Tags

, , , , ,

Minggu pagi ini, 14 Juni 2009, kami warga Dukuh Tegalsari, Desa Tirtomartani, Kalasan, mengadakan kerja bakti bersama pembersihan dan merapikan jalan pedukuhan. Di tengah dan diantara kegiatan tersebut, jargon para Capres jamak digunakan sebagai guyonan.

Lantaran sudah agak siang (kerja bakti mulai dari jam 06.00), disaat istirahat sejenak, menyantap makanan kecil dan sekadar minum pengganti keringat, mulai ada yang nyeletuk: Yuk LANJUTKAN. Yang lain menimpali, tinggal sedikit, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Yang lain lagi menambahi, ntar ada siaran langsung tinju, nhi, kalau memang PRO RAKYAT ya kita tuntaskan segera. Begitulah komentar dan celetukan yang beredar di kalangan akar rumput. Mereka memaknai jargon-jargon itu sekadar untuk guyonan …………….

Wah, kalau mengaspal jalan dan ngasih bis beton saluran kali, tinggal panggil Tim Sukses Capres saja, nanti mereka pasti tandatangan dan setuju membantu. Beres. Begitu juga celetukan masyarakat bawah tatkala melihat di depan matanya jalanan pedukuhan yang masih tanah-nah, asli, berumput, dan penuh belukar, sambil mengingat-ingat adanya Cpares yang tandatangan sana-sini dan menebarkan kesanggupan bantuan ……. sekali lagi, mereka sekadar membuat hiburan dan guyonan ….

Apakah para Capres-Cawapres tahu sendiri apa sebenarnya yang berdenyut di jantung-jantung masyarakat bawah? Saya nggak yakin betul, karena mereka bergerak di ranah tinggi, meski sepertinya di ranah bawah. Karena mereka sesungguhnya saat ini “wayang” bagi Tim Pemenangannya, yang merencanakan dan menjalankan strategi. Persoalannya, seberapa jujur mereka yang masuk dalam Tim Pemenangan itu dengan fakta, data dan pengaruh suara riel yang terjadi di bawah? Itulah “gap” sesungguhnya …………. Jangan-jangan ABS, katanya oke-oke dalam memotret (calon pemilih) dari suara masyarakat (terutama masyarakat kelas bawah) tetapi sesungguhnya itu hanya “bayangan yang salah”, lihat saja nanti …..

Saya melihat sendiri sepertinya masyarakat bawah “sudah punya pilihan”, mereka sudah cerdas. Makanya spanduk, baliho, televisi, radio, dan embel-embel jaring komunikasi lainnya, dengan jargon-jargon indah itu …… menurut saya, hanya ditangkap sebagai guyonan belaka oleh masyarakat bawah. Jargon itu agaknya hanya konsumsi calon pemilih kelas menengah ke atas! Percaya, nggak percaya, lihat saja nanti.

Lihat saja? Ya, besok : 8 Juli 2009. Kalaupun ada pilpres putaran ke dua (dengan biaya lagi dari uang rakyat lagi, sebesar 4 Trilyun rupiah) pada tanggal 8 September 2009.

Advertisements