Tags

Pengaturan Privasi Facebook Dijanjikan Lebih Sederhana

Situs jejaring sosial raksasa Facebook akhirnya akan memberikan satu set pengaturan privasi baru untuk semua pengguna. Rencananya aturan baru itu akan dimulai pada hari ini, Rabu (26/5/2010).  Sebelumnya, Facebook menghadapi serbuan kritik atas kelonggaran privasi. Bahkan, beberapa pemilik akun mengancam akan keluar dari situs milik Mark Zuckerberg itu pada 31 Mei, demikian BBC, Kamis (26/5/2010). “Saya konfirmasikan bahwa akan ada pengaturan privasi baru yang lebih sederhana,” ujar juru bicara perusahaan.

Pada April lalu, Facebook membuka akses untuk situs-situs lain yang ingin mengambil informasi para pemilik akun. Inilah yang menyebabkan banyaknya protes atas kebijakan privasi. Wakil Presiden Facebook, Chris Cox sendiri menggambarkan situasi Facebook beberapa minggu terakhir sebagai sebuah tanda untuk berbenah diri. Perubahan besar-besaran rencananya akan dilakukan pada Desember mendatang. Yakni saat jaringan sosial mengubah aturan default pada informasi profil. Facebook sejatinya sudah memiliki pengaturan privasi. Hanya saja pilihannya terlalu rumit, dengan memiliki 50 settingan berbeda dengan 170 pilihan.

Facebook Bikin Orang Kesepian

Facebook mungkin saja mampu menembus batas apa pun hingga membuat komunikasi tak lagi terhalang oleh jarak dan waktu. Namun kedua situs jejaring sosial itu juga disebut-sebut bisa memicu ‘wabah’ kesepian. Dilansir Times, Selasa (25/5/2010), sebuah laporan yang dirilis Mental Health Foundation di Inggris menyebutkan, dua dari sepuluh orang di Inggris mengaku sering merasa kesepian. Jumlah mereka pun terus bertambah seiring dengan peningkatan angka penduduk yang memilih hidup sendiri, memiliki jam kerja yang panjang, dan jarang saling mengunjungi satu sama lain.

Para ahli mengklaim, rasa kesepian juga dipicu oleh kebiasaan orang zaman sekarang yang lebih sering berkomunikasi melalui situs jejaring sosial seperti Facebook . Kebiasaan itu, menurut mereka, dapat melemahkan kecakapan interpersonal. Survei yang melibatkan lebih dari 2.200 orang dewasa di Inggris ini juga memperlihatkan bahwa wanita lebih rentan merasa kesepian ketimbang pria.

Sementara itu laporan lain tidak mau terlalu dini menyalahkan Facebook sebagai pemicu melemahnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain secara langsung. Namun pada intinya, mereka menyimpulkan bahwa situs jejaring sosial dan hasil perkembangan teknologi lainnya tidak bisa menggantikan interaksi manusia yang sebenarnya. Itulah mengapa teknologi tidak bisa membantu mengatasi rasa kesepian. Di Inggris sendiri, sebagian besar warganya rata-rata menghabiskan waktu selama 50 menit setiap hari untuk bergaul di dunia virtual. Kebiasaan ini secara langsung mengurangi waktu untuk menjalani kehidupan sosial yang sebenarnya.

AS Kagum pada Facebooker Indonesia

Aktivitas anggota jejaring Facebook yang sangat dinamis di Indonesia, membuat kagum pemerintahan Obama. Mereka dijadikan penanda kehidupan di Indonesia yang demokratis menjamin kebebasan berpendapat. Kesan ini disampaikan Wakil Menlu AS Maria Otero dalam jumpa pers sebagaimana dilansir web Deplu AS edisi 24 Mei 2010. Otero menyampaikan hasil kunjungannya ke Indonesia untuk mempersiapkan kunjungan Presiden AS Barack Obama. “Kami berdiskusi soal kebebasan internet di Indonesia dan dampak media sosial untuk mendorong kebebasan berpendapat. Yang menarik di Indonesia adalah peran yang dimainkan media sosial,” kata Otero. Otero juga memuji kebebasan pers di Indonesia. “Tidak ada masalah dengan kebebasan pers di sana,” ujarnya.

Sementara Jubir Deplu AS PJ Crowley menambahkan AS juga kagum dengan banyaknya orang Indonesia yang ikut jejaring Facebook. Mereka menilai banyaknya Facebooker menandai kehidupan yang dinamis di Indonesia. “Maria mengatakan pada saya, setengah populasi Indonesia ada di Facebook,” kata Crowley dalam kesempatan yang sama, dengan nada bercanda.

Pertanyaannya, apakah anda juga merasakan hal seperti yang tertulis di atas? Yuk, kita berkaca sendiri ….

Ref : a, b, c

Advertisements