Tags

,

Tidak hanya pemerintah yang memberi penghargaan atas capaian Manny Pacquiao di atas ring. Atas jasanya mengharumkan nama bangsa di kancah tinju dunia, Pacquiao dihadiahi promosi kemiliteran. Petinju Filipina, Manny Pacquiao, mendapat kenaikan pangkat, menjadi Letnan Kolonel pasukan cadangan Angkatan Darat Filipina, pada Senin, 5 Desember 2011. Kendati demikian, kecil peluang bagi petinju berjuluk PacMan ini untuk terjun di medan pertempuran. Pacquiao, yang juga merupakan anggota kongres yang mewakili Provinsi Sangani, mengenakan seragam hijau zaitun formal dan lencana pada upacara sederhana di markas besar militer di Manila.

Panglima AD Filipina menyatakan harapannya agar Pacquiao, yang telah menjadi juara dunia tinju untuk delapan kelas berbeda, dapat menginspirasi warga lain agar mau bergabung dengan militer. “Ia dapat membantu perekrutan warga Filipina yang patriotis untuk bergabung dengan kekuatan cadangan, sebab kami berusaha keras untuk membangun kekuatan sebagai salah satu komponen besar dari AD kelas dunia, yang merupakan sumber kebanggaan nasional,” ucap Panglima AD. Panglima AD juga mengatakan, jika Pacquiao dapat membantu penerapan program tentara masuk desa untuk menjangkau warga masyarakat di pedesaan. Panglima AD Fiilipina menyatakan, jika Pacquiao terdaftar sebagai anggota tentara cadangan dengan pangkat sersan pada 2006, kemudian dipromosikan menjadi sersan mayor tiga tahun kemudian sebagai penghargaan atas keberhasilannya menjadi petinju kelas dunia.

Bagaimanapun, menurut juru bicara AD Filipina, Pacquiao tidak diberikan pangkat Letnan Kolonel karena statusnya sebagai pahlawan tinju Filipina. “Militer memberikan pangkat sesuai pada (tentara) cadangan sesuai dengan posisinya di pemerintahan. Anggota kongres setara dengan Letnan Kolonel,” kata Cabunoc, sambil menambahkan kalau keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Benigno Aquino. Pacquiao memenangi kursi pertamanya di parlemen pada tahun lalu, dan berhak atas pangkat yang lebih tinggi setelah terpilih sebagai anggota kongres.

Menjawab kritik yang dialamatkan kepadanya terkait kualifikasinya di bidang militer, Pacquiao mengakui kalau dirinya bukan tentara, namun ia mengatakan ia dapat membantu militer melalui jalur-jalur non-perang. “Jujur, saya tidak terlatih untuk operasi militer. Tapi anugerah pangkat ini harus pula menekankan, bahwa pasukan cadangan, selalu mendahulukan profesional sipil dan menomorduakan personel militer. Saya, anggota kongres merasa bangga berhak menyandang pangkat ini,” jelas Pacquiao. Pacquiao dikenal sebagai salah satu sosok yang berhasil keluar dari kemiskinan, dan kemudian menjadi salah satu atlet terkaya di dunia, serta dikenal sebagai salah satu sosok berpengaruh di Filipina.

Banyak yang tahu, Pacquaio selain seorang petinju, juga merupakan politikus. Pacquiao menyandang jabatan salah satu wakil rakyat untuk provinsi Sarangani. Tapi, publik di luar Filipina tak banyak yang tahu, terkait kegiatan Pacquiao di bidang kemiliteran. Memang, Pacquiao tak pernah ikut latihan atau pendidikan kemiliteran. Tapi, pangkat yang didapatnya tak begitu saja diberikan padanya. Pangkat yang berada di pundaknya, didapatnya secara bertahap. Pertama kali Pacquiao dianugerahi pangkat kemiliteran, karena jasanya di bidang olahraga dan politik.

Apa yang dapat kita pelajari dari strategi militer Filipina yang memberikan pangkat di pundak jagoan tinju dari Filipina itu? Tentu ada beberapa hal yang patut kita renungkan:

1. Upaya bela negara memang selalu dan harus digelorakan dengan beragam cara, salah satunya memberikan kebanggaan kebangsaan kepada warganegara yang berprestasi, entah dalam bidang olahraga ataupun seni budaya. Penghargaan dapat berupa uang seperti Pemerintah kita kepada atlet-atlet kita yang berprestasi di SEA Games barusan, atau beasiswa sampai tingkai S3 untuk siswa-siswi cerdas kita di bidang sains yang berprestasi dan membanggakan negaranya lewat jalur olimpiade keilmuan, atau pangkat kemiliteran sebagai pasukan cadangan seperti sang petinju Filipina.

2. Pemberian pangkat militer ini juga mempunyai 2 maksud, selain sebagai kebanggaan bagi yang bersangkutan karena prestasinya, namun juga sebagai motivasi untuk warganegara lainnya agar juga berusaha berprestasi tingkat internasional dalam bidang apapun yang bisa dibanggakan bangsanya, juga diharapkan meningkatkan minat generasi muda masuk militer.

3. Sinergi pertahanan menjadi nyata terlihat sebagai tanggungjawab semua komponen bangsa, militer sebagai komponen utama, sedangkan warganegara lainnya dengan beragam profesi sebagai komponen cadangan, selain rakyat kebanyakan sebagai komponen pendukung. Karena Belanegara maupun Ikut dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara (sesungguhnya dan di hampir semua negara) adalah Hak dan Kewajiban seluruh warganegara.

4. Dengan cara berfikir yang sama untuk negara tercinta, INDONESIA, apakah kita boleh berfikir militer kita pantas juga memberikan pangkat ke jagoan tinju kita, Chris John? Kalau jawabnya oke, pangkat apa ya yang pantas untuk Chris John, menurut anda?

Advertisements