Tags

, , ,

Haru biru hati mendekati Merapi.

Adakah jiwa yang tak terketuk.

Pepohonan meranggas, kering putih.

Rumah runtuh berkeping tak berbentuk.

Halaman rumah meriah berdebu-debu, penuh duka lara.

Hewan tak mampu lagi berteriak.

Bunga-bunga lusuh tak bernyawa.

Tetanaman tak mampu lagi mengirimkan hasil untuk sang tuan.

Manusia hanya sekeping daging matang diantara hawa 600 derajat.

Kemana lagi bisa berlari?

Merapi telah mengumpulkan ribuan pengungsi.

Merapi telah memuntahkan jutaan air mata, ketakutan dan ujian jiwa.

Kemana lagi bisa sembunyi?


Indonesia berduka.

Mestinya kita ingat, kita hanyalah manusia ….. jangan serakah memeras alam. Semua ada batasnya.

Apa yang mesti kita lakukan?

Lakukanlah, saudaraku!

Yogyakarta, 1 November 2010 : By Mardoto

Advertisements