Tags

, ,

Bermula dari status FB “TUA, sebuah kata yang paling ditakuti wanita. Betulkah itu? Anda punya pendapat?” muncullah ide menulis status FB lagi tentang keterkaitan kondisi psikologis usia tua bagi seorang Wanita, Poligami dan Ego laki-laki. Maka muncullah tulisan ringan ini.

Begini statusnya, “menurutku poligami itu lebih ditakuti wanita, ketakutan yang wajar dan logis karena hal itu bisa dihindari. Ketuaan tak bisa ditolak seperti halnya juga kematian. Tua hanya salah satu kemungkinan penyebab poligami, tapi lebih sering penyebabnya ego laki-laki. Hayoo siapa wanita yang mau diduakan? Pasti jujur ikhlas kalau boleh pilih nggak ada yang mau“.

Apa komentar-komentar yang muncul atas 2 status itu:

a. Wanita: Boleh aja pologami laki-laki tapi di jaman emansipasi wanita boleh juga donk poliandri ……

b. Pria: Tapi… marilah menengok ke belakang, menelaah kisah pengusaha minyak dari Pekalongan yang beristrikan 9 (dari Jawa Pos). Salah satu istrinya, ada yang dicarikan oleh istri terdahulu.

c. Wanita: Dalam Islam poligami itu tidak dilarang seperti halnya makan daging kambing atau duren. Ada orang yang makan daging kambing atau duren njuk dadi sakit ada pula yang tidak apa-apa. Jadi seperti itulah pandangan saya terhadap poligami. Kalau itu baik untuk SELURUH keluarga ya tidak apa-apa, tapi kalau ada SATU SAJA yang tersakiti maka tidak akan tercapai tujuan berkeluarga yaitu agar hati menjadi tentram, sakinah, mawwadah, wa rahmah. Setuju nggak? Awas ya kalau gak setuju!

d. Wanita: Istri ke dua itu harus lebih atau paling tidak sekelas istri pertama. Kayaknya sulit deh nyari yang lain sekaliber aku ha..ha..ha..

e. Wanita: Aku nggak takut tua…itu udah proses.. aku sudah tua tapi semangat tetap tinggi, so kenapa harus takut?

f. Wanita: Pendapat aku nih, TUA, TUA keladi makin TUA makin menjadi……… makin menjadi pinter, makin menjadi bijak, makin menjadi sholeh, makin menjadi putih (rambutnya) ….. Intinya biasa saja.

g. Wanita: gak tuch siapa yg takut tua, orang awet terus kok, salah aja mata mmandang …

h. Pria: ijin Poligami bagamana?

i. Wanita: tak perlu takut tua, itu alami, yg terpenting disisa usia bisa tetap berguna buat diri sendiri bahkan untuk org banyak.

j. Wanita: Tua atau muda terkait dg umur. Sesungguhnya umur itu urusan kontrak dg sang pencipta, yang penting bagaimana mengisi jatah usia ini dengan hal2 yang positif dan barokah bagi sesama, gak usah menungg…u tua, kita tdk tahu apakah kita akan mencapai usia tua atau tidak.

k. Pria: SEMAKIN TUA SEMAKIN BERSANTAN…SEMAKIN BERMANFAAT, KENAPA MUSTI HARUS DITAKUTI…( WANITA PENUH DG KEBIJAKSANAAN ).

l. Wanita: umur boleh tua, penampilan jangan & semangat hidup juga nggak boleh ikutan loyo. Kalau soal poligami sih, lebih baik ku hidup sendiri drpd dipoligami.

Jadi, apa kesimpulannya? Coba anda renungkan sendiri, karena apapun yang dikomentarkan pasti merupakan perpaduan antara rasa, emosi, pikiran, harapan dan mungkin juga ketakutan. Tetapi yang jelas, janganlah kita pernah takut mengambil sebuah keputusan!

Advertisements