Tags

, , , , ,

Kampus UGM mendeklarasikan diri sebagai kampus bebas rokok. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bebas rokok oleh rektor dan dekan, 18 JUni 2009. Rektor UGM, Sudjarwadi, pada kesempatan yang sama juga meresmikan klinik konseling berhenti merokok (KKBM) GMC.

(Demi mendukung program) pada setiap lingkungan kerja disediakan satu tempat merokok pada setiap lantai. Untuk area terbuka dapat disediakan satu tempat merokok pada salah satu sudut area,” ujar Sudjarwadi.

Dia menyarankan, perokok aktif agar segera mengunjungi klinik yang disediakan. Terlebih kondisi saat tidak semua wilayah kampus sudah bebas dari asap rokok, meski sejak 2 januari 2008 melalui Peraturan Rektor No 29/P/SK/HT/2008 menyatakan kampus UGM kawasan bebas rokok.

Wah, bebas rokoknya nggak total ya? Kenapa kok nggak total? Khan asyik itu, nanti udara di sekitar bulaksumur makin bersih … makin segar untuk berfikir dan berkarya. Namun, eit, namun lho, di sebelah barat Bunderan UGM, sepertinya masih ada “monumen” karya pabrik rokok ya? nah, nah, nah, apalagi itu …………

Advertisements