ADUH KASIHAN WANITA ITU

Sungguh aku tak menyangka kisah ini ada diantara kehidupan kita secara nyata saat ini. Apakah kisahnya?

Seorang wanita yang telah berkeluarga dan jelas melek teknologi informasi, sehingga secara normal dapat digolongkan sebagai pengguna internet aktif untuk aktivitas di jejaring sosial semacam facebook dan tweeter. Tapi dalam kegiatan berinternet ria, siapa yang tahu dibalik itu, dia hidup di dunia maya dengan penuh tekanan. Mengapa? Karena setiap menerima comment/like dari para sahabatnya pada status yang ditulisnya seringkali menuai masalah dengan pasangannya. Entah didamprat, entah diremove itu comment/like. Begitupun sebaliknya, comment/like yang ditulis pada status temannya seringkali dalam waktu yang tak begitu lama sudah hilang, entah diremove atau terremove. Siapa yang menghilangkannya? Patut diduga suaminya. Rupanya kecurigaan never ending, padahal akun dia dan pasangannya connect juga. Artinya, kalau nulis aneh-aneh atau menyalahgunakan akunnya khan mudah terlihat, terpantau, namun khan ga perlu sampai eksekusi dengan remove segala. Kesan sahabat-sahabatnya untuk perilaku remove-remove ini bisa menimbulkan dugaan ada problem komunikasi di rumah tangga tersebut yang nggak beres.

Lho, akunnya di dunia maya bisa “dipakai/diterobos” suaminya? Sepertinya iya. Ga tahu caranya. Sepertinya bayangan suaminya selalu mengikutinya di dunia maya, kemanapun dia pergi, apapun yang dilakukan selalu terendus. Tampaklah dia stress berat untuk masalah ini. Ach, sampai sebegitukah? Mengapa harus terjadi hal seperti ini?

Sungguh telah kita ketahui, hak berkomunikasi dan kebebasan berpendapat tidak mengenal gender, semua sama, sudah berkeluarga atau belum, hak asasinya sama, pasangannya nggak boleh membatasi. Betapa orang mau hidup di dunia maya saja begitu beratnya tantangan yang harus dihadapi, terpenjara dalam dunia kecil semacam itu. Kecuali, kalau karena hidup nyaman di dunia maya dengan aneka aktivitasnya yang menarik, terus mengabaikan kewajiban diri/tanggungjawabnya di dunia nyata. Oh, kasihan wanita itu.

Oke, lepaskanlah perilaku buruk menekan satu sama lain. Hidup merdekalah satu sama lain, dalam berkomunikasi, dalam hidup di dunia maya maupun dunia nyata, dengan kepercayaan, kepercayaan dan kepercayaan penuh. Asal bertanggungjawab dengan semua aktivitas dan perilakunya, dan tetap menjaga komitmen batas-batas, setia dengan komitmen berdua, sampai kapanpun. Waspada dan curiga memang bumbu cinta, namun bukan berarti mengijinkan kita untuk intervensi dan boleh melakukan hidup pengekangan.

Menurut pendapat anda?

4 Comments

  1. enykusum says:

    saya sibuk kerja, tapi kalo malam suka iseng2 fban kadang dg anak dan suami….kalo ada yg agak aneh dan nyeleneh komentarin lama (temen SMP & SMA), suami dan anak saya paling geleng2 kepala….mereka tau ko saya ciuma bercanda…
    Fban bisa juga untuk menghilangkan stress dan menambah kesehatan/kekebalan tubuh karena bisa bercanda dan berkomunikansi dengan teman2 lama/ teman2 masa kecil..

    Like

  2. Bundalala says:

    Saya melihat intinya adalah masalah trust (percaya) and respect (menghormati).
    kalo 2 hal itu dah ada pada setiap pasangan, kemungkinan hal-hal itu terjadi akan semakin kecil.
    dengan catatan, kedua hal tadi dilakukan oleh ke-2nya,karena saya meyakini, hubungan antara 2 manusia adalah hubungan yang saling (resiplokal/berbalasan).
    mungkin akan jadi pertanyaan, kenapa saya ndak milih loyalty (kesetiaan)? karena saya melihat, loyalty bisa dilakukan oleh hanya satu orang saja.
    ^_^

    Like

  3. rivafauziah says:

    dunia maya memang penuh fenomena, ditambah lagi dengan maraknya jejaring sosial fb dan twter.. dan memang banyak kejadian2 seperti tersebut diatas.. ! tidak menutup kemungkinan karena rasa tidak saling percaya dan menghargai.
    Rasa tidak saling percaya inilah yg menyebabkan semua itu terjadi, **dan biasanya telah ada sesuatu kejadi yg kurang baik atau kesalahan di salah satu pihak di masa lampau atau ada kenangan pahit menganai dunia maya.
    Semua tergantung dari indifidu masing2 dalam menyikapi ini, apalagi dengan maraknya jejaring sosial akhirnya timbul kata2 CLBK – Copy darat – dan entah apa lagi namanya yg ujung2nya ada perselingkuhan,…

    Yg dilakukan dalam FB biasanya :
    1. saling Colek
    2. Kasih Komentar
    3. Kirim Pesan
    4. Minta Nomor HP
    5. SMS an
    6. kopi darat,
    7. ….

    he3x.. artikelnya sangat menarik,,, terima kasih pencerahanya..

    ***blog juga salah satu seni dan kreasi*****

    Like

  4. mas mulyo says:

    gmn pandangan bapak kalo terjadi sebaliknya? ada istri yang facebooknya diobok2 mungkin oleh suaminya (Tentu tanpa ijin), wong diantara mereka gak saling konnect,berkali2 istri ngeadd tp tdk dikonfirm oleh suaminya padahal si istri gap-tech, gak bisa obok2 balik, solusinya gimana ya pak?

    *solusinya ya komunikasi yg baik dong. kayaknya saya kenal dng mas mulyo nhe, he he …

    Like

Comments are closed.