Tags

, , , , , , , ,

Membaca The New York Times tanggal 19 Juli 2009, ulasan mengenai ketidakbisaan HP Jepang mengglobal sungguh menarik. Mengapa ya?

Intinya ada beberapa hal yang membuat positioning HP Jepang di kancah internasional seperti itu. Apa saja hayo?

1. Nama (HP) Jepang sepertinya kena Sindroma Galapagos., mirip spesies endemik yang ditemukan Darwin di Kepulauan Galapagos. Memang ada Sony Ericsson, perpaduan teknologi jepang dan perusahaan Swedia. Tapi pasarnya awal tahun 2009 ini sungguh turun(tinggal 6.3%), kalah oleh pesaingnya.

2. Jepang sesungguhnya mengejutkan, sebab pertumbuhan HP Jepang memacu banyak inovasi di industri lainnya, semacam kapasitas email tahun 1999, camera phones tahun 2000, jaringan 3G tahun 2001, full music downloads tahun 2002, pembayaran electronik tahun 2004 dan digital TV tahun 2005. Jepang juga mempunyai 100 juta pengguna smartphones 3G, dua kali  dari pengguna di Amerika Serikat. Rakyat Jepang lebih banyak akses internet lewat HP daripada PC. Namun yang terjadi adalah adanya isolasi negara atas pasar global.

3. Adanya problem sinkronisasi (data) yang sulit antara HP Jepang dengan PC. Karena adanya kustomisasi yang kuat dan mahal.

4. Ada juga masalah desain yang puritan.

hp_jepang

Rekomendasinya produsen HP Jepang harus lebih fokus ke software, sedangkan lainnya harus mampu melihat kebutuhan dan pasar di luar negeri.

Pingin tahu lebih lengkap? Baca sendiri saja link terkait. HP anda sekarang nggak dari Jepang khan?  Pasti juga bukan produk Indonesia ya? Ach, mana ya HP asli Indonesia yang populer dan mengglobal?

Advertisements