Tags

, ,

1. Saya ingin katakan, sebelumnya saya sudah pernah menulis usulan semacam ini di website ini juga, silakan cek disini.

2. Tak perlu :

untuk kondisi pengelolaan BBM untuk rakyat yang belum sempurna hingga saat ini, karena banyak variabel terkait : konstitusi, kesejahteraan rakyat, subsidi, APBN, undang-undang, ekonomi nasional dan internasional, kondisi politik dalam dan luar negeri, tokoh politik, jual citra demi 2014, ya pokoknya banyak sekali manusia-manusia yang ingin mendompleng persoalan BBM.

3. Kita harus berpikir ke depan, tanpa melupakan masa lalu, tanpa mengabaikan hak rakyat, tanpa menyengsarakan rakyat, tanpa destruktif, tanpa memangkas hak politik kebijakan eksekutif, dan tanpa banyak komentar model legislator. Prinsip usulan ini, bahwa sampai pada pemanfaatan BBM itu, ada proses yang harus kita fahami : BBM (Objek) -> Penjualan (Sarana/Prasarana SPBU, Harga subsidi/tidak) -> Konsumen (Segala macam kendaraan, Jerigen untuk eceran, Kapal, dll). Bagaimanakah cara pengelolaan BBM untuk rakyat yang saya usulkan?

4. HAL-HAL YANG SAYA USULKAN :

a. Karena situasi dan kondisi keadilan sosial (kesejahteraan rakyat) di Indonesia secara substantif belum kondusif dan belum membanggakan, maka SUBSIDI BBM BIARKAN BERJALAN SEPERTI SEKARANG INI, JANGAN DIUTAK-ATIK LAGI, hal ini sangat sensitif dijadikan isu sosial dan politik.

b. Karena kebutuhan beragam dari masyarakat terhadap berbagai jenis BBM, maka DI SPBU HARUS TETAP DIJUAL BBM BERSUBSIDI (PREMIUM) DAN YANG TIDAK BERSUBSIDI (PERTAMAX) SEPERTI SEKARANG INI, yang perbandingan jumlah pengucur premium (BBM bersubsidi) dan pertamax (BBM tak bersubsidi) setiap periode waktu (katakanlah tiap enam bulan) tertentu disesuaikan, dengan target makin hari jumlah pengucur premium semakin sedikit, pengucur pertamax makin banyak.

c. Karena sekarang kita sudah tahu ada masalah dengan pengelolaan BBM terkait subsidi harga jualnya, dan orang yang mampu beli kendaraan harus difahamkan untuk itu, maka UNTUK EKSEKUTIF BUATLAH KEBIJAKAN/KEPUTUSAN BARU (NGGAK PERLU SAMPAI BIKIN/MERUBAH UU) UNTUK SETIAP KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH, YANG BARU DIBELI, KATAKANLAH PER 1 JULI 2012, DIWAJIBKAN MENGGUNAKAN/MENGKONSUMSI BBM NON SUBSIDI. Bagaimanakah cara memilahkan kendaraan baru ini dengan kendaraan yang sudah lama jalan? BUATLAH DISAIN BARU PLAT NOMOR BARU YANG MENCOLOK BAGI BANYAK ORANG DAN PETUGAS PENJUALAN BBM DI SPBU, sehingga gampang secara teknis identifikasinya.

d. Hal yang ada di point 4.c. juga bisa diperlakukan untuk SETIAP KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA YANG BARU DIBELI, tapi waktunya jangan sekarang ini, bisa saja PER 1 JANUARI 2013. Sehingga dalam tenggang waktu yang cukup orang yang sudah tahu kalau beli kendaraan bermotor roda dua yang baru nantinya harus minum BBM tanpa subsidi, mereka akan menyiapkan mental dan mestinya mengukur kemampuan ekonominya juga.

e. Kemudian, berbasis usia teknis dan usia ekonomis kendaraan, EKSEKUTIF HARUS MEMBUAT KEBIJAKAN/KEPUTUSAN BARU (NGGAK PERLU SAMPAI BIKIN/MERUBAH UU) UNTUK SETIAP KENDARAAN BERMOTOR, RODA DUA, RODA EMPAT ATAU LEBIH, YANG USIANYA SUDAH 20 TAHUN LEBIH, KATAKANLAH KENDARAAN YANG DIPRODUKSI (DIBELI) PADA TANGGAL 1 JULI 1992 ATAU SEBELUMNYA, JUGA DIWAJIBKAN MENGGUNAKAN/MENGKONSUMSI BBM NON SUBSIDI. Bagaimanakah cara memilahkan kendaraan kelompok ini dengan kendaraan lainnya, ya seperti point 4.c. BERIKAN DISAIN PLAT NOMOR BARU YANG MENCOLOK BAGI BANYAK ORANG DAN PETUGAS PENJUALAN BBM DI SPBU PADA SAAT KENDARAAN INI HARUS BERGANTI PLAT LIMA TAHUNAN/PEMBAYARAN PAJAK, sehingga gampang secara teknis identifikasinya. Untuk kebijakan ini setiap tahun dapat disesuaikan dengan progress batas waktu yang maju setahun. Sehingga lama-lama kendaraan yang minum BBM bersubsidi akan terkurangi sesuai perjalanan waktu.

f. Untuk mendampingi kebijakan ini, setiap kendaraan yang membeli BBM Bersubsidi (entah mobil, motor, jerrycan, dll) harus dicatat oleh Petugas SPBU, nomor kendaraan, jenisnya, cc-nya, dan identitas lainnya sesuai kebutuhan. Orang/pengemudianya nggak perlu dicatat, nanti menyinggung perasaan ybs dan bisa menuangkan emosi. Pencatatan ini sejatinya untuk mendeteksi niat buruk sebagian rakyat yang akan memanfaatkan peluang dengan kulakan BBM bersubsidi berulang-ulang. Ya namanya usaha, pasti ada saja ulah yang nekad semacam ini dari jutaan rakyat Indonesia. Untuk kegiatan ini memang dibutuhkan tambahan petugas pencatat di setiap SPBU, ada pengeluaran ekstra, tapi saya perkirakan nggak terlalu besar.

g. Kebijakan/cara ini simple, hanya dengan menyesuaikan DESAIN PLAT NOMOR SAJA, tapi efektifitasnya ditanggung lebih aman dan tidak menimbulkan gejolak. Bagaimanakah pengaruhnya terhadap ketahan APBN dan harga BBM yang fluktuatif, kadang melambung kadang menurun, tidak usah terlalu dipermasalahkan, karena lama kelamaan jumlah konsumen BBM bersubsidi secara alamiah dan secara teknis akan menurun. Dan kesadaran rakyat semakin lama diperkirakan semakin muncul dengan baik kala melihat rasionalitas harga BBM yang secara keekonomian memang mahal. Sementara itu BBM yang disubsidi ini mulai terlihat nggak tepat sasaran.

h. Bahwa setiap kebijakan nggak akan mudah diterima oleh semua pihak itu wajar, namun kebijakan yang masih pro rakyat dengan logika realitas yang kuat pasti akan dapat disetujui untuk dijalankan, daripada kebijakan bohong-bohongan yang bahkan sering menabrak konstitusi/uu dan pelaksanaannya banyak penyimpangan. (Ditulis dengan hati oleh DRS. MARDOTO, M.T., Yogyakarta ; Apabila ada yang memanfaatkan gagasan ini, mohon disebutkan sumbernya).

Adakah komentar anda?

Advertisements