Tags

, , , , ,

Sesungguhnya saya merasakan gangguan dari kata “Internasional” ini sudah cukup lama. Jauh sebelum kasus Ibu Prita dengan RS. Omni Internasional mencuat. Saya suka merenungkan makna kata “Internasional” yang menempel pada berbagai produk/jasa, program pendidikan ataupun intitusi/perusahaan yang semakain jamak berkembang di Indonesia.

Saya awalnya sering memperhatikan kata “Internasional” yang menempel di beberapa bandara kita di Indonesia. Ini lumrah karena saya sering “melewati” bandara-bandara itu. Kata “Internasional” yang sepertinya menempatkan standar tinggi dalam operasional, pemeliharaan dan pelayanan bandara agaknya nggak sepadan dengan kenyataannya. Tingkat kualitas pelayanannya begitu-begitu saja, parkirannya begitu-begitu juga. Kebersihannya? Lihat saja sendiri. Bahkan setelah melihat beberapa bandara di dunia yang masuk ranking bagus (10 besar begitu) ternyata nggak perlu susah-susah ada tempelan kata “Internasional“, tapi jadi rujukan standar bandara yang bagus.

Kalau soal kata “Internasional” yang menempel di RS. Omni Internasional saya nggak perlu menulis lagi-lah karena sudah banyak rekan-rekan blogger dan media cetak/elektronik lainnya yang “menguliti”-nya. Ya, memang begitulah faktanya …..

Ada lagi di dunia pendidikan: SBI (Sekolah Berstandar Internasional). Apa sih bedanya dengan yang reguler, akselerasi atau lainnya? Apa dikarenakan dalam proses pendidikannya menggunakan bahasa internasional (Inggris), sementara hal-hal lainnya nggak berbeda secara signifikan dengan program lain, lalau pantas ditempeli kata “Internasional“? Aneh! Kualitas standar internasional atau bahasa yang dipakai sebagai legitimasi? Nggak penting itu kata “Internasional” ditempel, semestinya yang lebih penting kualitas hasil didiknya yang utama! Di luar negeri juga nggak ada sekolah tingkat SMA yang perlu dilabel “Internasional“. Ini Indonesia kok nganeh-nganehin sendiri? Memang kalau pakai SBN (Sekolah Berstandar Nasional) turut derajat begitu? Kalau produk/barang pabrikan khan sudah ada standarnya yaitu SNI. Jadi, nyata-nyata kata “Internasional” hanya tempelan belaka, kebanyakan nggak merujuk dan nggak menunjukkan pada nilai produk/jasa yang berkualitas internasional/tinggi kok!

Wis, banyak yang lainnya yang memakai kata “Internasional” ternyata hanya untuk kedok! Bahkan cenderung menipu! Berhati-hatilah …

Advertisements