Tags

Saat membayar Pajak Kendaraan Bermotor tahunan di Samsat (perpanjangan) Bantul DIY, saya sempat menemukan motto yang progresif, seperti tampak di foto atas.

Saat menunggu antrian, dan membaca koran pagi, berita yang membuka mata adalah kasus mafia kasus, terkait masalah penggelapan/penilepan pajak, motto itu terasa hambar di kepala. Apakah hal ini semua terjadi karena berlindung dibalik kondisi ketidaksempurnaan? Kata-kata basi. Juga keinginan selalu berusaha sesuatu yang positif? Lha, sampai kapan berusahanya?

Menurut saya, semuanya simpel adanya. Kalau petugas pajak, dan seluruh warganegara kita patuh pada aturan pajak atau apapun aturan lainnya, selesai sudah 90% masalah di Indonesia. Termasuk bapak-bapak yang disana, di kursi teratas tataran legislatif, yudikatif dan eksekutif, sepanjang membuat aturan hukum dan perundang-undangannya beres, demi rakyat, demi negara dan bangsa, serta penegakan aturannya tidak pandang bulu, tidak pilih kasih, tidak minta imbalan diluar ketentuan, lancarlah semua urusan negeri ini.

Namun ……. faktanya ….. ternyata masih banyak yang berpakaian rapi manis, tapi berbuat serakah, banyak yang berwajah cakep, tapi berhati jahat, bertutur kata dibagus-baguskan tapi niatnya kejam, lain di hati lain di mulut lain dalam kenyataannya …… Oh, negeriku.

Materialisme telah merasuk di hati manusia-manusia licik ….. media (TV) yang menyiarkan langsung acara-acara sidang ataupun rapat dibuat seolah-olah sesuatu tontonan yang serius, demi rakyat, untuk rakyat, membela rakyat, padahal itu hanya panggung semu yang dimanfaatkan secara total oleh manusia-manusia bobrok untuk mengatrol tampilan di depan massa. Apa sih hasilnya bagi rakyat sesungguhnya? Kasus Centry sebagai contoh. Setelah putusan politik, biarkanlah sekarang ranah hukum yang berjalan. Suka atau tidak suka. Namun masih saja manusia-manusia di luar ranah hukum ngoceh terus mencari panggung, merasa paling berjasa, merasa paling berhak, panggil sana panggil sini, apa yang dicari? Muak dan bosan deh. Terus, sebenarnya kerjaan mereka itu apa sih?

Kalaupun dibuat ribut terus, mari kita secara jernih bertanya di hati masing-masing, apa sesungguhnya nilai solusi kasus Century ini bagi rakyat? Adakah? Atas nama demokrasi, atau apapun, kalau tidak nyata-nyata untuk rakyat, pasti ada kepentingan yang lebih dekat dengan nafsu kekuasaan!

Ach, motto itu mengingatkanku. Betapa manusia sangat mudah membuat motto apapun yang terindah, sekaligus mudah sekali melupakannya, mengabaikannya dan tak mempedulikannya. Oh manusia, faham materialisme telah membuai hati banyak orang, semua diukur dengan standar material. Semoga saya dan anda, pembaca blog ini, jauh dari sifat demikian.

Advertisements