Tags

Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Delanggu Jawa Tengah yang memotret kondisi wawasan kebangsaan generasi muda saat ini, seakan melengkapi realitas ini, karena dinyatakan oleh peneliti bahwa permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pembentukan wawasan kebangsaan siswa, yang berakibat merosotnya kualitas kepribadian dan kesadaran akan makna dari kehidupan [Awan Rynugra Matresna, 2007].

Dua penelitian tersebut di atas dan maraknya pernikahan dini merupakan fenomena sosial sepak terjang generasi muda Indonesia yang semakin membuat miris kita jika dikaitkan dengan impian Indonesia masa depan. , seperti banyaknya demonstrasi yang berakhir rusuh, tawuran antar mahasiswa/pelajar dengan perilaku destruktif merusak sekolah/kampus, banyaknya generasi potensial terjerat narkoba, tindak pidana kriminal berat, bahkan terlibat kejahatan transnasional. Semua ini ditengarai sebagai indikator menurunnya wawasan kebangsaan generasi muda. Apabila hal ini tidak segera diantisipasi secara cermat, bukan tidak mungkin pada masa mendatang kondisi demikian menjadi suatu hal yang tidak dapat dibendung lagi oleh siapa pun, dan berimplikasi luas terhadap kondisi masa depan Indonesia.

Pembentukan wawasan kebangsaan pada dasarnya dipengaruhi banyak faktor, berasal dari dalam diri generasi muda (internal) maupun dari luar diri generasi muda (eksternal). Pada hakekatnya tidak ada faktor tunggal yang otomatis mempengaruhi pembentukan wawasan kebangsaan. Faktor-faktor dimaksud antara lain, globalisasi, perkembangan teknologi komunikasi informasi (TKI), akitivitas generasi muda dalam membaca buku kewarganegaraan, sarana prasarana pendidikan, eksistensi guru/dosen, tokoh dan orang tua sebagai mediator proses pembelajaran, daya adaptasi, pelaksanaan pengajaran pendidikan kewarganegaraan, dan law enforcement.

MELIHAT SERI 1 : WAWASAN KEBANGSAAN
MELIHAT SERI 2 : WAWASAN KEBANGSAAN

BERSAMBUNG KE SERI 4 : WAWASAN KEBANGSAAN

Advertisements