Tags

Ada tokoh/pejabat melakukan korupsi, ditangkap, diadili, divonis, dan dipenjara. Proses ini kalau berjalan dengan baik dan benar, sesuai adagium keadilan substantif, maka dapat dipastikan ada efek jera muncul yang menghampiri pelaku korupsi tersebut, maupun calon-calon koruptor, sekecil apapun. Jika ternyata pada waktu berikutnya masih banyak, bahkan makin banyak, terjadinya korupsi, hal ini menunjukkan ada 3 teori kemungkinan.

PERTAMA, kejadian tersebut dan proses peradilannya tidak terdengar ataupun tidak tersampaikan informasinya ke para (calon) koruptor berikutnya. Maka kita tak bisa menilai efek jera kalau terjadi kondisi seperti ini.

KEDUA, kejadian tersebut dan proses peradilannya terdengar/tersampaikan informasinya secara baik ke para (calon) koruptor berikutnya, namun mereka beranggapan proses dan hasilnya tergolong ringan (bisa dibuat ringanlah vonisnya, dan tentu tidak sesuai dengan keadilan substantif). Disini jelas, tidak muncul efek jera, karena toh bisa diatur segalanya. Calon koruptor berfikir, emang gua pikirin tuh aparat hukum! Nyatanya bisa dikadalin, kasih uang habis perkara. Entah di proses awal pemberkasan, entah di proses peradilannya, ataupun di penjaranya!

KETIGA, kejadian tersebut dan proses peradilannya terdengar/tersampaikan informasinya secara baik ke para (calon) koruptor berikutnya, vonisnya normal sesuai standar kasus dan prosedur peradilan yang berbasis keadilan substantif. Mestinya, realitas demikian normalnya sudah memunculkan efek jera, calon koruptor berikutnya takut berbuat korupsi. Lha, kalau masih banyak korupsi, apa maknanya? TOKOH/PEJABATNYA memang super ndableg. Tidak mengenal lagi dosa, tidak takut lagi akherat, sudah terkena racun dunia. Siap-siap saja negara dan bangsa yang dihuni banyak pejabat/tokoh semacam ini yang tidak punya rasa jera atau malu berbuat melanggar konstitusi/hukum, pada saatnya kalau rakyat sudah PUTUS ASA bisa timbul efek domino, efek bola salju, dan efek mematikan yang mengerikan. Bisa jadi rakyat lebih tidak jera lagi untuk berbuat yang melebihi daripada yang dilakukan para pejabat/tokoh yang korup!

Anda memahami itu?

Advertisements