Tags

Kemarau, jarang hujan, panas sana sini, sumber air menipis, banyak manusia protes. Mengeluh.
Musim hujan, banjir sana sini, lalu lintas jalanan makin macet, jemuran (alamiah) tak mudah kering, banyak manusia protes. Mengeluh lagi.

Coba lihat, ada berapa banyak manusia yang saat kemarau dan menyongsong musim hujan melakukan tindakan-tindakan terhadap lingkungan sekitarnya secara benar? Begitu pula sebaliknya, berapa banyak manusia yang saat musim hujan dan menyongsong kemarau mau melakukan tindakan-tindakan beradab terhadap lingkungan sekitarnya secara baik? Misalnya, tidak buang sampah sembarangan di sungai-sungai, tidak menebang pohon-pohon semaunya, membuat sumur peresapan/biopori, melakukan penghijauan dengan penanaman tumbuh-tumbuhan yang keras, mengurangi kadar emisi gas karbon, meminimumkan pemakaian produk-produk plastik, mengatur rumah dan lingkungannya dengan penggunaan energi yang efisien/hemat, penggunaan air yang terkendali, dan merawat fasilitas umum/sosial bersama-sama. Banyak hal yang semestinya bisa dilakukan, namun paling banyak yang dilakukan manusia jaman sekarang cuma mengeluh dan mengeluh! Tindakan nyata yang lingkup kecil saja di sekitarnya malas melakukan. Begitukah perilaku kita? Semoga kita tidak termasuk manusia yang jenis demikian.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Mari mulai dari diri sendiri memunculkan kesadaran hidup dan berkehidupan yang berbasis sadar lingkungan.

Advertisements