Tags

, , , , , , ,

Inilah daftar 27 Maskapai Penerbangan (16 Maskapai penerbangan berjadwal, 11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal)  yang dicabut SIUP-nya dan tidak boleh beroperasi:

16 Maskapai penerbangan berjadwal yang SIUP-nya kadaluarsa

1. PT Adam Sky Connection Airlines

2. PT Air Paradise International

3. PT Asia Avia Megatama

4. PT Bali International Air Service

5. PT Bayu Indonesia

6. PT Bouraq Indonesia

7. PT Deraya

8. PT Evata Papua Airlines

9. PT Indonesia Airlines Avi Patria

10.PT Jatayu Gelang Sejahtera

11.PT Seulawah NAD Air

12.PT Star Air

13.PT Top Sky International

14.PT Golden Air

15.PT Ekasari Lorena Airlines

16.PT Eagle Transport Service

11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal yang memiliki SIUP kadaluarsa

1. PT Nurman Avia Indopura

2. PD Prodexim

3. PT Bali International Service

4. PT Aviasi Upata Raksa Indonesia

5. PT Daya Jasa Transindo Pratama

6. PT Buay Air Service

7. PT Adi Wahana Angkasa Nusantara

8. PT Love Air Service

9. PT Pegasus Air Charter

10.PT Janis Air Transport

11.PT Air Maleo

Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) 27 maskapai penerbangan dinyatakan expired (kadaluarsa). Mereka pun dilarang melakukan kegiatan operasional.27 perusahaan angkutan udara yang masa izin usahanya berakhir sejak tanggal 26 Juni 2009 sudah tidak berlaku dengan sendirinya,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay dalam Jumpa pers di gedung Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009). Menurut Herry hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 119 ayat 1, UU No 1/2009 tentang Pernerbangan. “Jika tidak melakukan operasi penerbangan secara nyata selama 12 bulan secara berturut-turut, maka izin usahanya tidak berlaku dengan sendirinya,” terang Herry.

Menurut Herry sebelumnya ada 38 maskapai penerbangan yang telah diberi surat pemberitahuan, namun susut menjadi 27 yang dinyatakan expired. Dari 27 maskapai penerbangan, 16 maskapai penerbangan di antaranya berjadwal dan 11 di antaranya tidak berjadwal. Namun Herry tetap memberikan kesempatan bagi ke-27 perusahaan penerbangan tersebut untuk mendapatkan izin operasi kembali. “Asalkan wajib memenuhi sesuai dengan ketentuan persyaratan,” pungkas Hery.

Pesannya: Untuk industri penerbangan harus tegas, tidak ada tawar menawar dengan peraturan yang ada. Jangan sampai rakyat jadi korban …. terlalu banyak toleransi. Untuk menuju zero accident, yang benar seharusnya memang zero tolerance!

Advertisements