Tags

Ada logika, itu logis.
Ada keindahan, itu indah.
Tapi, adakah yang tahu kalau logika itu indah?

Pernahkah anda mendengar bahwa 2 garis yang sejajar suatu saat akan bertemu di suatu titik?
Pernahkah anda menggambarkan akar suatu bilangan negatif?
Tahukah anda hasil jumlahan dari 1+3+5+7+9+11+13+15+ …… sampai berapapun bisa dihitung?
Tahukah anda bentuk suatu bangunan bagaimanapun rupanya bisa dihitung volumenya dengan bantuan zat cair?
Tahukah anda jaman sekarang mencalonkan presiden bertumpu pada angka-angka statistik dengan judul besar survai politik?
Tahukah anda nasib seorang pemimpin tergantung jumlah angka-angka yang muncul dalam voting maupun mosi tidak percaya?

Itulah nyata-nyata cara berfikir dan bertindak berbasis logika.
Suatu kehidupan nyata yang indah, segala sesuatunya bersanding dengan logika, meski dalam batas-batasnya.

Apakah ini semua menunjukkan betapa kita tidak bisa terlepas dari logika dan keindahan dalam hidup ini?
Menurut saya, memang begitulah adanya.
Jadi kalau kita membuat suatu keputusan yang tidak logis pada dasarnya sama saja kita merusak keindahan hidup ini.
Sama maknanya kalau kita berlaku dengan mengabaikan keindahan, meremehkan estetika apalagi etika, sesungguhnya kita sedang menampilkan ketidaklogisan dalam hidup ini.
Sebagai manusia kita tidak boleh memisahkan perpaduan antara logika dan keindahan.
Karena hal ini memang dua variabel yang mewarnai kehidupan kita.

Kita sering mendapatkan pembenaran yang sebenarnya salah, bahwa laki-laki itu rasional yang berarti dekat dengan pola pikir logika, sedangkan wanita kerap kita katakan hidupnya penuh dengan emosional, yang berarti dekat dengan keindahan. Sesungguhnya, laki-laki dan perempuan sama saja, mesti hidup dalam kerangka logika dan keindahan. Hanya tergantung pribadi masing-masing bagaimana meramunya dalam kehidupannya secara proporsional.

Setelah membaca tulisan ini, anda sudah makin memahamikah logika dan keindahan itu ada hubungannya?
Sungguh indah itu logika. Percaya?
Bacalah kalimat berikut ini, peninggalan dari ucapan Napoleon Bonaparte, dengan cara baca dari arah depan ke belakang, atau sebaliknya.

ABLE WAS I ERE I SAW ELBA

Bagaimana? Indah dan logis kha ……
Apa komentar anda?

Advertisements