Tags

, , , , ,

Para Capres-Cawapres sejatinya sudah menjadi pemimpin. Apalagi mereka umumnya pernah menjabat, meski yang pernah menjabat presiden/wapres diantara mereka hanya 3 orang. Cuma menjelang Pilpres 2009 ini saya jadi jengah mendengar kampanye-kampanye dan iklan-iklannya.

Kalau mereka ikhlas sebagai pemimpin yang amanah yang memang mendharmabatikan segala sumberdaya yang dipunyai apa adanya, apakah perlu mereka menunjukkan kepada publik, masatarkat, dan rakya Indonesia apa-apa yang pernah mereka kerjakan? Saling mengklaim bahwa ini karya saya, itu karya saya, kalau dianggap baik dan menguntungkan oleh Tim Kampanye, itu kerjaan mereka, itu kerjaan Capres-Cawapres lainnya kalau hal-hal itu dianggap kurang baik atau kurang menjual bagi proses kampanye. Sungguh aneh, hasil kerja dipuji-puji sendiri, bukankah rakyatlah yang berhak menilai hal-hal itu. Apalagi bagi orang beragama, adalah suatu hal yang dipantangkan untuk menunjukkan kesombongan tentang apa-apa yang dipunyai, apa-apa yang telah dikerjakan masa lalu untuk bangsa dan negara ini. Menurut saya, ya memang harus mengerjakan itu, wong memang di-amanah-i oleh rakyat lewat pemilu, dan konstitusi juga mengharuskan melakukan hal-hal itu. Jadi nggak sepantasnya klaim-klaim keberhasilan itu diupacarakan, ditebar-tebarkan, bahkan disombong-sombongkan, bisa masuk riya’ nantinya!

Yang lebih urgent lagi, rakyat nggak butuh keberhasilan masa lalu! Rakyat butuh sekarang dan masa depan, kepastian hadirnya kemakmuran dan keadilan. Bukan janji-janji. Juga bukan karena untuk menyenangkan rakyat, terus dengan mudah dan enteng sekali “menyetujui keinginan rakyat” dengan tanda tangan kontrak politik sana-sini, tebar janji dan sumbangan. Jadilah apa adanya secara elegan. Itulah pemimpin sejati, rakyat bisa menilai kok …………………

Jadi nggak perlu klaim-klaiman paling berjasalah, capai denger kesombongan-kesombongan itu, kalau memang ikhlas menjalankan amanah rakyat, biasa sajalah. Itulah real leader, kecuali kalau pemimpi …………….

Advertisements