Tags

, , , , ,

Kawasan ekonomi bebas atau Free Trade Agreement dinilai tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia bisa jadi justru merugi jika belum memiliki kemampuan yang cukup untuk berkompetisi. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari UGM Sri Adiningsih dalam diskusi tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri di antara negara-negara APEC pada krisis keuangan global di Wisma Eksekutif, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (11/6/2009).  “Ini ditunjukan dari tingkat Human Development Index dan Competitiveness in Doing Bussiness yang masih tertinggal bahkan dengan negara-negara ASEAN sekalipun,” katanya. Ia menambahkan, FTA tidak saja menjadi kompetisi yang berat bagi Indonesia untuk saat ini, tapi njuga di masa mendatang. Hal ini karena kawasan yang terlibat di FTA akan semakin bertambah. “Saat ini terdapat 30 kawasan ekonomi bebas (Free Trade Area/FTA) di dunia, yang masih akan bertambah terus. Terdapat wacana kuat bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembentukan FTA di antara negara-negara anggota APEC,” tuturnya.

Karena Indonesia dinilai tidak diuntungkan dengan keberadaan FTA, Sri menambahkan Indonesia harus terus meningkatkan daya kompetisinya agar mampu bersaing dalam FTA APEC yang akan dibentuk. Di samping itu sektor industri perlu didukung lebih besar lagi. Sementara itu Tim Ahli Bidang Politik Internasional UGM Siti Mutiah Setiawati mengatakan negara anggota APEC akan kesulitan membuat FTA karena perbedaan kultur dan kepentingan yang bervariasi.

Iya, ya, kita dapat apa sih dari FTA ini? Wong barang-barang kita masih tergolong high cost economy alias nggak mampu bersaing bebas. Mungkin karena dikenai banyak “pungutan” dalam proses produksinya, dari hulu sampai hilir. Berantas beragam pungutandan korupsi, tingkatkan daya kreatifitas bangsa, dan tingkatkan efisiensi produksi baru bisa kita bersaing. Capres dan Cawapres denger nggak ya soal ini ………………..

Advertisements