betul, betul ini istriku!”. Maka perempuan cantik itu diserahkanlah ke lelaki pemancing. Besukacitalah lelaki itu, oleh sebab itu dia hendak segera pulang ke rumah membawa temuan nan menawan. Di benaknya telah berkecamuk aneka rencana, sepulang dari telaga. Saat bangkit dari tempat dia berada di tepian telaga, mau beranjak pulang, tiba-tiba muncul suara menggelegar, “Hei, lelaki pemancing, ternyata kamu tidak jujur?”

Lelaki pemancing itu terperangah sesaat, terdiam tanpa berucap untuk menjawab. Namun tak begitu lama, sang pemancing itu menyahut, “Iya, iya, maaf, maaf deh. Saya takut, kalau jujur, nanti saya malah bingung bagaimana cara mengurus tiga perempuan.”

Advertisements