Tags

,

Pintar? Punya pengetahuan? Oke. Bagus.
Namun karakternya rusak? Ya, amit-amit. Jangan dipilih deh.

Jadi, kita tidak perlu orang pintar?
Oh, salah. Kita butuh, bahkan sangat butuh orang pintar, yang sekaligus karakternya jempolan.

Siapa yang pintar mestinya tidak membodohi rakyatnya, malah memintarkan rakyatnya, karena karakter jempolan

Kalau sekadar pintar, bisa terperosok
Banyak jalan menuju Korupsi, Kolusi, Nepotisme, dan orang pintar tahu itu.
Tapi karena karakternya memang brengsek jalan sesat itupun tetap (seringnya) dilakoni.
Sehingga korban keburukan karakternya banyak sekali.
Hi.

Oh, Indonesiaku.
Majulah, Jayalah.

Advertisements