Tags

, , ,

Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 12 November 2010 pukul 00.00 sampai dengan pukul 06.00 WIB.

1. HASIL PEMANTAUAN

a. Kegempaan

b. Visual. Laporan dari pos Ketep, cuaca cerah dari dini hari hingga pagi ini. Tampak asap berwarna putih hingga putih kecoklatan condong ke Barat Daya, Barat hingga Barat Laut setinggi 800 m dari puncak G. Merapi dan bertekanan lemah. Dari Desa Manis Renggo dilaporkan asap putih kecoklatan setinggi 100 m dari puncak
G. Merapi bertekanan lemah mengarah ke Selatan pada pukul 05:40 WIB.

2. AWAS LAHAR. Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G.
Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. tringsing, dan K. Apu. Lahar di K. Boyong telah diendapkan di Dusun Kardangan Desa Purwobinangun, Kab. Sleman yang berjarak 16 km dari puncak G. Merapi. Lahar di K. Kuning rtelah mengisi penuh jembatan Sidorejo, Dusun Sidorejo, Desa Hargobinangun yang berjarak 9,5 km dari puncak G. Merapi. Sedangkan di alur K. Gendol, lahar telah mengisi penuh dam di Dusun Morangan Desa Sindumartani yang berjarak 16,5 km dari puncak G. Merapi.

3. KESIMPULAN. Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 12 November 2010 dari
pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 06:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awan panas dan lahar.

4. REKOMENDASI

a. Agar dilakukan penyelidikan abu gunung api yang dapat berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.

b. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awan panas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat laut dalam jarak 20 km dari puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.

c. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi.

d. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi.

e. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awan panas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

f. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Sumber: ESDM

Advertisements