Tags

, , , ,

Laporan aktivitas G. Merapi Sabtu, 13 November 2010 pukul 00.00 sampai dengan pukul 07.00 WIB.

1. Kegempaan. Jenis Gempa 13 Nov 2010, Vulkanik 7 kali, Tremor beruntun,  Guguran 11 kali, Tektonik 1 kali.

2. Visual. Laporan dari pos Ketep, cuaca cerah terjadi sejak dini hari hingga pagi ini. Teramati asap sepanjang waktu dengan tinggi maksimal 1200 m berwarna putih kecoklatan dengan intensitas pekat condong ke Selatan hingga Barat Daya. Dari CCTV, tampak api diam dari CCTV Deles pada pukul 01:16 WIB.

3. Awas Lahar. Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. tringsing, dan K. Apu. Tampak aliran lahar berwarna coklat keruh membawa material sedimen tanpa membawa material bolder batuan maupun kayu/pohon di Jembatan Pogung lor aliran air sungai setinggi 2 m. Di Dusun Lempungsari Desa Plemburan, masyarakat melakukan evakuasi mandiri (22 kepala keluarga). Di jembatan Sayidan, aliran air sungai setinggi 0,5 m.

4. Kesimpulan. Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 13 November 2010 dari pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 07:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awan panas dan lahar.

5. Rekomendasi

a. Agar dilakukan penyelidikan abu gunung api yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.

b. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awan panas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat laut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K.Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.

c. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.

d. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.

e. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awan panas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

f. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber: ESDM

Advertisements