Tags

Aksesoris yang menempel di sebagian besar baju-baju dinas tokoh-tokoh kita seringkali merumbai-rumbai, menjuntai-juntai. Itukah bukti kehebatan dedikasi tokoh-tokoh kita selama ini? Bermakna mendalamkah aksesoris-aksesoris itu bagi rakyat kebanyakan? Apalagi bagi kaum akar rumput yang bisanya kagum, kagum, kagum, dan akhirnya bingung sendiri, menggumam darimanakah datangnya aneka aksesoris yang murah meriah itu ….

Aksesoris-aksesoris ibarat tanda jasa yang harus disematkan di dada untuk menunjukkan keberadaannya pada suatu peristiwa. Setidaknya ada nilai balas budi. Dan balas budi yang terhormat dan abadi berupa pajangan aksesoris. Aksesoris bernilai sakral bagi yang empunya, tatkala hadirnya di pakaian pemakai memang proporsional dengan kiprah yang dilakukan. Kalau tak ada kesetaraan keringat dengan eksistensi aksesoris itu, justru menjadi aneh. Namun, di dunia memang banyak yang aneh. Tak pernah berjasa, tapi (sering) minta diakui punya jasa. Tak bernilai bagi rakyat kebanyakan, tapi (sering) minta pengakuan bahwa perannya aduhai, berlipat-lipat, seperti satu baju tak cukup lagi dengan rentetan tempelan aksesoris.

Wouw, ingin dipahlawankan! Pahlawan dengan aneka jasa. Meskipun banyak rakyat bingung dan gusar, sulit mencari catatan kepahlawanan manusia-manusia tengik begini. Aksesoris tanda jasa memang mudah dibeli mana saja, sehingga kalau pun ada aturan pencatatan aksesoris, orang-orang yang kebliger tanda jasa tetap tidak peduli hal tersebut. Pencatatan dianggap sebagai gerakan administrasi belaka. Celakanya, wujud jasa yang memunculkan aksesoris di bajunya juga tidak pernah ditunjukkan sebagai ada relasi yang mestinya nyata.

Jadi? Ternyata banyak pahlawan kita. Apalagi dalam perjuangan kemerdekaan. Mereka pahlawan gagah berani, tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa ingin dihormati dan disembah-sembah, 100% ikhlas, dan tanpa ada yang punya kerajinan, sekaligus keranjingan, memajang aksesoris tanda jasa di bajunya! Mereka seperti sepakat untuk memajang tanda jasa di hati rakyat dengan kiprah nyata pembebasan rakyat dari penderitaan dan penjajahan.

Jaman sekarang? Banyak juga pahlawan berseliweran di sekitar kita. Kita mudah menemukannya dengan ciri khas yang menyolok, beragam tanda jasa menempel di kekain yang dikenakan, aksesoris-aksesoris yang dibanggakannya, sendiri, karena rakyat kebanyakan tak pernah faham, jasa apa sesungguhnya yang dapat dibanggakan dari mereka. Padahal para pemakai rangkaian tanda jasa itu, sepertinya tidak peduli isyarat tulisan ini, maka mereka akan tetap memakainya, dan memakainya, karena mereka merasa pantas mendapat gelar Pahlawan Tanda Jasa, ya betul, sebab mereka mempertahankan tanda jasa sebagai aksesoris semaunya, meski dalam kenyataannya tak pernah memiliki jasa kepahlawanan secuilpun (dalam ukuran negara dan bangsa), kecuali jasa untuk pribadinya sendiri, keluarganya ataupun kelompoknya. Huh!

Advertisements