Tags

,

Asmara dan Teknologi Komunikasi Informasi (TKI) bisa jadi merupakan tema yang menarik untuk ditulis dan dibicarakan. Dua dunia tapi merasuki semua sisi kehidupan manusia. Dari mulai anak-anak sampai kakek nenek. Antara laki-laki dan perempuan. Berasal dari barat sampai belahan timur dunia. Ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, sampai hankam, bisa diterobos oleh kisah Asmara dan TKI ini. Semuanyalah.

Sebuah keindahan di lautan TKI

Sebagaimana lazimnya sebuah teknologi yang kita ketahui, TKI juga mempunyai sisi positif dan negatif. Untuk yang positif, okelah, disini kita tidak perlu bahas lebih dalam. Sisi negatifnya TKI yang perlu kiranya kita kupas, dilihat dari kacamata sosiologi manusia, khususnya masalah asmara. Sebab, jika kita tidak memahami dengan baik tentang hal ini, perkembangan TKI yang harusnya memudahkan, membantu dan membuat dunia ini menjadi indah berbalut asmara, bisa jadi malah menganggu, bahkan menghancurkan kisah asmara yang suci, menjadi berantakan.

Banyak orang mendapatkan pasangan lewat internet, tetapi ada juga orang juga dicampakkan pujaan hati lewat SMS. Kehadiran TKI dalam dunia asmara memang semakin maju. Bukan hanya sekadar alat penghubung tapi juga bisa berfungsi sebagai detektif sampai “satpam”. Bahkan TKI juga bisa jadi alat pemisah. Nah, jika tidak berhati-hati, kecanggihan TKI yang baik malah bisa berbalik merugikan kehidupan asmara anda.

Mari kita telusuri sisi negatif TKI yang mungkin juga ada kejadiannya di sekitar anda.

SIBUK SENDIRI DENGAN TKI MESKI PASANGAN BERADA DALAM SATU KAMAR!

Ketak-ketik di BlackBerry atau telepon selular cerdas anda nyaris tak bisa berhenti bahkan sampai detik terakhir sebelum tidur, saat anda ada di kamar berdua dengan pasangan anda. Mengaku? Seringkali anda lebih fokus pada TKI jenis ini, ketimbang pasangan yang duduk manis di sebelah. Bahkan pasangan anda mungkin sudah tiduran disamping anda, malah-malah telah memberi isyarat menuju keindahan asmara berdua. Interaksi anda berdua kerapkali tak terwujud, bahkan kurang maksimal karena kehadiran aktivitas dan gangguan yang masuk melalui gadget Anda. Kesannya, seperti menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh.

Mestinya bagaimana? Jangan biarkan perangkat TKI anda mengurangi kualitas hubungan anda dengan orang terdekat. Usahakan sebisa mungkin melupakan perangkat TKI anda barang beberapa waktu dan berbincanglah dengan pasangan anda, teman makan malam, atau keluarga. Bagaimanapun sentuhan personal dan interaksi saat tatap muka penting untuk meningkatkan kualitas hubungan walau Anda sudah saling berkabar seharian lewat pesan singkat, ataupun ber-say hello dengan voice. Kalau memang sedang tidak mau diganggu/terganggu pasangan/orang lain, ambillah tempat yang agak menjauh. Bila perlu jangan berada satu kamar tidur untuk sementara waktu, selama ingin menggunakan perangkat TKI anda.

SIAPA YANG ANDA DAHULUKAN?

Apa yang anda lakukan ketika baru bangun tidur? Memeluk pasangan, mencium si buah hati, atau memeriksa sms di perangkat TKI anda? Jawaban yang terakhir mungkin lebih banyak dipilih saat ini. Anda boleh percaya, ataupun tidak percaya. Namun kenyataan membuktikan. Silakan bertanya secara sampling ke orang-orang sekitar anda. Pasti banyak jawaban yang menyetujui pendapat ini.

Ternyata, perangkat TKI semacam HP saat ini sudah berubah jadi prioritas ketimbang orang tersayang di sekitar anda? Kalau dulu mungkin didominasi menghidupkan televisi saat orang melakukan aktivitas pertama setelah bangun pagi, sekarang telah berubah. Berapa kali anda harus melepaskan genggaman saat menonton bioskop dengan kekasih karena harus memeriksa sms? Kerap juga pembicaraan penting dengan pasangan terganggu karena ada tanda pesan masuk di HP. Bisa jadi sms yang masuk secara tiba-tiba itu juga akhirnya yang merubah suasana pembicaraan anda dengan pasangan. Yang awalnya nyaman-nyaman saja, tapi sesaat kemudian menjadi hambar, bahkan banyak juga memunculkan perseteruan antar pasangan karena timbul kecurigaan atas tingkat kemesraan isi sms yang diterima.

Mestinya bagaimana? Jangan membiarkan diri Anda “dijajah” perangkat TKI, karena perangkat TKI jaman sekarang seperti kaum imperilasme model baru, selalu minta diperhatikan. Selalu tetapkan batasan kapan anda bisa terus memeriksa pesan di HP dan kapan anda bisa benar-benar fokus untuk berinteraksi dengan pasangan. Orang tersayang anda pasti kecewa jika ia dinomorduakan, apalagi dinomorsembilankan meski oleh benda elektronik, yang mestinya tak sebanding dengan keberadaan pasangan anda. Matikan HP saat berada di suatu tempat dengan pasangan anda mungkin lebih baik.

TAMPILAN DI JEJARING SOSIAL

Semakin berkembang TKI, semakin luas pula media yang bisa menjadi ladang penghimpunan jejaring sosial antar manusia. Internet dapat menjadi tempat untuk berbagai macam hal, termasuk tempat menunjukkan eksistensi manusia, siapapun juga. Menulis status di FB, sebagai contoh. Bisa menjadi sumber konflik dengan pasangan. Ataupun tanda tanya bagi orang dekat yang tahu status sesungguhnya. “Kok status Facebook kamu masih single, kan kita sudah jadian?” ; “Pasang foto sama aku dong di avatar Twitter?” ; “Lho, kok sudah married di FB?”

Hal-hal tersebut seperti hal kecil, namun sesungguhnya hal itu dapat menjadi sumber masalah besar. Muncul konflik dengan pasangan, atau dengan keluarga anda. Kata sayang atau komitmen kini tak cukup lagi hanya ditunjukkan secara tatap muka langsung. Status di internet pun penting untuk mengukuhkan sebuah hubungan. Jika kekasih keberatan, maka potensi konflik bisa terjadi. Dianggap masih ingin cari pacar, tidak mau menunjukkan sudah punya istri, atau bahkan dituduh tidak sayang jika tidak mau memajang eksistensi orang tersayang di situs jejaring sosial! Padahal setiap orang punya alasan dan preferensinya masing-masing. Meskipun sebagian besar pengguna internet memaklumi, bahwa apa yang ada di internet, termasuk status FB, foto-foto yang dipajang, jangan pernah dipercaya APA ADANYA 100%, tapi juga jangan pernah diabaikan (dianggap bohong) REKAYASA 100%.

Bisa saja sang kekasih menolak mengungkap terlalu banyak kisah pribadi atau kehidupan cintanya di jejaring sosial karena lebih banyak menggunakannya untuk urusan pekerjaan ataupun studinya. Bicarakan hal ini baik-baik dan jangan jadikan sebagai tuntutan. Jika ia memang siap membuka kehidupan pribadinya ke publik, tanpa diminta pun ia akan senang hati memasang status in a relationship atau married di profil jejaring sosialnya. Disinilah perlunya kebijaksanaan pribadi dalam menggunakan perangkat TKI semacam internet/FB dan memahami plus minusnya dampak jejaring sosial secara publik.

HI, ADA SPIONASE

Penguntit atau stalker era masa kini memang berbeda dengan jaman Alfred Hitchcock. Sekarang, tak lagi perlu keluar rumah untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan kekasih, di mana ia berada, hingga dengan siapa ia pergi. Cukup intip-intip status jejaring sosialnya atau bahkan lengkapi ponselnya dengan aplikasi berbasis GPS sehingga mudah melacak keberadaannya. Ini juga menjadi potensi konflik karena tak sedikit pasangan yang cemburu buta. Kekasih dan mantannya sama-sama ‘check-in’ foursquare di mal tertentu dan bukan berarti mereka sedang bersama. Bisa saja kebetulan ada di tempat yang sama. Atau kasus lain, jika pasangan Anda terlalu sering mention seseorang di Twitter, nge-like di FB, maka anda secara otomatis membuka profil orang tersebut: Siapa dia dan apa hubungannya dengan kekasih anda.

Apakah dalam situasi konfrontasi Anda lebih percaya internet ketimbang ucapan pasangan? Apalagi jika pasangan saling tahu password. Secara berkala pasti akan ada aktivitas saling memeriksa inbox atau aktivitas dan pertemanannya di situs tersebut secara diam-diam. Nha, melelahkan sekali ya jadi kekasih zaman sekarang. Mungkin banyak yang sudah lupa pada yang namanya TRUST dalam suatu hubungan. Karena itu jangan lupakan komunikasi tatap muka langsung agar hubungan tetap kuat tanpa perlu sibuk menjadi penguntit di dunia maya.

Apa artinya? Tidak selalu anda dan pasangan anda mesti connect di dunia maya, tetapi tidak/jarang terhubung di dunia nyata. Ini harus dibicarakan berdua. Kalau TRUST nyata ada, terhubung di dunia nyata sudah lebih dari cukup, yang penting dijaga kualitasnya. Jadi peran spionase sesungguhnya tak perlu dimainkan antar pasangan kalau saling percaya.

TUKANG EVALUASI

“Pasangan baru kamu narsis banget ya, lihat saja fotonya di FB.” ; “Kayaknya teman baru kamu orangnya aneh deh kalau aku lihat Twitternya.” ; “Uh, komennya si X kok nyerempet-nyerempet terus ya?”. Ketika bertemu atau mendengar nama orang baru, tak jarang yang dilakukan adalah mencari akun jejaring sosialnya atau menelusuri namanya di mesin pencari. Hasil pencarian akun jejaring sosialnya pun bermacam-macam. Ada yang positif, ada yang negatif. Tapi sering hasil pencarian itu dijadikan bahan untuk menilai orang tersebut. Bisa jadi Anda membatalkan peryemuan hanya karena melihat “keanehan” pada akun jejaring sosialnya.

Seperti halnya jangan menilai buku hanya dari covernya, jangan pula menilai seseorang hanya dari akun jejaring sosialnya. Memang akun jejaring sosialnya bisa memberikan gambaran tentang orang tersebut, tapi tak ada salahnya bertemu langsung dan siapa tahu ia tak seperti yang anda duga. Orang secara umum senang mengevaluasi orang lain, makanya apa yang tampil di internet, FB, Twitter atau Blog yang anda punyai bisa jadi dianggap orang sebagai representasi anda secara utuh, entah fisik, pikiran atau perilaku. Oleh sebab itu, apa yang anda tampilkan silakan dikemas sedemikian rupa sehingga tidak memunculkan mis-persepsi, karena penilaian orang terhadap anda dicari cara gampangnya dari foto atau tulisan di status, terus langsung disimpulkan. Cara ini sering memunculkan salah pengertian.

SELINGKUH BERBASIS TKI

Ini yang paling berpotensi menimbulkan konflik antar pasangan. Beberapa studi mengatakan aktivitas yang tinggi pada situs jejaring sosial bisa membuka potensi selingkuh. Kemudahan untuk menggoda dan berhubungan dengan teman lama bisa membuka pintu baru untuk main api. Sekadar berteman atau sudah masuk ke kategori selingkuh? Batasan norma antar komunitas pun kini semakin abu-abu dengan adanya fitur-fitur di jejaring sosial. Jangan biarkan hal ini terjadi pada hubungan anda. Kuncinya, tetap pertahankan kualitas komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan. Kuatkan hubungan anda lewat interaksi secara langsung dan tetap saling berkabar lewat perangkat TKI yang anda punyai. Jangan biarkan internet dan perangkat TKI merusak hubungan asmara anda yang begitu berharga.

Kunci saling percaya antar pasangan memang dapat mengurangi potensi munculnya masalah dan konflik berbasis TKI. Wilayah abu-abu dunia nyata dan dunia maya memang membutuhkan kacamata pribadi yang matang dan cerdas dalam mengarungi segala kemungkinan yang terjadi dari dampak negatif perkembangan TKI. Semoga bermanfaat.

Anda punya komentar? Pengalaman pribadi? Silakan di-share disini.

Advertisements