Tags

, , , , ,

Saya sering sekilas melintas di ruang kantor Tata Usaha (TU) di kompleks kantor saya pada jam kerja pagi, ternyata TV sedang/sudah menyala. Memang sih sepertinya siaran TV nggak terlalu diperhatikan, wong para pegawai pada punya kesibukan masing-masing. Sekadar ada suara-suara-an dan tonton-tonton-an, seperti lazimnya di kantor-kantor lain. Sekadar tahu saja, kalau di ruangan saya sendiri tidak disediakan TV, karena (sepertinya) memang nggak terlalu diharapkan. Hampir semua penghuni ruang ini banyak berkutat dengan kesibukannya sendiri, dan pada umumnya sebuah laptop nggak pernah lepas dari jangkauan penghuni ruang ini. Kalau mau nonton TV (sekilas) atau pas ishoma ya tinggal melangkah ke kantor TU, numpang nonton!

Nah, beberapa kali, meski dalam ke-sesaat-an, siaran acara TV pagi yang kepergok oleh saya adalah acara musik yang siaran langsung. Terlihat banyak sekali anak-muda-belia berkumpul terpusat dan ikut mengerubuti panggung acara musik yang live itu dengan suka cita. Mengelu-elukan artis yang lagi tampil. Ikut bernyanyi-nyanyi juga. Saya senang melihatnya? Nggak juga. Mengapa? Karena saya punya anggapan dan pertanyaan usil tapi logis, pada jam segitu (08.00-10.00) apakah pantas generasi muda kita ada di acara semacam itu? Padahal itu acara (yang cenderung) harian, jadi bukan hari libur. Apakah mereka nggak sekolah? Atau banyak yang membolos!. Apakah mereka tidak kuliah atau ke kantor? Kalau anak kuliahan semua yang punya jam kuliah siang/sore, masak sampai segitu banyak, impossible. Sepertinya tidak orang kantoran juga! Oh, terus mereka itu siapa? Kalau memang hari-hari libur, okelah. Kalau nggak hari libur, jam-jam segitu mereka ada di acara musik semacam itu, pasti nggak sekolah, pasti nggak kerja, APAKAH BETUL MEREKA YANG BERKUMPUL DI SITU PARA PENGANGGURAN? Ach, sedih hati saya kalau memang ini kenyataannya, generasi muda pengangguran kita begitu buaaaanyaknya, padahal mestinya mereka masih dalam usia produktif ……………. Oh, TV-TV, ideologi materialistis kapitalis ……. hiburan semu, penghilang stress sesaat, habis itu kambuh stress lagi!

Advertisements