Tags

Anda tahu, sebelum GT, si tokoh kasus pajak yang menghebohkan itu, sebelum kabur, entah kemana, sesungguhnya sudah bertemu dengan beberapa pejabat kita. Bahkan sudah sedikit memberi keterangan. Bahkan dia sempat “wawancara jarak jauh” by phone dengan salah satu TV berita Indonesia. Namun, nyatanya sekarang? Kabur kanginan …. terlambat!

Anda tahu, setelah kejadian kasus pajak itu, beberapa pejabat kita bicara banyak soal PNS, remunerasi, pembuktian terbalik dan lain-lainya, dalam rangka “berperang” melawan korupsi  ……. terakhir Menteri Keuangan juga bicara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik pemberantasan korupsi dan praktik mafia di lingkungan Ditjen Pajak serta Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dilakukan dengan cara pembuktian terbalik terhadap harta kekayaan para pejabatnya.

“Ini ide yang bagus untuk mencegahnya dan sudah lama menjadi pemikiran. Namun, ini adalah cara yang radikal dan sebenarnya berlawanan dengan asas praduga tak bersalah,” kata Sri Mulyani kepada Kompas di sela-sela menyertai kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Batu, Jawa Timur, Senin (29/3/2010) malam tadi.

Akan tetapi, menurut Sri Mulyani, cara itu bisa dilakukan dengan pengecualian secara selektif, yaitu khusus untuk para pejabat di Ditjen Pajak serta Bea dan Cukai, juga institusi lainnya, seperti Kepolisian Negara RI (Polri), Kejaksaan Agung, hakim, pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, dan pejabat lainnya yang diberi kewenangan tetapi rawan serta bisa disalahgunakan. Selengkapnya baca sendiri di Yahoo.

Oalah, terlambat banget. Saya sudah menulis hal ini hampir setahun yang lalu. Coba tengoklah sekarang di artikel saya ini:

Anda senang mendengar berita ini: Kejagung, TNI dan Polri dapat remunerasi pada 2010?

Jadi, kebiasaan dan keterbatasan pejabat kita yang tidak mampu melihat jauh ke depan semua kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan birokrasi kita. Maka penyakitnya menumpuk. Atau memang nggak mampu mengambil keputusan terbaik untuk hal ini? Sungguh memprihatinkan, selalu terlambat! Terlambat dan terlambat!

Kapan kita bisa maju?

Advertisements