Tags

, , , ,

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 15 November 2010 pukul 00.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

1. Kegempaan. Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut: Jenis Gempa 15 Nov 2010 00-12 WIB Vulkanik 12 kali, Tremor beruntun, Guguran 14 kali.

2. Visual. Dilaporkan dari pengamat di lapangan, cuaca kabut mendominasi visual G. Merapi sejak dini hari hingga siang hari. Angin bertiup dari Timur ke Barat hingga Barat Laut. Saat cuaca cerah, tampak kondisi visual sebagai berikut: teramati asap putih keabuan hingga putih kecoklatan dengan tinggi asap 1300 m dengan arah condong ke Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut. Kolom asap setinggi 900 m berwarna putih kecoklatan bertekanan kuat teramati di semua tempat pengamatan pada pukul 06:58 WIB. Hujan abu, terjadi di Ketep pukul 06:58 WIB. Guguran lava terlihat mengarah ke K. Gendol dengan jarak luncur 600 m pada pukul 06:29 WIB. Dari CCTV Deles dan Museum, saat cuaca cerah terekam api diam pada pukul 03:19-04:28 WIB.

3. Awas Lahar. Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. tringsing, dan K. Apu.

4. Kesimpulan. Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka status aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G. Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar.

5. Rekomendasi. Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

a. Agar dilakukan penyelidikan abu gunung api yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.

b. Tidak ada aktivitas penduduk di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awan panas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat laut meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.

c. Ancaman bahaya erupsi G. Merapi untuk masing-masing wilayah kabupaten sebagai berikut:

Catatan: Wilayah yang berada pada jarak 300 m dari bibir K. Krasak, Kab. Magelang dan K. Woro, Kab. Klaten, ancaman bahaya erupsi G. Merapi dalam radius 20 km dari puncak.

d. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.

e. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awan panas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

f. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber : ESDM

Advertisements