PENTING: Cara menjaga agar perkawinan militer tetap kuat

LIMA TIPS UNTUK MENJAGA KESEHATAN HUBUNGAN ANDA SELAMA TERPISAH BERJAUHAN.

Punya kekasih atau suami dari profesi militer memang tidak mudah. Bahkan angka perceraian rata-rata pasangan militer di Amerika Serikat dua kali lebih tinggi daripada pasangan biasa.

Memiliki kisah cinta dengan seorang militer atau prajurit negara memang mengharukan. Namun kenyataannya, ketidaksetiaan kerap mewarnai beberapa pasangan militer. Jika Anda termasuk salah satu pasangan militer, jangan biarkan tragedi itu menimpa Anda. Ini dia tips yang dapat menjaga hubungan Anda dengan si dia yang tengah bertugas untuk negara dan terhalang jarak, ruang dan waktu. Dikutip dari  Yourtango, 20 Juli 2009, tulisan ini semoga dapat menjadi pengingat untuk anda yang sedang berposisi sebagai bagian dari pasangan militer, namun hal ini sesungguhnya bisa juga pengingat bagi pasangan yang punya profesi lainnya.

militer_relasi

1. Buatlah Tetap Segar

Ketika si Dia sedang pergi, jangan takut atau ragu mengirimkan foto Anda yang sedikit nakal, menulis surat cinta panas atau kupon bercinta untuk dia pegang dan dapat digunakan sekembalinya dari tugas. Jangan malu untuk komunikasi lewat webcam atau telepon. Hindari menulis email ‘nakal’ karena email tersebut bisa saja terbaca orang lain. Alternatif amannya, buatlah kode rahasia untuk menyamarkan apa yang ingin Anda sampaikan padanya. Tidak ada yang salah ketika Anda mencoba berpikir tentang apa yang akan dilakukan ketika si Dia kembali. Ingat-ingat kembali masa-masa intim dan emosional yang pernah Anda lalui bersamanya. Menonton film seksi, komedi romantis, berkumpul dengan anak-anak atau mengerjakan hobi bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

2. Hadapilah Kesepian

Jujur saja, sekuat apapun Anda pikir diri Anda, tetap saja ada waktu ketika Anda merasa sangat kesepian. Jika Anda tidak memiliki aktivitas yang menyibukkan diri, kesepian pasti datang menghampiri. Carilah kegiatan yang membuat Anda tertarik. Berhentilah mengeluh, menyesali diri sendiri atau bahkan menyalahkan pasangan Anda. Lakukan apapun yang Anda bisa. Belajarlah menghadapi kesepian dengan mempelajari sesuatu, olahraga, mengikuti kegiatan sosial atau apapun. Isilah waktu dengan aktivitas yang menyenangkan.

3. Ambillah Keuntungan dari Tunjangan Keluarga

Beberapa prajurit militer yang ditugaskan di suatu daerah biasanya akan mendapat pelayanan tertentu (bagi yang sudah berkeluarga). Biasanya disediakan perjalanan atau liburan untuk keluarga. Waktu untuk pergi berkencan di malam hari pun disediakan. Anak-anak juga diberikan fasilitas perawatan dan pelayanan tertentu.

4. Hati-Hati dengan Kata ‘Hanya Teman’

Perselingkuhan bisa datang dari sisi manapun dan cara apapun. Kebanyakan pasangan wanita sangat mudah berselingkuh dengan teman prianya. Untuk menghindarinya, pastikan pasangan Anda adalah orang satu-satunya yang dipercaya. Tetap waspada dengan teman-teman kantor, karena perselingkuhan umumnya terjadi disana. Ingatkan kembali diri Anda pada komitmen dengan pasangan. Jika godaan untuk berselingkuh datang, tanya diri Anda sendiri, “Apakah suami, ibu atau ayah akan setuju dengan apa yang dilakukan sekarang?‘. Jika jawabannya adalah tidak, sebaiknya hentikan perselingkuhan.

5. Tetaplah Terhubung

Jangan biarkan jarak memisahkan Anda. Tunjukkan padanya bahwa Anda sayang dan sangat memperhatikannya. Kirimkan paket kasih sayang yang berisi cemilan kesukaannya, foto keluarga, dan jangan lupa surat/email cinta. Mengirimnya pakaian yang disemprot parfum khas Anda atau sekotak alasan mengapa Anda mencintainya adalah cara unik dan asyik menyampaikan rasa cinta Anda padanya. Yang harus diingat, minimnya komunikasi bukan berarti minimnya rasa cinta. Terkadang, saluran telepon kacau, email Anda diganggu orang lain atau ia tidak berada di tempat ketika Anda menghubunginya. Jangan biarkan hal tersebut membuat pikiran Anda berkelana kemana-mana dengan rasa cemas dan takut yang berlebihan. Percaya pada pasangan adalah kunci dari semuanya.

Jadi, anda sudah siap khan jadi pasangan prajurit militer? Siap!

11 Comments

  1. indah says:

    jd istri prajurit hrus siap diduakan dg negara. kalau nagara tdk aman suami siaga1 n g bs diganggu gugat, meskipun istri bertaruh nyawa melahirkan anak pertama suamipun tak bs pulg seblm wktunya.

    Like

  2. uwie says:

    aku mencintai dirinya, tapi masih sulit untukku mencintai profesi dia, , , gmn caranya biar aku bisa pelan2 menerima profesi dia sebagai prajurit?

    Like

  3. ana says:

    q kenal dgn beberp prajurit TNi ,knp ya dr semuanya kbanyakn suka mempermainkn wanita seenaknya.Masihkah ada tentara yg setia n serius dlm mnjalin hubungan?mentang2 pke sragam n bnyak yg suka

    Like

    1. Mardoto says:

      ****Sebenarnya nggak banyak yang begitu kok, ayo kita komunikasi lebih jelas lewat email atau FB. Thanks.

      Like

  4. Melissa says:

    Dear All:

    Mendapatkan Suami Militer, apalagi perwira..memiliki suatu kebanggaan utk kaum Hawa yg mungkin suka dengan trend militer mereka…tapi semua jgn gegabah utk mengambil keputusan utk mnjdi istri militer,butuh suatu pengorbanan yg kuat,mental yg kuat…segala2 nya harus kuat..mereka berbeda…. berbeda dgn Orang Sipil, spt saya.
    wibawa, harga Diri, Atitude, performance,jabatan etc…. semuanya terlihat begitu indah….tapi satu kali melangkah melakukan satu kesalahan….jgn berharap Malu seumur hidup…sampai dibawa MATI !!!

    So utk kaum Hawa, yg berminat dgn sang Pujaan Militer… harus Kuat utk menerima resiko apapun dikemudian Hari…. Negara No 1, Keluarga No 2….
    Siap, Ikhlas dan selalu berdoa…itu yg selalu saya ingat kemanapun dia Berada dan melangkah untuk negara dan keluarganya….

    @JalesvevaJayaMahe@

    Like

  5. ga tau kenapa akku begitu mengagumi pria – pria militer itu,, takjub aja ngeliat mereka dengan seragamnya dan gagah berani membela negara,, hmm,,,sempat terlintas juga buat nyari suami militer,, keren kayanya nya,, meskipun resikonya juga kalah keren yaa,, (setidaknya itu yang pernah dibilang,,salah satu militer yang pernah dekat sama akku,,)hahaha,,
    baca tulisan ini?? he,,senangnya dapet referensi,, kalo suatu saat Allah ngasih akku jodoh pria berseragam,,, hehehe,,

    ****mardoto****: rahmi, terima kasih, masih ada yang takjub dengan pria-pria militer, karena seragam, kegagahannya dan semangat membela negaranya. boleh juga tuh nyari calon suami militer …. coba saja banyak kenalan dengan mereka ….. kalau mau komunikasi via FB juga bisa silakan add friend, nanti disana makin banyak kenalan prajurit militer ….

    Like

  6. NETZ_CHIMENK says:

    duh…mang sih aku belum jadi betul ni jga msh skeedar rencana!!!
    aku kan puny pcr.aku ma dia berselisih 1 tahun aku 17 dan dia 18.
    dia duduk di kls 3 SMA dan aku di kls 2.rencananya setalah lulus nanti dia akan sekolah militer ke Lampung…sungguh jarak yg sangat jauh blum la disana 5 thn.so aku takut jadi kurang komunikasi ma dia…mudh-mudahan tidak…AMIEN…

    ****mardoto****: mesti sabar dan salaing percaya ya …..

    Like

  7. mardoto says:

    @mawi: ingat temen-temen, atau ingat diri sendiri ya …

    Like

  8. mawi wijna says:

    Hmmm, jadi inget saya sama temen-temen yang dulu memadu kasih di kota Jogja dan kini kembali ke kediaman masing-masing, lintas propinsi dan bahkan lintas pulau.

    Like

  9. mardoto says:

    @mawi: itulah, nomer 4 memang susah2 gampang …. tulisan ini memang untuk semua profesi, yang punya pasangan jarak jauh …. hanya kalau militer, khan biasanya “batasan” waktu dan kepastian bertemu, itulah yang sedikit membedakan …. apalagi kalau masih pendidikan, khan keterbatasan waktu bertemu (tidak sembarangan, tidak setiap saat, ada waktu khususnya) juga jadi masalah, meski tidak pada posisi jarak jauh …..

    Like

  10. mawi wijna says:

    Nomer 4 Pak itu repot. Sebetulnya ini berlaku global untuk semua hubungan jarak jauh toh?

    Like

Comments are closed.