Tags

, , , , ,

Kejagung: Fasilitas RS Omni ke Kejari Tangerang Hanya Kebetulan

Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya pelayanan kesehatan gratis di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, Banten. Pelayanan yang diberikan oleh RS Omni Internasional tersebut dikatakan hanya kebetulan berlokasi di Kejari. “Secara kebetulan, RS Omni Internasional bertugas memberikan pelayanan di Kejaksaan Negeri Tangerang,” kata Kapuspenkum Kejagung M jasman Panjaitan di kantornya, Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, rabu (10/6/2009).

Menurut Jasman, fasilitas pelayanan kesehatan yang ditempel di Kejari Tangerang tersebut sesuai dengan tugas yang diterima RS Omni dari PT Askes. RS Omni sendiri merupakan salah satu rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan PT Askes untuk daerah hukum Kabupaten Tangerang. “Tetapi apakah ini sudah dimanfaatkan, kita belum tahu, yang jelas tanggal 18 Mei itu ada mobil untuk pelayanan secara mobile,” jelas mantan Kajari Jakarta Timur ini.

Jasman juga menyanggah jika dikatakan pelayanan tersebut diberikan RS Omni terkait penanganan kasus Prita Mulyasari. Hal ini karena, penanganan kasus Prita baru ditangani Kejari pada 25 Mei. “Sebelumnya yang berkoordinasi dengan penyidik dalam perkara ini adalah Kejaksaan Tinggi (Banten),” ungkapnya. “Askes kan sifatnya pribadi. Makanya saya katakan secara institusi tidak terlibat. Siapapun pemilik kartu askes bisa menggunakan kartu itu. Kebetulan saja tempatnya ada di kejaksaan. Kalau dari pihak pegawai Pemda, itu dirujuk ke RS Sari Asih,” pungkasnya.

Kejaksaan: Pelayanan Gratis RS Omni Bukan Gratifikasi

Kejaksaan mengaku tidak bekerjasama dengan RS Omni International, Tangerang karena pelayanan kesehatan gratis RS itu merupakan kerjasama antara pemerintah dengan PT Askes. Karena itu Kejagung menganggap pelayanan itu bukan gratifikasi. “PT Askes melakukan MoU dengan intansi pemerintah. Oleh karena itu pengumuman itu ditempel. Secara institusional, nggak ada kerjasama antara kejaksaan dengan RS Omni,” ujar Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan saat dihubungi detikcom, Rabu (10/6/2009). Menurut Jasman, RS Omni merupakan salah satu dari 8 RS yang bekerja sama dengan PT Askes untuk pelayanan kesehatan gratis. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan 7 jaksa Kejari Tangerang pada Selasa (9/6/2009) kemarin.

Jasman mengungkapkan pihaknya masih mengkaji hasil pemeriksaan 7 pejabat itu yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan RS Omni. Hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke pimpinan Kejaksaan. “Untuk sementara hasil pemeriksaan 7 jaksa di Tangerang masih dikaji, juga nanti akan diberikan rekomendasi,” imbuh dia. Sebelumnya Wakil Ketua KPK M Jasin mengungkapkan, fasilitas medis gratis yang diterima pejabat instansi pemerintah bisa dikategorikan gratifikasi bila tidak ada aturan yang menaunginya.

Rekan-rekan blogger, rakyat Indonesia yang masih waras, dan penggiat penegakan HAM, saya punya pesan (sekaligus empati) :

1. BACALAH DENGAN HATI DAN OTAK (SEHAT) DUA BERITA INI.

2. PERHATIKAN KATA-KATA YANG SAYA BOLD.

3. KALAU MEMANG MAU KASIH PELAYANAN KESEHATAN GRATIS LEBIH PANTAS DIBERIKAN UNTUK RAKYAT YANG MASIH KEKURANGAN/RAKYAT MISKIN/RAKYAT YANG TERMARJINALKAN!

Advertisements