Tags

, , , , ,

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis mengumumkan bahwa penyakit yang disebabkan virus flu babi alias H1N1 saat ini sudah tergolong menjadi pandemi global. Karena itu, WHO telah meningkatkan status siaga dari tingkat 5 menjadi tingkat 6, yaitu skala peringatan tertinggi menyangkut terjadinya pandemi. Namun badan kesehatan dunia itu mengingatkan bahwa tingginya skala peringatan hanya menyangkut keseriusan penyebaran virus, bukan tingkat keparahan penyakit. Pengumuman yang dilakukan WHO itu menandai wabah flu yang pertama kalinya terjadi secara global setelah 41 tahun terakhir.

Wabah global terakhir yang dialami dunia adalah flu Hong Kong yang terjadi 1968 dan diperkirakan menewaskan satu juta manusia di berbagai belahan dunia. “Dunia sekarang mulai mengalami pandemi flu 2009,” kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan kepada pers di Jenewa. Chan mengatakan penyebaran virus H1N1 itu tidak dapat dihentikan, namun ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak disikapi secara berlebihan. “Kita tidak melihat kemungkinan adanya peningkatan tiba-tiba atau dramatis pada jumlah kasus penularan yang parah dan fatal,” katanya.

Peningkatan tingkat peringatan menjadi fase 6 berarti bahwa penularan virus dari manusia-ke-manusia telah meluas hingga ke luar Amerika Utara, kawasan tempat penularan virus itu bermula. Menurut laporan yang dikeluarkan WHO, hingga Kamis pagi sudah 28.774 kasus flu babi yang telah terbukti menyerang 74 negara. Dari jumlah kasus tersebut, WHO mencatat 144 orang meninggal karena virus H1N1.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Kamis, memperingatkan warga dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul pengumuman Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis, bahwa saat ini dunia sudah mengalami pandemi flu yang disebabkan virus H1N1.Dalam jumpa pers bulanan yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Ban mengatakan bahwa kendati menular, sejauh ini virus itu tidak separah yang ditakutkan sebelumnya. “Tapi kita harus waspada. Kita tidak tahu gambaran apa yang akan muncul di bulan-bulan berikutnya,” ujar Ban.

Berkaitan dengan pengumuman soal pandemi global akibat virus H1N1, Ban mengungkapkan bahwa dirinya akan mengelar pertemuan Komite Pengendalian Influenza pada awal pekan depan di New York. Pertemuan itu akan dilakukan sebelum ia membuka sesi Forum on Advancing Global Health in Face of Crisis, yang akan berlangsung Senin (15/6). Dalam jumpa pers, Kamis, Ban menekankan pentingnya akses terhadap vaksin, antibiotik maupun obat-obatan lainnya dalam menghadapi pandemi. Pertemuan yang dilakukan Ban dengan Direktur Jenderal WHO Margaret Chan di Jenewa pada bulan lalu, menghasilkan komitmen oleh puluhan perusahaan obat untuk menyumbang produksi vaksin berdasarkan permintaan dari WHO bagi negara-negara yang membutuhkan.

Sekjen PBB mencatat, proses pembuatan vaksin pandemi saat ini sudah mulai berjalan dan hasil produksi pertama sudah bisa didapatkan pada September 2009. Ban berjanji dirinya akan bekerja sama dengan pemerintah negara-negara anggota PBB serta WHO guna memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi pandemi bisa berjalan seefektif mungkin dan terkoordinasi dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa sampel virus serta informasi lainnya yang berkaitan dengan flu burung harus disebarkan secara luas dan terbuka. Ia juga meminta agar berbagai pihak menghindari langkah “gegabah dan diskriminatif”, seperti larangan bepergian dan pembatasan perdagangan yang diterapkan tanpa dasar-dasar yang kuat.

Pesannya: Tetaplah berhati-hati dengan flu babi, jangan-jangan sudah ada di sekitar anda. Sikap hati-hati ini juga terhadap BABI-BABI-nya juga. Paling aman ya jangan mengkonsusmsi makanan yang mengandung babi atau turunannya babi. Hindari juga babi-babian. Ngeri deh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pandemi flu H1N1 (flu babi). Ini merupakan pandemi flu pertama dalam waktu 41 tahun. Mau tak mau pandemi itu mengubah sebagian cara hidup sehari-hari.  WHO menganjurkan sejumlah cara mudah untuk mencegah penyebaran virus flu H1N1 (Tujuannya, untuk mengurangi risiko penularan flu H1N1):

1. Jangan berciuman.

2. Hindari pelukan.

3. Hindari jabatan tangan.

4. Tutupi mulut saat batuk atau bersin. Jangan batuk di depan wajah orang. Tutupi mulut Anda dengan memakai tisu atau lengan baju Anda.

5. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun.

6. Anda tak perlu mengenakan masker wajah jika Anda tidak sakit.

7. Disarankan untuk tidak menyentuh mulut dengan tangan kita.

Waspadalah!

Advertisements