Tags

, , , , ,

Hasil riset Symantec, perusahaan keamanan jaringan dan antivirus Norton :

Satu dari lima anak yang berselancar di Internet, ternyata gemar mengunjungi situs porno dan situs-situs terlarang lainnya. Anak-anak tersebut berusia di bawah 15 tahun. “Dan beragam aktivitas itu tidak diketahui orang tua,” seloroh Effendy Ibrahim, Internet Safety Advocat and Norton Business Lead Asia South Region Symantec, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (18/6/2009).

Riset tersebut digelar di 12 negara maju di seluruh dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Swedia, sampai China. Meski tak menyertakan Indonesia, namun Symantec yakin ada kemiripan tingkah laku anak jika sudah memasuki dunia maya. “hasil riset ini bisa serupa di tiap negara,” kata Ibrahim.

Untuk mencegah terulangnya kebiasan itu, Symantec pun meluncurkan aplikasi parental tools berbasis web guna melindungi anak-anak. Aplikasi ini katanya berguna bagi orang tua untuk memantau aktivitas anak beserta situs yang dikunjunginya saat ber-internet. “Penggunaannya juga cukup mudah, bahkan orang tua yang gaptek pun bisa menggunakannya,” demikian Ibrahim.

Aplikasi yang bisa diunduh gratis di http://www.onlinefamily.norton.com itu menyajikan beragam filter yang dapat dikustomisasi pengguna. “Sejauh ini produk family tools masih gratis karena baru diluncurkan satu setengah bulan lalu. Kami mau lihat respon pasar dulu sebelum memutuskan harus berbayar atau tidak,” tandas Ibrahim.

Apa pesannya:

1. Jangan pernah menjustifikasi bahwa anak yang mau ngenet harus dicurigai pasti akan mengunjungi situs porno. Sehingga dilarang ngenet. Wah, ini salah besar. Larang melarang nggak jamannya lagi.

2. Jangan pernah menyalahkan internetnya sebagai perusak mental kepribadian anak-anak. Internet sejatinya sebagai alat, media atau sarana, bisa untuk hal-hal positif maupun hal-hal negatif.

3. Internet sudah menjadi satu kebutuhan manusia (belajar/bekerja) masa kini dan masa depan. Jadi jangan pernah jauhkan anak-anak dari internet, apalagi di rumah, hal ini malah riskan, karena mereka akan mencari dan mengejarnya di luar rumah. Oleh sebab itu, temani, dampingi dan bimbinglah mereka untuk menggunakan internet secara sehat. Bila perlu orang tua (terutama yang belum familiair dengan internet) mau belajar mengerti dan memahami internet, cari informasi dan buku bacaan tentang hal ini, biar bisa “ngimbangi” anak-anaknya.

4. Pasang secara halus aplikasi sebagai filter akses ke situs porno, sekarang sudah banyak yang bisa diperoleh gratis.

5. Imbangi aktivitas anak yang online di internet, dengan aktivitas offline yang mengarah pada penguatan moral kepribadian dan kehidupan beragama. Anak selalu diajak dan terajak untuk mau dan mampu memulai mengambil keputusan soal baik atau buruk, serta salah atau benar, sebagai pilihan yang terbaik dan benar adalah akses ke situs yang non porno.

6. Berikan “pekerjaan” ataupun “tantangan” cara maupun hal-hal yang dapat diakses melalui internet, yang lebih menarik dan bermanfaat dibandingkan dengan mengakses situs porno.

7. Keteladanan orang tua adalah nomer satu!

Advertisements