Tags

, , , , , ,

Menlu AS Hillary Clinton : “AS menahan diri untuk tidak mengomentari mengenai pemilihan di Iran. Kami dengan jelas mengharapkan bahwa hasilnya mencerminkan kehendak dan keinginan sejati rakyat Iran. AS mengawasi situasi yang berkembang di Iran.”

Menlu Kanada Lawrence Cannon : “Kami terganggu oleh laporan intimidasi, dari kantor calon oposisi, dari (tindakan) pasukan keamanan.”

Kementerian Luar Negeri Perancis : “Hasil Pemilu yang dipertengkarkan”.

William Hague, jurubicara urusan luar negeri kubu oposisi utama  Inggris: “Pukulan pada semua rakyat Iran yang mengharapkan perubahan dalam kepemimpinan, pembaruan di negara mereka dan hubungan yang lebih baik dengan dunia luar. Secara khusus prihatin karena laporan-laporan bahwa hasil itu dicurangi…Jika ini benar-benar kasusnya, maka itu tanda tidak baik bagi harapan bahwa Iran siap untuk mengikuti jalan pembicaraan ketimbang penentangan dalam masalah program nuklirnya“.

Ketua Komisi Urusan Internasional Duma (parlemen) Konstantin Kosachev, Moskow:  “Ahamdinejad agar menunjukkan lebih pengertian dan bijak terhadap masyarakat internasional pada masa jabatan keduanya.”

Danny Ayalon, wakil menlu Israel: “Hasil pemilihan itu menunjukkan, ancaman Iran akan semakin kuat. Masyarakat internasional harus menghentkan program nuklir dan terorisme yang datang dari Iran.”

Sekjen Liga Arab Amr Mussa : “Kami mengharapkan untuk bekerjasama untuk mencapai keamanan regional melalui pembersihan Timur Tengah dari senjata pemusnah massal.”

Dewan Perlawanan Nasional Iran yang bermarkas di Paris, yang didirikan Juli 1981 di Teheran untuk menentang pemerintah Iran : “Menggandakan upaya untuk memperoleh senjata nuklir, meningkatkan ekspor terorisme dan fundamentalisme, menambah campur tangan di Irak dan hasutan konflik di kawasan itu.

Presiden Suriah Bashar al -Assad : perlunya kedua negara itu bekerjasama untuk mencapai perdamaian yang kekal dan komprehensif di kawasan itu dan dunia.”

Menlu Afghanistan Rangin Dadfar Spanta : “Keinginan Afghanistan adalah melihat Iran yang stabil dan membanggakan.”

Presiden Venezuela Hugo Chavez : “Mencerminkan perasaan dan komitmen rakyat Iran untuk membangun dunia baru.”

Masih banyak komentar tokoh dunia lainnya, sementara cukup disini, dan mari kita fahami:

1. Lihatlah dan dalami contents komentar “musuh” dan “kawan”, sarat kepentingan, terlihat nyata. Meski Pemilu luberpun tetap bisa dipelintir oleh tokoh negara “musuh”.

2. Pemilu itu kepentingan siapa? Mestinya untuk rakyat setempat/negara bersangkutan, mengapa orang/negara luar ikut-ikutan cuap-cuap, pasti ada maunya dan punya agenda …. itulah politik ambivalen …

3. Nanti kita pasti juga dikomentari oleh tokoh-tokoh itu. Kalaupun Pemilu luber, tetapi negara “musuh” punya agenda yang lain, pasti komentarnya miring. Apalagi jika ada Capres-Cawapres yang kalah, dan nggak puas, terus dengan akalnya, melalui suara negara “musuh” titip komentar, bisa parah itu …. Ingat, semua negara luar PASTI PUNYA KEPENTINGAN DAN AGENDANYA SENDIRI. Makanya jangan pernah urusan Pemilu, urusan dalam negeri dicampurtangani oleh mereka …

4. Mari kita junjung konstitusi dan hukum kita, dengan pelaksanaan Pemilu yang baik, benar, elegan dan betul-betul luber. Yang menang nggak boleh sombong, yang kalah nggak usah cari kambing hitam, neko-neko. Ini khan pemilu persaudaraan ………..

Advertisements