Tags

, , , , ,

Beberapa tahun lalu banyak produk yang djual di pasaran Indonesia suka mengakali rakyat Indonesia. Dalam iklan sering ditampilkan kata-kata sakti yang dianggap menarik hati konsumen sehingga diharapkan mau belanja produk itu. Kata-katanya? Produk itu dikemas dengan label : Import Quality (Kualitas Impor). Sehingga terkesankan ini produk luar negeri, meskipun sesungguhnya produk itu diproduksi di dalam negeri. Cara ini semestinya bagus, sepanjang kualitas produk itu memang betul-betul mempunyai standar tinggi/internasional secara nyata, bukan hanya dalam kata-kata saja. Ini khan cara meyakinkan konsumen. Sehingga kalau konsumen beli barang/produk itu nggak bakalan rugi/tertipu dan tentu akan memunculkan tingkat kepuasan konsumen yang baik.

Jadi mestinya tidak cukup hanya melabelin produk dengan Import Quality tapi mutu barang hancur-hancuran. Selain itu, ada memang produk yang benar-benar impor, sehingga ya betul saja kalau dipasang label Import Quality. Namun tahukah anda,TIDAK SEMUA BARANG IMPOR ITU BERMUTU. Contohnya, lihat saja barang-barang dari China yang banyak beredar di pasaran Indonesia, kualitasnya hancur-hancuran, yang lebih parah lagi, standar spesifikasinya kadang-kadang tidak pas alias ada selisih sehingga sering ada masalah pada kompatibilitasnya dengan perangkat yang kita punyai sebelumnya. Saya juga mengalami hal ini pada beberapa produk peripheral elektronik yang pernah saya beli. Makanya jangan mau sekadar tempelan Import Quality sudah menjadi acuan anda untuk belanja barang/produk apapun sekarang ini. Ingat pesan yang dapat kita tangkap: Tidak semua produk impor itu bagus. Juga jangan pernah berfikiran bahwa produk impor selalu lebih baik daripada produk Indonesia. Teliti dan “rewel” sedikit-lah kalau mau belanja, biar kekecewaan tidak melanda diri anda. Apalagi sekarang ini tidak sedikit “barang tembakan” yang beredar di pasar Indonesia, karena ulah manusia-manusia yang abnormal secara materi, alias manusia yang punya faham materialisme, mengeruk untung semaksimum mungkin dengan menghalalkan segala cara! Tanpa mau melihat kepada konsumen yang akan menanggung resiko rugi/tidak puas.

Nah, jaman sekarang, sudah sedikit ada perubahan cara berdagang yang menurut saya sama-sama menjebak, seperti yang saya tuliskan di atas. Apa itu? Sekarang lazim ditemukan label produk/barang yang dijual sudah berubah menjadi:  Export Quality (Kualitas ekspor). Kesannnya barang yang ditawarkan itu sudah diekspor ke berbagai negara, sudah dikonsumsi oleh orang-orang luar negeri, sehingga logika yang dibangun pasti barang/produk itu punya standar/spesifikasi yang tinggi dan berkualitas. Ach, tipu-tipu juga. Siapa yang menjamin itu barang yang berkualitas dan sudah benar-benar diekspor? Teknik pemasaran juga ini. Jangan mudah terkecoh.

Lho, terus memilih yang mana nhi kalau mau belanja barang/produk? Import Quality atau Export Quality? Ada tipsnya:

1. Jangan pernah sekali-sekali membeli produk karena ada label-label itu (Import Quality atau Export Quality), tanpa mengenal barang itu secara jelas, jangan mudah percaya.

2. Sudahlah apapun alasannya sekarang ini, kita harus berfikir untuk negara dan bangsa kita sendiri apalagi di bidang ekonomi bisnis, belilah produk Indonesia, terutama produk yang nggak neko-neko dengan label-label itu, juga yang produknya ditampilkan jujur dengan kata-kata Made in Indonesia. Makanya cermati juga produk Indonesia yang sering-sering di labelin aneh-aneh, termasuk dengan tulisan Made in NegaraLain, padahal itu buatan Indonesia. Kalau yang beginian saya sarankan jangan dibeli, disamping menipu, juga nggak percaya diri sebagai bangsa dan negara Indonesia! Kehilangan Nasionalisme.

3. Minimumkan mengkonsumsi atau belanja barang/produk luar negeri, apalagi kalau nyata-nyata barang/produk sejenis itu sudah diproduksi di Indonesia.

Advertisements