Tags

Pendidikan yang saya fahami adalah:

1. Pendidikan bagi manusia harus dijalani seumur hidup. Dari mulai dalam kandungan hingga masuk liang lahat.

2. Pendidikan harus menjadi tanggungjawab semua pihak, bukan guru/sekolah saja, tapi semua warganegara Indonesia mempunyai Hak dan Kewajiban yang sama dalam pembangunan/perkembangan pendidikan.

3. Ukuran keberhasilan suatu pendidikan bagi seseorang tidak sekadar dilihat dari angka-angka/nilai-nilai yang diperoleh setelah menjalani suatu proses pendidikan, namun dilihat dari bagaimana orang tersebut mampu meningkatkan kualitas skill dan performancenya yang diakibatkan dari implementasi hasil pendidikan dan dipertunjukkan manfaatnya bagi orang lain secara nyata, bukan untuk dirinya sendiri.

4. Tanggungjawab terhadap prestasi pendidikan anak yang dikirim ke sekolah, sesungguhnya bukan tanggungjawab guru dan sekolah, karena anak-anak di sekolah hanya menggunakan waktu sekitar 8 jam, justru orang tualah yang (mestinya) lebih banyak punya waktu mendampingi anak di rumahnya.

5. Saya percaya, kalau dunia pendidikan suatu negara baik dan benar, maka jayalah negara tersebut.

6. Saya setuju, setiap anak yang berprestasi dalam pendidikan mendapatkan rewards, sedangkan yang melanggar dalam suatu proses pendidikan diberikan punishment, yang penting proporsional.

7. Tahun 2014 mestinya UUD 1945 (yang telah diamandemen) tidak perlu memuat lagi pasal yang memuat bahwa 20% APBN untuk pendidikan, karena ini norma standar yang aneh terkait konstitusi. Tidak umum konstitusi memuat angka teknis semacam ini. Yang penting, mulai sekarang stakeholder dunia pendidikan menyiapkan sejak sekarang bagaimana membuat kebijakan pendidikan di Indonesia berjalan ke arah track yang benar dengan anggaran yang cukup, barangkali cukup ditampung didalam undang-undang saja soal prosentase anggaran pendidikan dari APBN.

8. Pendidikan karakter bangsa harus mendapat porsi yang cukup (tanpa mengurangi porsi kurikulum core business suatu jurusan/jenjang pendidikan). Karena Indonesia carut marut bergini disebabkan oleh kebobrokan karakter sebagian besar tokoh kita.

9. Jangan terlalu cepat gonta-ganti kebijakan pendidikan sebelum diadakan evaluasi sepenuhnya (total) secara signifikan.

10. Unas harus tetap ada untuk digunakan sebagai alat pengukur secara nasional bagi dunia pendidikan Indonesia dengan segala variasinya. Hal ini juga sebagai pendorong kepada mental siswa Indonesia untuk muncul sebagai sosok yang berani diuji dalam rangka menghadapi persaingan global.

11. Saya tolak mentah-mentah pola penerimaan murid sekolah yang berdasarkan kuota-kuotaan yang merujuk pada kemiskinan, asal daerah ataupun jender. Sistem kuota tidak mendidik, hanya membentuk siswa yang berkarakter suka mengandalkan bantuan/pertolongan, apapun itu dengan dalih affirmatif atau apa kek. Namun sesungguhnya makin memerosokkan mental bersaing bangsa.

12. Belajar harus rutin, nggak bisa hanya mengandalkan pola sistem belajar semalam.

13. Soal-soal ujian yang multiple choice harus dikurangi jumlahnya secara bertahap karena hanya membentuk sifat manusia yang spekulatif. Soal essay lebih baik diberikan lebih gencar dalam suatu proses pendidikan.

14. Pendidikan dari lembaga asing kalaupun boleh beroperasi di Indonesia harus diberikan aturan yang tegas dan ketat. Pendidikan karakter bangsa harus tetap diberikan dalam kurikulum pendidikan lembaga asing apapun.

15. Kesejahteraan kaum pendidik harus mutlak diperhatikan. Bila perlu sita uang para koruptor dan tikus-tikus anggaran/pajak itu untuk kesejahteraan kaum pendidik.

16. Teknologi informasi harus dimanfaatkan secara maksimum untuk pengembangan dan pembangunan dunia pendidikan di Indonesia.

17. Selain mengajarkan hal-hal yang harus/perlu dipelajari dalam suatu proses pendidikan, ajarkan juga bagaimana belajar cara-cara belajar yang efektif dan benar.

Advertisements