Tags

Bertemu dengan generasi muda, anggota Resimen Mahasiswa dan siswa-siswa SLTA, dalam forum Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, pada hari sabtu, 15 Oktober 2011, sangat menyenangkan dan menarik. Bahkan sangat membanggakan.

Ada satu pertanyaan menarik yang dilontarkan salah satu peserta PPBN, “Bagaimana menghindari Organisasi Terlarang?”. Barangkali tulisan ini dapat sedikit memberi pemahaman tentang masalah tersebut.

Kondisi sekarang memang sulit, banyak organisasi politik, sosial dan kemasyarakatan yang muncul, silih berganti, kadang warnanya nggak jelas. Tujuannya sering tersamar. Anggaran yang digunakan untuk menjalankan organisasinya sering terkamuflasekan, bahkan sengaja dikamuflasekan. Oleh sebab itu sebagai anak bangsa yang sadar untuk hidup eksis di negeri ini dengan pola hidup yang patuh dengan aturan dan undang-undang dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menjadi agak rumit kalau mau ikut berkiprah keorganisasian secara baik dan benar dengan kenyataan tersebut di atas.

Organisasi yang terlarang, bahkan organisasi yang legal tapi sesungguhnya “diam-diam” mengusung tujuan terlarang secara aturan dan undang-undang bisa kita hindari dengan beberapa pengamatan/pendeteksian sebagai berikut:

1. Organisasi yang benar dan baik serta sesuai ketentuan hukum kita, biasanya terdaftar dengan jelas pada instansi terkait. Nama dan alamat organisasi jelas, pengurusnya bisa diketahui dengan gampang. Bahkan dasar-dasar organisasi semacam AD/ART dapat dipelajari dengan mudah. Bagi siapapun yang ingin tahu keorganisasian itu tidak dihalangi aksesnya, mereka terbuka.

2. Kegiatan organisasi yang normal biasanya terbuka, bisa diikuti dengan mudah sepak terjangnya, tidak ngumpet-ngumpet. Bahkan sering dipublikasikan secara luas.

3. Pola perekrutan anggota juga fair, tidak terselubung, tidak ada tipu-tipu antara tujuan, kegiatan dan sisi positif/negatif kegiatan yang mungkin ada yang mungkin ditanyakan calon anggota. Tidak terlalu dengan iming-iming ataupun janji-janji yang muluk-muluk, apalagi dengan janji ketemu bidadari di surga! Janji memberi kebebasan ataupun kekayaan saja masih patut dipertanyakan urgensinya, apalagi janji akhirat. Ini yang harus diwaspadai.

4. Organisasi Terlarang sering awalnya memberi kenikmatan semu pada anggota, memberikan banyak kemudahan ataupun “bantuan materiil”/pinjaman-pinjaman tak mengikat ataupun motivasi-motivasi yang menarik, namun lama-lama setelah terjadi ikatan yang menguat dari (calon) anggota terhadap organisasi tersebut, maka saat itulah niat organisasi itu pelan-pelan disusupkan, dengan pendalaman jaring-jaring serta pengubahan otak maupun hati/perilaku. Sehingga akhirnya sulit melepaskan, ada ketergantungan, dan akhirnya disitulah beban-beban untuk tujuan/perluasan keorganisasian diberikan ke anggota bahkan sampai dengan kesiapan diri dengan menghadapi resiko terburuk, nyawa sekalipun. Wouw. Pokoknya halus deh caranya.

5. Siapa yang sering disasar organisasi terlarang? Seringkali orang yang dalam kondisi labil, sunyi dan “punya masalah”. Kondisi ini memudahkan masuknya hasutan-hasutan dan godaan-godaan dari organisasi terlarang. Kalau orang yang berprinsip, bisa terpengaruh bisa juga tidak terpengaruh. Cara paling mudah supaya tetap punya kesadaran dan terhindar dari hal-hal begini ya membuat aktivitas-aktivitas pribadi yang positif dalam kehidupan nyata, jangan banyak waktu lengang yang terbuang yang akhirnya nggak jelas kemana angin bergerak mengikut saja. Kemudian dari setiap kita juga harus punya target-target positif dalam periode tertentu, sebagai ukuran pencapaian hidup.

6. Cara lain menghindari organisasi terlarang, yaitu jangan mudah fanatik dengan tokoh ataupun orang-orang tertentu. Biasakan punya second opinion. Biasakan belajar sesuatu, kehidupan sosial atau agama, dari banyak tokoh, dan banyak sumber. Mengapa kita harus terkekang dengan kata-kata orang/tokoh/referensi tertentu sementara kita bisa menemukan adanya hal-hal berbeda dengan yang lain? Sehingga nggak mudah bagi kita tergiring pada chauvisme ke kelompok/organisai tertentu. Fahamilah nggak ada kebenaran absolut di dunia. Yang ada dan takdir dunia itu adalah hidup yang colourful dengan keanekaragaman warna kulit, kelompok, suku, agama serta gagasan/prinsip manusia. Yang penting proporsional dan nggak ada yang mendominasi.

Anda punya komentar? Saya tunggu dengan senang dan penuh kebanggaan. I love Indonesia and You!

Advertisements