Tags

, , , , , , , , , ,

Usaha banding Gary McKinnon untuk diadili di Inggris akhirnya berakhir dengan kegagalan. Hacker pembobol sistem komputer NASA ini pun kini hanya bisa pasrah untuk diseret ke AS dengan konsekuensi akan dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimum. Putusan ini tentu saja mengecewakan tim pembela McKinnon. Bahkan diyakini, ada usaha dari pihak AS untuk menjadikan kliennya sebagai ‘contoh’ bagi para hacker lainnya yang coba-coba menyusup sistem komputer Negeri Paman Sam itu. Jika benar demikian, lanjut pengacara McKinnon, kliennya terancam hukuman maksimum dengan kurungan yang sangat lama, yakni mencapai 60 tahun.

Lelaki asal London ini sebelumnya berharap kasus yang didakwakan kepadanya dapat diselesaikan di pengadilan Inggris. Hanya saja harapan tinggal harapan, dan ia pun kini hanya bisa pasrah dan menunggu kasusnya digulirkan di pengadilan AS. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan NASA. ‘Uniknya’, McKinnon mengaku bahwa ia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer pemerintah AS. Menurut Vnunet, 3 Agustus 2009, alasan yang dikemukan pria 47 tahun ini adalah untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan extraterrestrial (ET) alias UFO.

PESANNYA: Meski TKP-nya AS – Inggris, dan pelakunya WN Inggris, kasus ini juga bisa sebagai Warning untuk kita semua, termasuk rekan-rekan Hacker Indonesia. Berhati-hatilah, terutama kalau untuk kepentingan pribadi. Kalau demi negara-bangsa, ya tetap demi negara dan bangsa Indonesia Nomer 1, apapun harus ditempuh/dilakukan, dengan segala resiko apapun yang mungkin akan terjadi. Mari kita tingkatkan kemampuan, skill dan pendalaman teknologi informasi, demi membela bangsa dan negara Indonesia agar terhormat di mata internasional. WNI Nomor 1 harus tetap survive dengan keberanian, kreativitas dan semangat nasionalisme, lewat perang informasi sekalipun!

Advertisements